Article thumbnail

Pengaruh Fading Lintasan Jamak Terhadap Performansi High Speed Downlink Packet Access (Hsdpa)

By MS Dr. Ir. Sholeh Hadi pramono Aindyta Ayu Pradani. M.Eng. Ir. Sigit Kusmaryanto

Abstract

HSDPA adalah sebuah teknologi komunikasi bergerak yang berteknologi 3,5G (third and half generation) yang termasuk dalam keluarga teknologi High-Speed Packet Acces (HSPA) yang mampu meningkatkan kecepatan transfer data mencapai 14,4 Mbps untuk download data dan 2 Mbps untuk upload data. Fasilitas teknologi 3,5G tidak jauh berbeda dengan content 3G yang sudah ditawarkan oleh beberapa operator selular di Indonesia yaitu video call, mobile video, mobile TV. Frekuensi yang dipakai oleh teknologi ini sudah dapat dimaksimalisasikan secaraefisien dengan pemakaian bandwith (lebar pita) yang tepat.HSDPA merupakan sistem komunikasi nirkabel, yaitu menggunakan media udara untuk pentransmisian sinyal. Pada Kenyataannya antara pemancar (Node-B) dan pengguna (UE) seringkali terjadi kondisi NLOS (Non Line of Sight), yaitu kondisi dimana terdapat penghalang sinyal seperti pohon, rumah dan gedung yang mengakibatkan sinyal mengalami pemantulan. Adanya objek yang menyebabkan pantulan dan hamburan mengakibatkan sinyal yang sampai di penerima tidak hanya melewati satu jalur (multipath). Sinyal-sinyal multipath tersebut akan mengalami pergeseran fasa dan delay yang akan selalu berubah. Pengaruh dari perbedaan panjang lintasan sinyal akan mengakibatkan pergeseran relatif fasa antara komponen fasa utama yang bersuperposisi dengan komponen fasa lintasan lain. Fading yang terjadi akibat adanya propagasi gelombang multipath dinamakan multipath fading atau fading lintasan jamak. Oleh karena itu, keberadaan fading lintasan jamak akan mempengaruhi performansi dari HSDPA.Dari analisis yang telah dilakukan, diketahui bahwa jenis fading yang terjadi yaitu berupa flat fading. Dengan memvariasikan jarak antara Node-B dan user equipment (UE) dari 100 m – 500 m, diketahui juga bahwa rugi-rugi redaman propagasi (path loss) pada kondisi non-line of sight (NLOS) jauh lebih besar dibandingkan pada kondisi line of sight (LOS), sehingga daya terima pada kondisi NLOS menjadi lebih kecil

Topics: Indonesia, non-line of sight (NLOS), line of sight (LOS), energy bit to noise ratio (Eb/No) dan bit error rate (BER), signal to noise ratio (SNR), path loss, fading lintasan jamak, High Speed Downlink Packet Access (HSDPA)
Publisher: 'Brawijaya University'
Year: 2013
OAI identifier: oai:neliti.com:117153
Provided by: Neliti

Suggested articles


To submit an update or takedown request for this paper, please submit an Update/Correction/Removal Request.