Analisis Positioning Merek Produk Benih Cabai Merah di Desa Gading Kulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang

Abstract

Cabai adalah salah satu komoditas holtikultura yang dimanfaatkan sebagai penyedap rasa karena rasa pedasnya yang khas. Kebutuhan cabai merah meningkat terus-menerus pada setiap tahun sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk dan berkembangnya industri yang membutuhkan bahan baku cabai merah. Produksi cabai merah di Indonesia belum dapat memenuhi kebutuhan cabai nasional sehingga pemerintah harus mengimpor cabai yang mencapai lebih dari 16.000 ton per tahun (Direktorat Jendral Bina Produksi Hortikultura, 2009). Produktivitas cabai merah nasional baru mencapai 4,35 ton/ha, sementara potensi produksi cabai dapat mencapai lebih 10 ton/ha (Direktorat Jendral Bina Produksi Hortikultura, 2010). Upaya peningkatan produktivitas juga dipengaruhi oleh salah satu input usaha tani seperti benih. Penelitian ini memiliki beberapa tujuan yaitu sebagai berikut: 1) Mengidentifikasi atribut dan variabel apa saja yang menjadi pertimbangan petani terhadap positioning merek benih cabai merah di daerah penelitian. 2) Menganalisis positioning merek benih cabai merah berdasarkan persepsi petani di daerah penelitian. Penelitian ini melibatkan sepuluh atribut dan variabel lain sebagai obyeknya, yaitu Atribut daya tumbuh, merek, kemasan, Label, Harga, benih bermutu, cepat dan mudah berbuah, tahan terhadap penyakit dan cuaca, kemudahan benih diperoleh dan produksi buah. Selain itu penelitian ini akan meneliti empat merek benih cabai merah yang beredar di daerah penelitian. Keempat merek benih cabai merah tersebut adalah benih cabai merah Adlantic produksi PT. Primasid Andalan Utama, merek Braja produksi PT. Global Agro Mandiri, merek benih cabai merah Fanatic produksi PT. Agrosid Manunggal Sentosa, dan merek benih cabai merah Pilar produksi PT. East West Seed. Lokasi penelitian dilaksanakan di Desa Gading Kulon, kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Desa Gading Kulon secara administratif mempunyai luas 375 Ha dan memiliki 3 dusun yaitu dusun Krajan, Dusun Sempu dan Dusun Kerinci. Desa Gading Kulon mempunyai jumlah penduduk sebanyak 3.852 orang dengan rincian1.925 laki-laki dan 1927 perempuan, dimana 825 orang dari 1.038 warga yang bekerja di Desa Gading Kulon berprofesi sebagai petani. Responden yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 40 petani cabai. Hasil data primer dalam bentuk persepsi dijelaskan dengan menggunakan metode analisis Multidimensional Scalling (MDS) dan Correspondence Analysis (CA) untuk menjawab dari dua pertanyaan dari rumusan masalah. Hasil uji Cochran Q Test pada penelitian ini didapatkan hasil nilai Q hitung sebesar 9,425 dan semua atribut dinyatakan lolos pengujian Cochran Q test. Hasil Uji Validitas menghasilkan delapan atribut yang dinyatakan sah dan dari hasil pengujian Reliabilitas menyatakan delapan atribut tersebut sebagai atribut dan variabel lain yang dapat diandalkan atau dipertimbangkan oleh petani. Kedelapan atribut dan variabel lain yang dipertimbangkan petani dalam memilih benih cabai merah besar adalah atribut merek, kemasan, label, harga, cepat dan mudah berbuah, tahan terhadap penyakit, kemudahan diperoleh dan produksi buah. ii Hasil dari MDS nilai stress sebesar 0,18271 dan RSQ sebesar 0,78275 menunjukkan bahwa model ini sudah memenuhi kriteria. Hasil analisis MDS berdasarkan kemiripan menunjukkan bahwa merek Braja dan Fanatic merupakan merek yang paling banyak memiliki kemiripan. Hal ini ditunjukkan dengan posisi antara kedua merek ini yang berdekatan. Sehingga dari hasil MDS menurut posisi pesaing bahwa merek Adlantic dan Pilar tidak bersaing ketat dengan merek benih cabai merah lainnya dan merek benih cabai yang memiliki posisi persaingan terdekat adalah antara merek benih cabai merah Braja dan Fanatic. Analisis CA berdasarkan hasil uji Chi Square didapatkan hasil nilai 42,252. Nilai ini merupakan hasil Chi Square hitung yang kemudian dibandingkan dengan nilai Chi Square tabel. Nilai df = 21 merupakan hasil dari df = (merek-1) x (atribut-1). Nilai Chi Square tabel untuk tingkat kepercayaan 0,05 dan df = 21 adalah 32,671. Karena Chi Square hitung lebih besar dari Chi Square tabel maka analisis ini sudah memenuhi kriteria dan penelitian dapat dilanjutkan. Produk benih cabai merek Adlantik mempunyai nilai total mass 0,266 serta kedekatan atribut pada empat variabel yaitu merek, cepat dan mudah berbuah, kemudahan memperoleh, dan produksi buah. Merek benih cabai Braja mempunyai nilai total mass 0,227 serta mempunyai kedekatan pada atribut tahan terhadap penyakit dan cuaca. Pada produk benih cabai merek Fanatic mempunyai nilai total mass 0,257 serta kedekatan atribut pada 1 variabel yaitu harga. Produk benih cabai merek Pilar mempunyai nilai total rata-rata 0,249 serta kedekatan atribut pada 2 variabel yaitu kemasan dan label. Hal tersebut menunjukkan bahwa Adlantic merupakan market leader karena berdasarkan MDS, merek Adlantic tidak bersaing ketat dengan merek lainnya berdasarkan kemiripan atribut dan variabel lain yang dimiliki. Adlantik memiliki lebih banyak atribut yang dipersepsikan positif oleh petani, terlihat dari hasil row profiles pada CA dan memiliki kedekatan atribut yang paling banyak dari pada merek lain seperti pada kemudahan diperoleh dan lebih dikenal merek benihnya. Selain itu Adlantic mempunyai rata-rata nilai paling besar dibanding merek yang lain, sehingga dapat dikatakan memiliki posisi yang lebih unggul dibandingkan merek Braja, Fanatic, dan Pilar

Similar works

Full text

thumbnail-image
oai:repository.ub.ac.id:4541Last time updated on 4/5/2020View original full text link

This paper was published in bkg.

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.