Article thumbnail

ANALISIS KARAKTERISTIK PROYEK UNTUK MEMPREDIKSI POTENSI PERSELISIHAN KONTRAK PADA PROYEK KONSTRUKSI

By Margareta Ferra Devi

Abstract

Kerumitan dan kompleksitas proyek berdampak langsung pada pelaksanaan kontrak konstruksi. Dampak lain yang timbul akibat rumitnya pelaksanaan kontrak dan dapat menghambat usaha pelaksana konstruksi dalam mewujudkan tujuan proyek yang disebut sebagai perselisihan kontrak. Potensi perselisihan kontrak pada proyek konstruksi dapat diprediksi sebelum proyek dilaksanakan. Referensi penelitian ini mengacu pada Journal of Construction Engineering and Management, vol. 121, pp. 355-362, Desember 1995, tentang usaha memprediksi perselisihan kontrak oleh James E. Diekmann dan Matthew J. Girard. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi potensi perselisihan kontrak dengan cara menganalisis tiga kriteria karakteristik proyek yang mempengaruhi terjadinya perselisihan kontrak, yaitu manusia, proyek, dan proses. Data yang diperoleh berdasarkan hasil penyebaran kuesioner kepada 32 responden pada perusahaan kontraktor di Jakarta dan Semarang, yaitu manajer proyek, manajer lapangan, atau insinyur proyek, menunjukkan bahwa kriteria proses merupakan kriteria dari karakteristik proyek yang paling mempengaruhi potensi terjadinya perselisihan kontrak pada proyek konstruksi, berturut-turut kemudian manusia, dan proyek. Kemudian, dengan analisis regresi linier berganda dihasilkan sebuah model prediksi perselisihan kontrak dengan hasil prediksi sebagai berikut: bahwa jika skor proyek hasil persamaan regresi masuk dalam kategori 7,421 - 16,161, berarti proyek memiliki 71,429% kesempatan menjadi proyek yang sangat berpotensi mengalami perselisihan kontrak, memiliki 28,571% kesempatan menjadi proyek yang cukup berpotensi mengalami perselisihan kontrak, dan memiliki 0% kesempatan menjadi proyek yang tidak berpotensi mengalami perselisihan kontrak. Selanjutnya, jika skor proyek hasil persamaan regresi masuk dalam kategori 16,162 - 24,901, berarti proyek memiliki 16,667% kesempatan menjadi proyek yang sangat berpotensi mengalami perselisihan kontrak, memiliki 61,111% kesempatan menjadi proyek yang cukup berpotensi mengalami perselisihan kontrak, dan memiliki 22,222% kesempatan menjadi proyek yang tidak berpotensi mengalami perselisihan kontrak. Untuk skor proyek hasil persamaan regresi yang ada pada kategori terakhir yaitu 24,902 - 33,641, berarti proyek memiliki 14,286% kesempatan menjadi proyek yang sangat berpotensi mengalami perselisihan kontrak, memiliki 42,857% kesempatan menjadi proyek yang cukup berpotensi mengalami perselisihan kontrak, dan memiliki 42,857% kesempatan menjadi proyek yang tidak berpotensi mengalami perselisihan kontra

Topics: Manajemen Konstruksi
Year: 2001
OAI identifier: oai:e-journal.uajy.ac.id:10224
Provided by: UAJY repository

Suggested articles


To submit an update or takedown request for this paper, please submit an Update/Correction/Removal Request.