Article thumbnail

Analisis strategi pengembangan komoditas unggulan agribisnis berbasis perkebunan di kabupaten seram bagian timur provinsi maluku

By Muhammad Isnaini Mahulauw

Abstract

Pembangunan pertanian pada era otonomi sesuai amanat Undang–Undang Nomor 32 Tahun 2004, tentang Otonomi Daerah dan Undang–Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah, menuntut peran aktif dari pemerintah daerah dan membuka peluang sekaligus tantangan bagi setiap daerah untuk memanfaatkan sumberdaya yang memiliki baik keunggulan komparatif dan kompetitif dengan memanfaatkan dana alokasi umum dan khusus serta tugas perbantuan secara efektif dan efisien yang diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Pencapaian kesuksesan pelaksanaan pemerintah daerah diperlukan adanya komitmen yang kuat dan berdampak terhadap upaya pengembangan potensi daerah melalui kegiatan agribisnis di bidang perkebunan. Perkebunan sebagai salah satu sektor yang memiliki arti penting dan strategis dalam pembangunan perekonomian daerah dan merupakan sumber devisa serta pendorong bagi tumbuhnya sektor ekonomi dan sekaligus pemerataan ekonomi secara berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur dalam perencanaan pengembangan sektor perkebunan maka perlu memilih mascot komoditas perkebunan unggulan daerah yang melebihi daerah lain. Hal tersebut sesuai Rencana Strategi Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2005-2010, bahwa penentuan komoditas unggulan merupakan hasil identifikasi daerah berdasarkan komoditas unggulan yang dimiliki. Kabupaten Seram Bagian Timur memiliki potensi sumber daya alam yang besar untuk dikembangkan, terdapat hasil minyak bumi mentah, perkebunan, dan kekayaan alam flora fauna yang bisa menjadi andalan daerah ini. Berbagai jenis komoditas unggulan perkebunan juga dihasilkan dari Kabupaten Seram Bagian Timur, diantaranya : kelapa dalam, cengkih, pala, kakao, kopi, jambu mete dengan total produksi pada tahun 2007 sebesar 16.133 ton pada luas areal produksi seluas 34.071,00 ha, dimana tanaman yang menghasilkan seluas 23.739 ha dan yang tidak menghasilkan seluas 10.332 ha yang tersebar merata diempat kecamatan. Untuk mewujudkan pusat pertumbuhan ekonomi di daerah, maka program pembangunan perlu diarahkan kepada suatu komoditas unggulan yang berorientasi pasar, memiliki keunggulan dan berdaya saing. Oleh karena itu untuk meningkatkan pengembangan komoditas unggulan perkebunan di Kabupaten Seram Bagian Timur, maka perlu dilakukan suatu studi tentang Analisis Strategi Pemgembangan Komoditas Unggulan Agribisnis Berbasis Perkebunan yang terencana dan terorganisir secara matang . Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengidentifikasi faktor–faktor strategis yang mempengaruhi pengembangan komoditas unggulan agribisnis berbasis perkebunan, 2) menganalisis dan menentukan komoditas unggulan agribisnis berbasis perkebunan sebagai kompetensi inti, 3) merumuskan strategi alternatif bagi pengembangan komoditas unggulan berbasis perkebunan, 4) menentukan strategi prioritas yang digunakan dalam pengembangan komoditas unggulan agribisnis berbasis perkebunan. Penelitian ini dilaksanakan pada Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku mulai dari bulan Agustus sampai dengan September 2009 dan jumlah responden pakar yang ditemui sebayak 16 orang yaitu; pihak birokrasi, akademisi, politisi, petani dan pedagang pembeli hasil. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode diskriptif melalui survey, wawancara dan kuesioner pada responden yang dipilih secara sengaja (purposive sampling), dengan menggunakan Metode MPE, IFE, EFE, SWOT dan QSPM. Hasil penelitian diperoleh 24 faktor-faktor kriteria strategi yaitu: 1) otonomi daerah, 2) letak geografis, 3) ketersediaan lahan, 4) kesesuaian lahan, 5) motivasi petani, 6) ketersediaan modal, 7) dukungan pemerintah daerah, 8) ketersediaan saprodi, 9) peluang pasar, 10) Sosial budaya masyarakat, 11) program kerja dinas perkebunan dan kehutanan, 12) koordinasi instansi terkait, 13) pertumbuhan ekonomi masyarakat, 14) kerusakan alam, 15) hak ulayat atas tanah, 16) politik dan keamanan, 17) kemampuan manajemen usahatani, 18) kelembagaan penunjang, 19) SDM, 20) teknologi tepat guna, 21) produk sejenis/pesaing, 22) lingkungan alam/iklim, 23) teknologi dan informasi dan 24) fluktuasi harga. Berdasarkan penilaian kriteria responden dan data sekunder, maka komoditas yang layak digunakan menjadi komoditas unggulan Kabupaten Seram Bagian Timur adalah kelapa dalam, pala, cengkih, kakao, kopi dan jambu mete. Dengan analisis Metode Perbandingan Eksponensial (MPE), dari keenam komoditas tersebut diperoleh komoditas yang layak dikembangkan adalah kelapa dalam, dengan nilai skor 28,020 ( peringkat I) Untuk memperoleh strategi yang tepat bagi pengembangan komoditas unggulan kelapa dalam di Kabupaten Seram Bagian Timur, dilakukan dengan melihat faktor-faktor lingkungan internal maupun eksternal yang mempengaruhinya. Faktor-faktor internal sebagai kekuatan adalah : 1) ketersediaan lahan, 2) kesesuaian lahan, 3) motivasi petani, 4) program kerja dinas perkebunan, 5) tersedianya saprodi, 6) tersedianya infrastruktur. Sebagai kelemahannya, 1) ketersediaan modal, 2) koordinasi lembaga, 3) kuatnya hak ulayat atas tanah, 4) kemampuan manjemen usahatani, 5) SDM, 6) teknologi tepat guna. Faktor internal yang mempunyai tingkat kepentingan relatif tinggi memberikan pengaruh terbesar bagi pengembangan komoditas unggulan kelapa dalam di Kabupaten Seram Bagian Timur adalah : 1) kesesuaian lahan (bobot nilai= 0,103), 2) ketersediaan lahan (bobot nilai = 0,092) dan program dinas perkebunan (bobot nilai = 0,088) dengan rating 4. Kekuatan utama adalah: 1) motivasi petani, 2) tersedianya saprodi, 3) ketersediaan lembaga penunjang dengan masing-masing rating 3. Disisi lain, yang menjadi kelemahan utama adalah ; kemampuan manajemen usahatani dan penggunaan teknologi tepat guna (reting 1). Hasil skor total pembobotan = 2,60 (diatas rata-rata) berarti kondisi Pemerintah Daerah/Dinas Perkebunan dan Kehutanan dan masyarakat tani secara internal (kekuatan dan kelemahan) sudah baik, dalam upaya pengembangan komoditas unggulan kelapa dalam di Kabupaten Seram Bagian Timur. Faktor eksternal sebagai peluang adalah: 1) otonomi daerah, 2) dukungan pemerintah daerah, 3) pertumbuhan ekonomi, 4) lingkungan iklim, 5) peluang pasar, 6) sosial budaya masyarakat, 7) perkembangan teknologi dan informasi. Sebagai ancaman adalah : 1) fluktuasi harga, 2) kerusakan alam, 3) letak geografis, 4) produk sejenis dari daerah lain, 5) politik dan keamanan. Hasil analisis matriks EFE diperoleh faktor eksternal yang mempunyai kepentingan relatif tinggi memberikan pengaruh terbesar bagi pengembangan komoditas unggulan kelapa dalam adalah :1) dukungan pemerintah dengan bobot 0,101. 2) otonomi daerah dengan bobot 0,096, dan 3) pertumbuhan ekonomi dengan bobot 0,095. Hasil skor total pembobotan 2,384 (dibawah rata-rata) berarti secara eksternal Dinas Perkebunan dan Kehutanan dan masyarakat tani belum merespon dengan baik terhadap peluang dan ancaman yang dimiliki, atau strategi yang dilakukan selama ini belum efektif dalam upaya pengembangan komoditas unggulan kelapa dalam di Kabupaten Seram Bagian Timur. Hasil analisis melalui matriks SWOT diperoleh enam strategi alternatif dalam pengembangan komoditas unggulan kelapa dalam di Kabupaten Seram Bagian Timur, yang merupakan kombinasi antara kekuatan–peluang, kekuatan–ancaman, kelemahan–ancaman dan kelemahan–peluang. Strategi alternatif tersebut adalah : 1) menjalin dan meningkatkan kemitraan, 2) pengembangan kawasan sentra produksi 3) peningkatan kualitas produksi dan penanganan SDA secara baik, 4) sosialisasi dan pembinaan masyarakat, 5) penumbuhan dan pengembangan kelompok tani, 6) peningkatan peran kelembagaan pendukung. Untuk meperoleh strategi prioritas dari enam strategi alternatif bagi pengembangan komoditas unggulan kelapa dalam di Kabupaten Seram Bagian Timur, dilakukan analisis QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix). Strategi prioritas yang dihasilkan berdasarkan nilai Total Attractiveness Score (TAS) adalah : 1) pengembangan kawasan sentra produksi, 2) peningkatan peran kelembagaan pendukung, 3) penumbuhan dan pengembangan kelompok tani (asosiasi petani kelapa) , 4) peningkatan kualitas produk dan penanganan SDA secara baik, 5) menjalin dan meningkatkan kemitraan, 6) sosialisasi dan pembinaan masyarakat/petani. Strategi prioritas yang difokuskan oleh Dinas Perkebunan dan Kehutanan serta masyarakt/petani dalam upaya pengembangan komoditas unggulan kelapa dalam di Kabupaten Seram Bagian Timur adalah pengembangan kawasan sentra produksi (strategi II). Strategi prioritas ini harus tetap terintegrasi dengan lima strategi alternatif yang lain, guna keberhasilan pengembangan komoditas unggulan kelapa dalam di Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku di masa datang. Pengembangan kawasan sentra produksi harus tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan serta sosial budaya masyarakat setempat. Keberhasilan Pengembangan kawasan sentra produksi di Kabupaten Seram Bagian Timur, masa sekarang, dan masa yang akan datang, akan berhasil dengan dukungan dan partisipasi aktif dari masyarakat, disertai dengan tanggung jawab moral yang tinggi dari setiap pelaku agribisnis yang terlibat dalam pengembangan kawasan sentra produksi

Topics: Manajemen Strategi
Year: 2009
OAI identifier: oai:repository.sb.ipb.ac.id:1819
Provided by: MB IPB Repository

To submit an update or takedown request for this paper, please submit an Update/Correction/Removal Request.

Suggested articles