Perancangan apartemen bagi millenial berkonsep co-living di Kota Surabaya dengan Pendekatan Value Engineering

Abstract

Kota Surabaya merupakan kota dengan jumlah penduduk terbesar ke-2 di Indonesia, tetapi jumlah ini tidak disertai dengan meningkatnya luas lahan untuk hunian yang berakibat harga lahan dan hunian melambung tinggi. Diketahui bahwa 30% dari jumlah penduduk Kota Surabaya berumur 20-40 tahun, yang disebut sebagai generasi millenial. Pengeluaran hidup tinggi yang tidak sebanding dengan penghasilan, menyebabkan membeli sebuah hunian atau rumah tinggal pertama baik hunian tapak maupun vertikal bagi generasi millenial masih dianggap sulit. Terlebih eskalasi (kenaikan) harga hunian lebih cepat dibandingkan dengan kenaikan pendapatan. Hal ini menjadikan hunian vertikal (apartemen) sebagai alternatif solusi hunian yang menjawab persoalan keterbatasan lahan. Perancangan Apartemen millenial ini berada di Kota Surabaya tepatnya di kelurahan Ngagel dengan menggunakan konsep Co-living yang menjadi salah satu implementasi dari karakter millenial, tetapi juga bertujuan untuk mereduksi besaran ruang, dan menggunakan pendekatan Value engineering yang bertujuan untuk mengefisiensi dan mengoptimalisasi bentuk, ukuran, dan material. Sehingga pada perancangan ini akan menghasilkan bangunan yang mencerminkan karakter millenial dan diharapkan dapat menekan harga sewa maupun beli apartemen dari segi konsumen (millenial), juga dapat diterima atau dianggap layak untuk direalisasikan dari segi produsen (investor) sesuai dengan syarat payback period yang sudah ditentukan

Similar works

This paper was published in Digital Library of UIN Sunan Ampel.

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.