Pola Sosialisasi Anak Pada Keluarga Pelaut Di Surabaya

Abstract

Proses sosialisasi yang dilakukan oleh keluarga umumnya dilakukan oleh ayah dan ibu. Namun, hal tersebut bisa menjadi masalah jika memiliki ayah yang pekerjaan adalah seorang pelaut. ayah tidak bisa sepanjang waktu di rumah. Ayah harus meninggalkan waktu yang lama sekitar 6 bulan hingga 1 tahun. Hal tersebut membuat ibu juga menjadi sosok yang menggantikan peran ayah didalam keluarga dalam mensosialisasi anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pola sosialisasi yang dilakukan di kalangan keluarga pelaut sekaligus untuk mengetahui bagaimana perilaku anak hasil dari pola sosialisasi yang sudah diterapkan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara wawancara mendalam yang kemudian di dokumentasi dengan cara merekam semua pembicaraan saat wawancara berlangsung guna mempermudah pembuatan transkrip. Adapun metode penentuan subjek penelitian menggunakan metode snowball dengan menentukan satu informan kunci yakni istri pelaut yang memiliki relasi/rekan sesama istri pelaut yang lain. Pola sosialisasi yang dilakukan oleh keluarga pelaut yakni jenis pola sosialisasi otoriter, pola sosialisasi demokratis, dan pola sosialisasi permisif. Pola sosialisasi otoriter dilakukan orang tua yang membuat banyak peraturan yang wajib ditaati oleh anaknya, pengambilan keputusan sepenuhnya dilakukan oleh orang tua, dan orang tua tidak segan untuk melakukan hukuman secara verbal dan fisik agar anaknya patuh. orang tua yang melakukan pola sosialisasi demokratis melakukan banyak diskusi dalam pengambilan keputusan. Orang tua tetap mengkontrol anaknya dan masih memberikan kepercayaan kepada anaknya. Sedangkan orang tua yang menganut pola sosialisasi permisif selalu menuruti kemauan anak dan pasrah kepada anak, orang tua tidak memberikan arahan kepada anak

Similar works

Full text

thumbnail-image

Universitas Airlangga Repository

Provided a free PDF
oai:repository.unair.ac.id:94835Last time updated on 4/2/2020View original full text link

This paper was published in Universitas Airlangga Repository.

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.