Article thumbnail

WACANA KENAIKAN UPAH MINIMUM DI SKH BISNIS INDONESIA (Analisis Wacana Kritis Van Djik Mengenai Pemberitaan Polemik Kenaikan Upah Buruh di SKH Bisnis Indonesia Edisi November 2012)

By Denita br Matondang

Abstract

Upah merupakan sumber pendapatan utama bagi buruh. Untuk melindungi buruh dari ketidak-adilan upah, Pemerintah mengeluarkan Undang-undang No. 13 Tahun 2003 pasal 88 ayat 2 dan pasal 89 yang mengatur tentang kebijakan upah minimum. Dengan tujuan agar pengusaha membayar upah tidak lebih rendah dari jumlah besaran upah minimum yang ditetapkan. Berkaitan dengan hal tersebut, menarik untuk melihat pemberitaan penentuan besaran upah minimum di media massa, terutama pada tahun 2012. Pengusaha keberatan akan jumlah besaran upah ataupun terhadap peraturan penentuan Komponen Hidup Layak (KHL yang dikeluarkan pemerintah. Buruh merasa tidak pernah mendapatkan upah yang layak untuk hidup sejahtera. Apalagi tingkat perekonomian Indonesia sejak tahun 2010 semakin meningkat. Aksi unjuk rasa buruh menuntut kenaikan upah, aksi unjuk rasa menganggu ketertiban dan situasi perekonomian Indonesia menjadi headline disejumlah media massa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metoode analisis wacana Teun A. Van Dijk dengan tujuan untuk melihat bagaimana wacana dominan teks pemberitaan polemik kenaikan upah minimum tahun 2013 di SKH Bisnis Indonesia, diproduksi, dan diolah oleh wartawan menjadi sebuah berita utuh. Penelitian ini mengunakan tiga level unit analisis yakni level teks, kognisi sosial dan analisis sosial. Ketiga level tersebut saling berhubungan satu dengan yang lain untuk menjelaskan bagaimana teks diproduksi melalui representasi kognisi sosial wartawan dan kemudian disebarkan serta dilegimitasi ke tengah masyarakat. Hasil temuan,pada level teks memperlihatkan bahwa berita informasi atau defenisi polemik kenaikan upah minimum tahun 2013 sebagain besar berasal dari perspektif pengusaha, pemerintah dan ahli ekononom dibandingkan buruh. penggunaan diksi seperti daya saing, iklim investasi, situasi perekonomian menunjukkan benang merah terhadap pemberitaan polemik kenaikan upah minimum tahun 2013 yang diangkat SKH Bisnis Indonesia. Pada level kognisi sosial, wartawan menggunakan skema peristiwa yang tajam dalam memahmi peristiwa kenaikan upah minimum tahun 2013. Didukung dengan pernyatan dari hasil wawacara yang peneliti lakukan. Terakhir, pada level analisis sosial menunjukkan kekuasaan dan akses yang dimiliki masing-masing pelibat wacana untuk mengembangkan wacana, diproduksi media massa dan dilegimitasi di tengah masyarakat

Topics: Jurnalisme
Year: 2015
OAI identifier: oai:e-journal.uajy.ac.id:9436
Provided by: UAJY repository

Suggested articles


To submit an update or takedown request for this paper, please submit an Update/Correction/Removal Request.