262 research outputs found

    DETEKSI FINANCIAL STATEMENT FRAUD DENGAN ANALISIS FRAUD HEXAGON

    Get PDF
    Latar Belakang: Fenomena kasus kecurangan laporan keuangan yang terjadi pada perusahaan sektor manufaktur sering dilakukan dengan memanfaatkan banyaknya alur proses produksi yang terjadi dalam perusahaan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi terjadinya financial statement fraud dengan menggunakan analisis fraud hexagon.Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan analisis data menggunakan regresi logistik dengan bantuan aplikasi SPSS, sampel 52 perusahaan berdasarkan metode purposive sampling.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan pengaruh variabel nature of industry terhadap variabel financial statement fraud. Akan tetapi, pada variabel external pressure, personal financial need, change in director, state-owned enterprises, ineffective monitoring, change in auditor, dan frequent number of CEO’s picture tidak berpengaruh terhadap variabel financial statement fraud.Keaslian/Kebaruan Penelitian: Merupakan penelitian yang menggunakan teori fraud hexagon dikemukakan oleh Vousinas (2019) yang merupakan teori terbaru tentang fraud. Analaisi fraud hexagon digunakan untuk mendeteksi adanya financial statement fraud pada perusahaan manufakturKata kunci: Manufaktur, Fraud, Fraud Hexagon, Analisis, Financial Statement Fraud

    Law of Karma Phala on Potential Financial Management Fraud: Testing of Hexagon Fraud Element

    Get PDF
    This study aims to analyze the effect of the six fraud hexagon elements (pressure, opportunity, rationalization, competence, arrogance and collusion) on potential fraud, as well as test whether belief in Karma Phala weakens the influence of the six fraud hexagon elements on the potential fraud. The population in this research were all village apparatus in Badung district. The sampling criteria in this study used a saturated sample technique. The data used in this study are primary data obtained through questionnaires and then analyzed using SEM-PLS.The results of the study show that pressure, opportunity, rationalization, competence, arrogance and collusion have a positive effect on the potential for fraud in village financial management. Meanwhile, belief in the law of Karma Phala only weakens the positive effect of arrogance on the potential for fraudulent village financial management, but does not weaken the positive influence of pressure, opportunity, rationalization, competence and collusion on the potential fraud. Keywords: fraud hexagon, belief in the law of Karma Phala, village financial management. DOI: 10.7176/RJFA/14-14-08 Publication date:July 31st 202

    PENGARUH FRAUD HEXAGON TERHADAP FRAUDULENT FINANCIAL STATEMENT

    Get PDF
    ABSTRACTFraudulent financial statements are actions that are carried out in a planned manner that harm other parties by presenting incorrect financial information. This research aims to analyze the influence of the fraud hexagon theory, that measured with financial stability, external pressure, financial target, state owned enterprises, ineffective monitoring, and frequent number of CEO’s picture on fraudulent financial statement, empirical study on companies listed on the IDX for the period 2017 – 2021. This research contributes by considering more conditions that affect the possibility of fraud. The number of data samples in this study were 81 manufacturing companies and the total number of observations was 405. This study used Logistic Regression analysis which was processed using SPSS V25. The results of this study indicate that external pressure, state owned enterprises, and frequent number of CEO’s picture has a positive effect on fraudulent financial statement, while financial stability, financial target, and ineffective monitoring does not have effect on fraudulent financial statement. It is hoped that the company will further improve the control of the company, especially in dealing with fraud in financial statements based on the fraud hexagon theory.Keywords: Fraud, Fraud Hexagon, Fraudulent Financial StatementABSTRAKFraudulent financial statement merupakan perbuatan yang dilakukan secara terencana yang merugikan pihak lain dengan cara menyajikan informasi keuangan yang salah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh teori fraud hexagon, dengan menggunakan pengukuran financial stability, external pressure, financial target, state owned enterprises, ineffective monitoring, dan frequent number of CEO’s picture terhadap fraudulent financial statement, studi empiris pada perusahaan yang terdaftar di BEI periode 2017 – 2021. Penelitian ini memberi kontribusi dengan mempertimbangkan lebih banyak kondisi yang mempengaruhi kemungkinan terjadinya kecurangan. Jumlah sampel data pada penelitian ini adalah 81 perusahaan manufaktur dan jumlah total observasi 405. Penelitian ini menggunakan analisis Regresi Logistik yang diolah menggunakan SPSS V25. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kondisi external pressure, state owned enterprises, dan frequent number of CEO’s picture berpengaruh positif terhadap peluang terjadinya kecurangan laporan keuangan. Sedangkan financial stability, financial target, dan ineffective monitoring tidak berpengaruh terhadap fraudulent financial statement. Diharapkan perusahaan untuk lebih meningkatkan pengendalian/kontrol mereka terutama dalam mengatasi kecurangan dalam laporan keuangan berdasarkan teori fraud hexagon.Kata Kunci: Fraud, Fraud Hexagon, Kecurangan Laporan Keuanga

    FRAUD HEXAGON DAN FRAUDULENT FINANCIAL STATEMENT DENGAN PENDEKATAN BENEISH M-SCORE MODEL

    Get PDF
    ABSTRACTThe increase in construction project fraud cases resulting in large losses for Indonesia is serious concern because the value of project contracts is large. This fraud occurs because of pressure, capability, collusion, opportunity, rationalization, and ego from both internal and external parties. This indicator is known as the fraud hexagon theory. The fraud committed has an impact on the accuracy and reliability of the financial statements, including affecting the amount of taxes, fines paid and audit process. The purpose of this study was to determine the effect of fraud hexagon: stimulus, capability, collusion, opportunity, rationalization, and ego in detecting fraudulent financial statements using Beneish M-Score Model. This research is quantitative study using purposive sampling method with criteria, construction companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) and issuing annual reports for the 2017–2021 period. There are 75 observation samples from 15 companies. Methods of data analysis using logistic regression analysis with testing using STATA14. The research results that stimulus is measured by financial stability, opportunity by nature of industry, rationalization by total accrual to total assets and ego by dualism position affects the occurrence of fraudulent financial statements as measured by Beneish M-Score Model. Meanwhile, other indicators, capability seen from changes in directors and collusion, cannot influence the occurrence of fraudulent construction company financial statements.Keywords: Beneish M-Score Model, Construction Company, Fraud Hexagon, Fraudulent Financial Statement. ABSTRAKPeningkatan kasus kecurangan proyek konstruksi mengakibatkan kerugian bagi Indonesia menjadi perhatian serius karena nilai kontrak proyek besar. Kecurangan tersebut terjadi karena dorongan, kapabilitas, kolusi, kesempatan, rasionalisasi, dan ego baik dari pihak internal maupun eksternal. Indikator tersebut dikenal dengan fraud hexagon theory. Kecurangan yang dilakukan berdampak pada keakuratan dan keandalan dari laporan keuangan yang disajikan diantaranya mempengaruhi besaran pajak, denda yang dibayar dan proses audit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh fraud hexagon yaitu stimulus, kapabilitas (capability), kolusi (collusion), kesempatan (opportunity), rasionalisasi (rationalization), dan ego dalam mendeteksi kecurangan laporan keuangan dinilai menggunakan Beneish M-Score Model. Penelitian ini, penelitian kuantitatif dengan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria, perusahaan konstruksi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan menerbitkan laporan tahunan periode 2017–2021. Terdapat 75 sampel observasi dari 15 perusahaan. Metode analisis data menggunakan analisis regresi logistik dengan pengujian menggunakan STATA 14. Hasil Penelitian menunjukan bahwa stimulus diukur dengan financial stability, kesempatan dengan nature of industry, rasionalisasi dengan total accrual to total asset dan ego dengan dualism position mempengaruhi terjadinya kecurangan laporan keuangan yang diukur melalui Beneish M-Score Model. Sedangkan indikator lain yaitu kapabilitas dilihat dari pergantian direktur dan kolusi tidak dapat memengaruhi terjadinya kecurangan laporan keuangan perusahaan konstruksi.Kata Kunci: Beneish M-Score Model, Fraud Hexagon, Kecurangan Laporan Keuangan, Perusahaan Konstruks

    Pengaruh Elemen Fraud Hexagon Theory Terhadap Fraud Laporan Keuangan

    Get PDF
    Financial statement fraud is a deliberate of misstatement on the financial report of a company or the omission of amounts or misdisclosures in financial statements to deceive financial statement users. This study aims to analyze the effect of elements of the fraud hexagon theory on financial statement fraud. Hexagon fraud has several elements, namely stimulus, capability, opportunity, rationalization, arrogance, and collusion. The results showed that the stimulus in terms of financial stability, the stimulus assessed from external pressure, and ego had an effect on fraudulent financial statements. The stimulus in terms of financial targets, capability assessed from the change of directors, opportunity or ineffective supervision on financial performance monitoring, rationalization, and collusion have no effect on fraudulent financial statements

    PENGARUH FRAUD HEXAGON TERHADAP KECURANGAN LAPORAN KEUANGAN: (Studi Empiris Pada Perusahaan Makanan dan Minuman Yang Terdaftar di BEI)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kecurangan laporan keuangan dengan menggunakan teori fraud hexagon (external pressure, nature of industry, change in auditor, change in director, frequent number of CEO’s picture, dan political connection). Teknik mengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 14 perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2016-2020. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi linier berganda dengan menggunakan software SPSS 25. Hasil dari penelitian ini yaitu External Pressure, Nature of Industry, dan Political Connection berpengaruh negatif terhadap terjadinya kecurangan pada laporan keuangan. Change In Auditor tidak berpengaruh terhadap terjadinya kecurangan pada laporan keuangan. Change in Director dan Frequent Number of CEO’s Picture berpengaruh positif terhadap terjadinya kecurangan pada laporan keuangan. Kata Kunci: Fraud Hexagon, Kecurangan Laporan Keuangan, F-Score Mode

    Fraud Hexagon pada Fraudulent Financial Reporting

    Get PDF
    Tujuan peneilitian ini untuk mengalisis pengaruh fraud hexagon pada fraudulent financial reporting. Pengambilan sampel degan teknik purposive sampling melalui beberapa syarat. Terdapat 30 perusahaan non bank yang memenuhi syarat dan terdaftar di Indonesia Stock Exchange periode 2019-2022 sehingga ada 120 data yang dikumpulkan. Alat analisis menggunakan eviews 12 dengan analisis yang dilakukan berupa deskriptif statistik, uji asumsi klasik dan analisis linier berganda. Dari hasil analisis yang telah dilakukan ditemukan pada proksi stimulus adanya external pressure yang berpengaruh pada fraudulent financial reporting. Sementara, untuk proksi financial stability, financial target dan personal financial need tidak berpengaruh terhadap fraudulent financial reporting. Pada proksi peluang, rasionalisasi, kemampuan, ego dan kolusi menunjukkan tidak ada pengaruh terhadap fraudulent financial reportin

    ANALISIS KECURANGAN LAPORAN KEUANGAN MELALUI FRAUD HEXAGON THEORY

    Get PDF
    Financial statements are statements made by company to convey the financial condition,performance, and company’s operational activities aimed at the users of financialstatements as decision-making. The purpose of this study is to analyze fraudulentfinancial statements through fraud hexagon theory, that measured with financial targets,CEO education, political connections, state-owned enterprises, ineffective monitoring,rationalization and CEO duality. The samples of this study consist of 106 companieslisted on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in 2014-2018. This study uses data panelregression analysis technique with EViews10. The results of this study show thatfinancial targets, state-owned enterprises, ineffective monitoring, political connections,rationalization, and CEO duality have a significant effect. Meanwhile, CEO educationhave no effect on fraudulent financial statements. Based on this study, the companiesshould report financial statements that describe the real conditions. Further research isrecommended to add other proxies to measure the elements in fraud hexagon theor

    Pengaruh Faktor-Faktor Fraud Hexagon Theory Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan di Perusahaan Sub Sektor Farmasi yang Terdaftar di BEI Tahun 2014-2021

    Get PDF
    Laporan keuangan digunakan sebagai alat komunikasi antara pihak manajemen dengan pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholder). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara simultan dan parsial dari Fraud Hexagon Theory yang tiap faktornya diproksikan oleh external pressure, nature of industry, change in auditor, change in director, frekuensi jumlah foto CEO dan kerja sama dengan pemerintah terhadap kecurangan laporan keuangan (fraudulent financial statement) pada perusahaan sub sektor farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2014-2021. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan sub sektor farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2014-2021. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dan purposive sampling sehingga diperoleh sebanyak 72 sampel dari 9 perusahaan sub sektor farmasi. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi logistik dan menggunakan software SPSS 26. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan faktor-faktor fraud hexagon theory yang diproksikan oleh external pressure, nature of industry, change in auditor, change in director, frekuensi jumlah foto CEO dan kerja sama dengan pemerintah berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan. Lalu secara parsial variabel kapabilitas yang diproksikan oleh change in director menunjukkan hasil berpengaruh secara positif. Sedangkan pada variabel external pressure, nature of industry, change in auditor, frekuensi jumlah foto CEO dan kerja sama dengan pemerintah menunjukkan hasil yang tidak berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan. Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan maka diharapkan bagi peneliti selanjutnya agar menggunakan objek penelitian atau sampel penelitian yang lebih beragam dan menggunakan proksi lain yang dapat digunakan sehingga dapat mengetahui pengaruh yang diberikan Fraud Hexagon Theory terhadap kecurangan laporan keuangan

    The Likelihood of Fraud from The Fraud Hexagon Perspective: Evidence from Indonesia

    Get PDF
    Fraudulence can cause financial loss and investor mistrust. Fraud is not only unethical but also a punishable sin. As the impact is enormous, it is crucial to examine what factors motivate or impact a company to commit fraud. Literature has archived several models to explain elements of fraudulent activities, such as the Fraud Triangle, Fraud Diamond, and Fraud Pentagon. Georgios L. Vousinas introduced the fraud hexagon in 2019, the latest model exhibiting six factors that motivate companies to commit fraud. This model consists of stimulus (pressure), capability, collusion, opportunity, rationalization, and ego (arrogance). This research aims to examine the effect of the fraud hexagon elements on the likelihood of fraud. Seventy-six manufacturing firms listed on the Indonesia Stock Exchange during 2015-2019 were chosen to be included in the sample. This study uses the Beneish M-Score model to separate companies likely to commit fraud. Logistic regression analysis was then used to test the hypothesis. The findings indicate that stimulus impacts the likelihood of fraud.&nbsp
    corecore