Analisis Hubungan Fungsi Manajemen Pengadaan Barang/Jasa terhadap Penyusunan Administrasi Dokumen Kontrak Pembangunan Fisik di Kabupaten Buton

Abstract

Pembangunan infrastruktur adalah salah satu tanggungjawab pemerintah untuk menfasilitasi pembangunan di daerah. Hal tersebut juga diterapkan pemerintah daerah Kabupaten Buton yang melaksanakan beberapa proyek pembangunan untuk mendukung pembangunan di wilayahnya. Dalam melaksanakan perencanaan proyek pemerintah Indonesia, pemerintah Kabupaten Buton menerapkan regulasi Presidensial Nomor 80 tahun 2003 dalam Pengadaan Barang dan Jasa yang didanai oleh Pemerintah. Dalam rangka menerapkan regulasi tersebut secara efektif, pemerintah Kabupaten Buton mengimplementasikan empat fungsi manajemen Mints Berg yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Penelitian ini menganalisis implikasi penerapan empat fungsi manajemen dalam pengadministrasian proyek pembangunan infrastruktur oleh pemerintah Kabupaten Buton. Populasi dalam penelitiaan ini adalah seluruh pejabat yang bertugas khusus menangani proyek pengadaan barang dan jasa dalam lingkup pemerintah daerah Kabupaten Buton. Sejumlah 40 sampel di ambil secara acak berdasarkan volume tertinggi permintaan proyek yang dilaksanakan pada tahun 2008. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang khusus dikembangkan dalam penelitian yang telah melalui tes validitas (Spearman who) dan tes realibilitas (Alpha Cronbach). Kuesioner ini dibagikan kepada seluruh sampel dengan 100% angka pengembalian. Untuk mendukung data yang dikumpulkan melalui kuesioner, maka wawancara dilakukan dengan responden. Observasi juga dilaksanakan untuk melengkapi data yang dibutuhkan dalam analisis. Data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriktif. Hubungan penerapan fungsi-fungsi manajemen dalam proses pengadaan di analisis menggunakan uji t. Sampel dikelompokan melalui usia, latar belakang pendidikan dan jabatan/status. Sampel disesuaikan dengan regulasi yang berhubungan dengan pengadaan barang dan jasa. Secara statistik, keempat fungsi manajemen mempunyai hubungan yang kuat dengan pengadministrasian pengadaan berdasarkan uji t untuk perencanaan 8,868; pengorganisasian 10,619; pelaksanaan 21,600; dan pengawasan 4,132 dibandingkan dengan tabel t dari 1,6838 untuk 95% tingkat kepercayaan. Berdasarkan hasil penelitian direkomendasikan kepada pemerintah daerah Kabupaten Buton, khususnya pejabat panitia pengadaan barang dan jasa, proses pelaksanaan pelelangan proyek telah menerapkan fungsi- fungsi manajemen dengan baik sehingga dapat menghasilkan proses pencapaian tujuan administrasi pembangunan

Similar works

Full text

thumbnail-image

Universitas Terbuka Repository

Full text is not available
oai:repository.ut.ac.id:1611Last time updated on 5/7/2019

This paper was published in Universitas Terbuka Repository.

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.