Latar Belakang : Masa remaja merupakan masa transisi seseorang dari anak-anak\ud
menjadi dewasa. Remaja mulai menunjukan jati dirinya dengan menunjukan perilaku\ud
yang bermacam-macam, salah satunya adalah perilaku merokok. Pengasuhan orang\ud
tua berusaha untuk mempertahankan kehidupan fisik anak dan mendorong\ud
peningkatan perilaku sesuai dengan nilai agama dan budaya yang diyakini.\ud
Tujuan : Mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan perilaku merokok pada\ud
siswa SMP Negeri 16 Yogyakarta.\ud
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non eksperimental, dengan\ud
pendekatan cross sectional. Subyek penelitian ini sebanyak 45 responden dengan\ud
teknik stratified random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan\ud
kuesioner atau angket. Analisa data menggunakan koefisien kontingensi dengan α =\ud
0,05.\ud
Hasil : Siswa dengan pola asuh demokratis sebagian besar memiliki perilaku\ud
merokok sebanyak 14 siswa (31,1%)dengan p value 0,025 (p value < 0,05) . Artinya\ud
terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan perilaku\ud
merokok remaja di SMP Negeri 16 Yogyakarta dengan hasil p value 0,025.\ud
Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan\ud
perilaku merokok siswa di SMP Negeri 16 Yogyakarta.\ud
Saran : . Khususnya bagi orang tua yang memiliki anak remaja diharapkan selalu\ud
memberikan pendidikan yang baik serta selalu memperhatikan anaknya supaya tidak\ud
terjerumus ke dalam perilaku menyimpang khususnya perilaku merokok
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.