Article thumbnail

Analisis pengembangan usaha kecil menengah (UMKM) di Pesantren Annabila (studi kasus di Pesantren Annabila)

By Leni Setiawardani

Abstract

Skripsi ini membahas tentang Analisis pengembangan usaha kecil di kalangan pesantren. Penelitian ini dilatarbelakanagi dengan adanya santri-santri yang sedang mencari ilmu di pesantren sambil bekerja di perusahaan yang dimiliki oleh manajernya. Menentukan karyawan merupakan salah satu aspek yang penting untuk memajukan perusahaan tersebut. Salah dalam menentukan karyawan maka akan berakibat fatal terhadap kinerja karyawanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana caranya mengoptimalisasikan usaha yang ada di perusahaan Annabila. Lalu untuk mengetahui apa saja permasalahan yang ada di perusahaan tersebut. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode diskriptif yaitu dengan cara memaparkan informasi-informasi yang ada di perusahaan Annabila secara langsung yang berhubungan dengan permasalahan-permasalahan yang ada di perusahaan tersebut dan mengoptimalisasikan permasalahn tersebut dengan berbagai teori yang bersangkutan dengan permasalahan tersebut, tehnik analisa menggunakan data primer yang langsung diperoleh dari perusahaan Annabila . Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa di perusahaan Annabila yang ada di desa Selo, kabupaten Purwodadi untuk mengembangkan usaha manajer harus mengoptimalisasikan permasalahan yang ada agar lebih baik. Untuk menganalisis permasalahan di perusahaan bisa dilihat dengan menggunakan dua faktor yaitu faktor internal (komunikasi kerja, modal) dan factor ekternal (perekrutan karyawan, pemasaran). Dalam mengoptimalisasikan usahanya manajer dalam berkomunikasi sudah menggunakan konsep keterbukaan dan dukungan dengan karyawanya, sedangkan untuk masalah modal manajer sudah menggunakan konsep keberkahan, pertumbuhan dan keridhanan Allah. Dalam hal ini perusahaan tersebut sudah baik karena sudah menggunakan cara-cara yang efektif dan sudah menggunakan teori Islam. Namun masih ada salah satu masalah yang belum menggunakan konsep islam yaitu tentang perekrutan karyawan karena di perusahaan tersebut masih menggunakan konsep konvesional karena manajer menerima siapa saja yang ingin bekerja di perusahaan tersebut

Topics: 297.273 Islam and economics, 297.77 Islamic religious education
Year: 2015
OAI identifier: oai:eprints.walisongo.ac.id:4338

Suggested articles


To submit an update or takedown request for this paper, please submit an Update/Correction/Removal Request.