Integrasi Sistem Informasi Geografi dan Penginderaan Jauh Untuk Evaluasi Pengembangan Wilayah Ruang Terbuka Hijau di Kota malang

Abstract

ABSTRAK   Riwanti, Lintang Ayu.2015. Integrasi Sistem Informasi Geografi Dan Penginderaan Jauh Untuk Evaluasi Pengembangan Wilayah  Ruang Terbuka Hijau Di Kota Malang. Skripsi. Jurusan Geografi. Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Rudi Hartono, M.Si (2) Purwanto, S.Pd, M.Si Kata Kunci: Sistem Informasi Geografi, Penginderaan jauh, Pengembangan Wilayah, Ruang Terbuka Hijau Berkurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang ada di Kota Malang, mengakibatkan banyak mengalami penurunan kualitas lingkungan, dengan adanya peningkatan temperatur yang berkisar 9oC dalam jangka waktu 6 tahun dari tahun 2002 hingga tahun 2008. Penggunaan lahan di perkotaan dipengaruhi oleh banyaknya permintaan dan kebutuhan lahan sehingga terjadi berubahnya RTH menjadi area permukiman, pertokoan, hotel, pompa bensin, mall dan bangunan komersil lainnya. Kurangnya pengendalian terhadap perkembangan kota dapat menyebabkan berubahnya fungsi ruang terbuka hijau, untuk tercapainya pengelolaan RTH diperlukan adanya rekomendasi sebagai alternatif dalam memperbaiki kualitas lingkungan perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengembangan wilayah Ruang Terbuka Hijau, dengan menggunakan data Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografi. Penelitian ini membahas tentang kecukupan kebutuhan RTH berdasarkan Perda dan jumlah penduduk, perubahan luas RTH serta arahan pengembangan wilayah RTH. Jenis penelitian ini adalah deskriptif, dengan metode survei serta teknik analisis data spasial sistem informasi geografi menggunakan sampel grid bujur sangkar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, citra quickbird memiliki nilai ketelitian interpretasi 97% dan pemetaan 94%, terkait interpretasi objek RTH dengan menggunakan unsur berdasarkan warna dan rona, bentuk serta asosiasi. Kondisi BWK Malang Tengah mendapatkan nilai E  dengan kriteria lebih dari minus 400 Ha sebagai perolehan nilai terendah kecukupan RTH. Perolehan  nilai tertinggi berada pada BWK Malang Tenggara dengan perolehan nilai A dengan kriteria lebih dari 800 Ha. Secara keseluruhan perubahan luas RTH wilayah mencapai 767,78 Ha selama periode 10 tahun yang terjadi pada tahun 2004 dibandingkan dengan kondisi tahun 2014. Prioritas zona pengembangan RTH berada pada wilayah BWK Malang Tengah dan BWK Malang Timur Laut. Berdasarkan hasil penelitian, maka disarankan untuk dapat memenuhi kecukupan RTH dengan dilakukannya perencanaan serta tindak lanjut dalam pengelolaan dan pelestarian, terutama oleh pihak pemerintah. Pengembangan wilayah pada zona kecukupan RTH, yaitu dengan mempertahankan jumlah luasan RTH yang ada, sedangkan pada zona pengembangan RTH, diharuskan untuk melakukan pengelolaan dengan menambah luasan RTH yang dapat diusahakan mencukupi kebutuhan

Similar works

Full text

thumbnail-image

SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM

Full text is not available
oai:ojs.karya-ilmiah.um.ac.id:article/42582Last time updated on 4/9/2020

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.