Article thumbnail

The meaning behind chicken throwing in wedding ceremony (study of Kudus Kulon and Wetan society)

By Muhammad Fadhlullah

Abstract

Tradisi yang ada disekitar kita adalah sebuah warisan dari leluhur. Salah satunya adalah Tradisi Pembuangan Ayam di Kota Kudus. Tradisi ini dilaksanakan ketika salah ada warga Kudus Kulon menikah dengan Warga Kudus Wetan atau sebaliknya. Tradisi ini merupakan pembuangan ayam ke sungai Gelis untuk mencegah terjadinya malapetaka bagi pengantin baru. Setiap leluhur selalu memberikan makna pada tradisi tetapi tidak secara langsung. Maka dari itu penulis ingin menguak makna dibalin tradisi Pembuangan Ayam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk memperoleh data penulis melakukan wawancara. Sumber primer berasal dari masyarakat Kudus Kulon dan Wetan. Sebagai analisisnya penulis menggunakan pendekatan semiotik Charles Sander Peirce. Khususnya pada teori simbol. Simbol adalah sesuatu yang mewakili sesuatu. Kunci pokoknya ialah pada proes triadik, Representament, Objek, dan Interpretan. Tradisi Pembuangan Ayam mempunyai banyak makna. Pertama, pada masa Hindhu tradisi ini adalah simbol sesajen yang diberikan kepada makhluk halus di Sungai Gelis. Kedua, pada masa pengikut Sunan Kudus tradisi ini punya makna yang berbeda. Mereka mengubah tujuan tradisi ini menjadi shodaqoh yang ditujukan kepada gelandangan. Ketiga, pada masa sekarang tradisi ini dilakukan hanya sebatas mengikuti orang tua mereka

Topics: 297.577 Marriage and family life, 392 Customs of life cycle and domestic life
Year: 2014
OAI identifier: oai:eprints.walisongo.ac.id:3964

Suggested articles


To submit an update or takedown request for this paper, please submit an Update/Correction/Removal Request.