Location of Repository

Analisis pengaruh efektivitas sistem penilaian kinerja terhadap motivasi kerja, kepuasan kerja dan kinerja karyawan pt coats rejo indonesia

By Ratih Maria Dhewi

Abstract

Menghadapi persaingan yang semakin ketat dalam industri benang, setiap perusahaan produsen benang dituntut untuk mampu menghadapi persaingan tersebut dengan semua sumberdaya yang dimilikinya. PT Coats Rejo Indonesia merupakan perusahaan produsen benang dengan pangsa pasar terbesar di Indonesia (mencapai sekitar 50 persen), bersifat komplementer dengan industri tekstil, terutama industri pakaian jadi, maupun industri-industri produk berbahan baku atau bahan pendukung benang, seperti industri alas kaki, tas, dan otomotif. Perusahaan multinasional yang berpusat di negara Inggris tersebut selalu berupaya untuk menjadi produsen benang terbaik di dunia. Untuk memenangkan persaingan di pasar lokal dan internasional, pihak manajemen puncak PT. Coats Rejo Indonesia telah menyadari pentingnya kontribusi SDM terhadap upaya perusahaan mencapai tujuan. Salah satu cara perusahaan untuk menciptakan SDM yang handal adalah dengan meningkatkan kinerja karyawan. PT Coats Rejo Indonesia telah memperoleh pengakuan ISO 9002 dan QS 9000. Oleh karena itu perusahaan harus dikembangkan secara terus-menerus sehingga mempunyai daya saing yang tinggi serta menghindari hal-hal yang dapat merugikan, seperti menurunnya kinerja perusahaan yang dapat dikarenakan rendahnya keterampilan dan pengetahuan karyawan, rendahnya mutu kerja karyawan dan tingginya tingkat kemangkiran. Untuk menjaga kontinuitas PT Coats Rejo Indonesia diperlukan karyawan yang memiliki prestasi kerja yang baik yang dapat mempertahankan kinerja perusahaan.\ud Mengingat pentingnya peran aktif dari sumberdaya manusia, maka perlu adanya pengelolaan sumberdaya manusia dari pihak manajemen sehingga dapat memberikan hasil kerja yang optimal bagi perusahaan. Salah satu cara untuk mengoptimalkan hasil kerja karyawan yaitu dengan mengadakan penilaian kinerja karyawan agar mendorong mereka untuk dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan lebih baik. PT. Coats Rejo Indonesia juga telah memiliki sistem dan pelaksanaan penilaian kinerja untuk para karyawannya, namun menurut informasi dari pihak manajemen PT Coats Rejo Indonesia, ada beberapa permasalahan utama yang teridentifikasi dalam hubungannya dengan sistem penilaian kinerja di PT Coats Rejo Indonesia antara lain adalah :\ud (1) Belum adanya standar penilaian kinerja yang spesifik pada job description sebagai acuan bagi pegawai dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diembannya, sehingga pada umumnya menimbulkan kurangnya motivasi dan rendahnya semangat kerja karyawan dalam menjalankan aktivitas perusahaan.\ud (2) Penilaian kinerja sering dianggap tidak obyektif dan cenderung sekedar formalitas, prosedur penilaiannya masih banyak mengandung kontroversi karena unsur subyektivitas yang didominasi oleh persepsi atasan. \ud (3) Belum adanya buku catatan penilaian pengamatan atasan terhadap kinerja bawahan secara menyeluruh dari waktu ke waktu. \ud (4) Data internal perusahaan pada akhir tahun 2004 menunjukkan Turn over karyawan yang cukup tinggi sebesar 11,1%, terutama di divisi marketing. \ud Hal-hal itulah yang diduga memicu munculnya nilai akhir dari penilaian kinerja yang kurang mencerminkan kondisi yang sebenarnya. Sistem penilaian kinerja yang tidak lengkap dan menyeluruh akan mengakibatkan kekecewaan dan ketidakpuasan bagi beberapa kelompok yang dinilai. Hal ini akan mengakibatkan penurunan motivasi kerja yang pada akhirnya berakibat menurunnya kinerja perusahaan.\ud Oleh karena itu dengan melihat pentingnya penilaian kinerja karyawan bagi kemajuan perusahaan dan karyawan, maka perlu untuk mengkaji faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keefektivitasan penilaian kinerja karyawan sehingga hasilnya dapat dipergunakan oleh pihak manajemen untuk perbaikan program penilaian prestasi kerja dimasa yang akan datang. Adapun tujuan dari penelitian ini, yaitu: (1) Mengevaluasi efektivitas sistem penilaian kinerja karyawan yang dilaksanakan di PT Coats Rejo Indonesia. (2) Mengidentifikasi unsur yang paling dominan dari tiap unsur efektivitas penilaian kinerja karyawan dalam mempengaruhi motivasi, kepuasan dan kinerja karyawan di PT Coats Rejo Indonesia. (3) Memberikan prioritas pembenahan terhadap pelaksanaan penilaian kinerja yang sesuai dengan harapan karyawan di PT Coats Rejo Indonesia. \ud Penelitian ini hanya dibatasi pada karyawan yang berstatus sebagai karyawan tetap (staf, supervisor dan manager) dengan responden sebanyak 61 orang. Penelitian ini dilakukan di PT Coats Rejo Indonesia, Bogor pada bulan Oktober sampai Desember 2005. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode stratified random sampling. Analisis data menggunakan Structural Equation Modelling (SEM). Analisis SEM digunakan untuk menguji kesesuaian antara model kepuasan yang sudah disusun secara teoritis dengan data empiris yang ada di lapangan. Pengolahan data SEM diuji dengan menggunakan software LISREL 8.51 yang kemudian hasilnya digunakan dalam analisis pembahasan dan implikasi manajerial bagi organisasi.\ud Atribut yang dianalisis terdiri dari 11 peubah indikator yang dikelompokkan ke dalam lima peubah laten eksogen (dimensi) efektivitas penilaian kinerja karyawan, yakni relevansi, sensitivitas, keandalan, kemamputerimaan, dan kepraktisan. Peubah laten eksogen relevansi terdiri dari dua peubah indikator, yaitu: terkait dengan standar dan tujuan organisasi (X1) dan elemen-elemen dalam pekerjaan sudah terkait dengan dimensi-dimensi yang dinilai dalam formulir penilaian kinerja (X2). Peubah laten eksogen sensitivitas terdiri dari dua peubah indikator, yaitu: mampu membedakan kinerja karyawan yang produktif dan kurang produktif (X3), mampu membedakan karyawan yang berkinerja baik dan buruk, sehingga dapat memotivasi dalam bekerja (X4). Peubah laten eksogen keandalan terdiri dari dua peubah indikator, yaitu: penilaian yang dilakukan penilai yang satu dengan penilai yang lainnya sudah saling bersesuaian (X5) dan ukuran yang obyektif dan adil (X6). Peubah laten eksogen kemamputerimaan terdiri dari tiga peubah indikator, yaitu: sosialisasi sistem penilaian kinerja (X7), hasil penilaian kinerja (nilai) terhadap yang dinilai (ternilai) telah mendapat dukungan dari penilai (X8) dan dapat diterima karena tidak merepotkan dalam pengisian formulir (X9). Peubah laten eksogen kepraktisan terdiri dari dua peubah indikator, yaitu: instrumen penilaian kinerja telah dipahami oleh penilai dan yang dinilai (X10) dan sistem penilaian kinerja praktis dan mudah digunakan (X11).\ud Berdasarkan hasil analisis Structural Equation Modeling, hasil pengolahan data dengan program LISREL 8.51 menunjukkan standar-standar yang sesuai dengan aturan kecocokan model, sehingga tidak diperlukan lagi berbagai modifikasi. Dalam evaluasi kriteria goodness of fit, terdapat beberapa indeks kesesuaian dan cut off value yang digunakan untuk menguji kecocokan model dengan data yang disajikan (sesuai dengan data empiris). Indeks-indeks tersebut diantaranya yaitu Degree of Freedom (DF), Chi-square, RMSEA (Root Means Square Error of Approximation), dan P-value. Berdasarkan uji kecocokan, mengindikasikan bahwa terdapat kecocokan yang baik antara model dan kenyataan (didukung oleh data empiris). Nilai Chi-Square (X2) yang kecil relatif terhadap derajat bebasnya (DF) menunjukkan bahwa model yang diajukan didukung oleh data empiris. Nilai RMSEA = 0,00 dan P-value = 1,00 menunjukkan adanya kedekatan suatu model dengan populasinya dan model didukung pula oleh data empiris. \ud Hasil penelitian menunjukkan dari kelima peubah laten eksogen (efektivitas penilaian kinerja), ternyata dimensi kemamputerimaan mempunyai kontribusi paling besar terhadap motivasi, kepuasan dan kinerja karyawan di PT Coats Rejo Indonesia dengan nilai koefisien 1,42. Urutan kedua yakni peubah laten Sensitivitas memiliki tingkat kontribusi nilai sebesar 0,59. Sementara itu, peubah laten Relevansi memiliki tingkat kontribusi nilai sebesar 0,56 ; selanjutnya peubah laten Keandalan memiliki tingkat kontribusi nilai sebesar 0,48 ; kontribusi dari peubah laten Kepraktisan hanya bernilai sangat rendah yaitu 0,04 terhadap peningkatan motivasi, kepuasan kerja dan kinerja. Secara keseluruhan isi atau materi (point assessed) yang terdapat dalam penilaian kinerja memberikan kontribusi yang sangat rendah bagi karyawan dalam meningkatkan motivasi, kepuasan kerja dan kinerja karyawan PT Coats Rejo Indonesia. Hal ini mengindikasikan bahwa metode yang selama ini diterapkan belum memenuhi harapan karyawan. \ud Dari analisis penelitian juga menunjukkan jika PT Coats Rejo Indonesia memiliki sistem penilaian kinerja yang efektif maka akan berpengaruh positif terhadap peningkatan motivasi kerja karyawan sebesar 0,56. Dampak terbesar dari sistem penilaian kinerja yang efektif akan memotivasi karyawan PT Coats Rejo Indonesia untuk lebih bertanggung jawab dengan angka kontribusi sebesar 1,47, motivasi terbesar kedua adalah memotivasi karyawan untuk meningkatkan prestasi kerja dengan angka kontribusi sebesar 1,00. Sistem penilaian kinerja yang efektif di PT Coats Rejo Indonesia akan berdampak pula kepada peningkatan untuk bekerja keras (dengan nilai kontribusi 0,97), memotivasi untuk meningkatkan karir setinggi mungkin (dengan nilai kontribusi 0,77), membangun hubungan kerjasama dengan sesama rekan kerja (dengan nilai kontribusi 0,66), dan membangun hubungan kerjasama dengan atasan (dengan nilai kontribusi 0,59).\ud Sistem penilaian kinerja yang efektif akan memotivasi karyawan yang kemudian berpengaruh positif terhadap peningkatan kepuasan kerja karyawan sebesar 0,89. Dampak terbesar dari sistem penilaian kinerja yang efektif akan memotivasi karyawan PT Coats Rejo Indonesia dengan adanya peningkatan kepuasan kerja karena karyawan merasa dihargai dan dipercaya yaitu angka kontribusi sebesar 1,06, kepuasan kerja terbesar kedua adalah adanya peningkatan motivasi karyawan akan memberikan kepuasan atas pengakuan prestasi kerja yang telah dilakukan sebesar 1,00. Selanjutnya bagi responden yang termotivasi akan meningkatkan kepuasan kerja karena memberikan kenaikan gaji (financial award) dengan nilai kontribusi 0,83 dan kesempatan promosi kerja (dengan nilai kontribusi 0,77).\ud Sistem penilaian kinerja yang efektif akan memotivasi karyawan dan berpengaruh positif terhadap peningkatan kinerja karyawan sebesar 0,41. Dampak terbesar dari sistem penilaian kinerja yang efektif akan memotivasi karyawan PT Coats Rejo Indonesia untuk meningkatkan kinerja dengan disiplin dalam mentaati peraturan kerja dan ketentuan jam kerja yang berlaku yaitu nilai kontribusi sebesar 1,06, dampak peningkatan kinerja terbesar kedua dengan adanya sistem penilaian kinerja yang efektif adalah memotivasi karyawan untuk berani menanggung segala akibat dan bertanggung jawab atas keputusan yang ditetapkan dalam hubungannya dengan pelaksanaan tugas sebesar 1,28. Kepuasan kerja akan berpengaruh positif pula terhadap peningkatan kinerja karyawan sebesar 0,32.\ud Adanya penilaian kinerja yang efektif di PT Coats Rejo Indonesia akan berpengaruh terhadap peningkatan motivasi dan kepuasan kerja karyawan yang kemudian memberikan dampak peningkatan kinerja, berturut-turut adalah: melaporkan hasil kerja menurut keadaan sebenarnya (kejujuran) dengan nilai kontribusi 1,24 ; mentaati perintah tugas yang diberikan oleh atasan dengan sebaik-baiknya (loyalitas) dengan nilai kontribusi 1,12 ; mampu mencapai mencapai setiap sasaran dan program kerja individu yang ditetapkan oleh perusahaan (prestasi kerja) dengan nilai kontribusi 1,00 ; mampu menentukan prioritas tugas secara tepat serta mampu menggerakkan bawahan guna mencapai tujuan organisasi (kepemimpinan) dengan nilai kontribusi 0,91 ; selalu mengutamakan kepentingan tugas daripada kepentingan pribadi (dedikasi) dengan nilai kontribusi 0,82 ; mampu untuk selalu memberikan saran/ide (mengenai tugas) yang dipandang baik dan berguna kepada atasan, baik diminta maupun tidak (inisiatif) dengan nilai kontribusi 0,73 ; dan mampu bekerjasama dengan orang lain menurut waktu dan bidang tugas yang ditentukan (kerjasama) dengan nilai kontribusi 0,73.\ud Prioritas pembenahan terhadap pelaksanaan penilaian kinerja yang sesuai dengan harapan karyawan di PT Coats Rejo Indonesia perlu memperhatikan urutan kontribusi unsur efektivitas penilaian kinerja karyawan dalam mempengaruhi motivasi, kepuasan dan kinerja karyawan di PT Coats Rejo Indonesia sesuai angka kontribusi yang perlu mendapat perhatian lebih dari pihak manajemen. Pembenahan yang dapat disarankan untuk penilaian kinerja PT Coats Rejo Indonesia adalah : Melakukan sosialisasi sistem penilaian kinerja; Mengadakan Pelatihan bagi penilai ; Mengakomodasi partisipasi penilai dalam menyusun skala penilaian ; Menerapkan metode management by objective (MBO) dan self appraisal ; Merevisi dan menambahkan point assessed dalam penilaian kinerja yang diperoleh dari hasil analisis pekerjaan yang mendalam (job analysis) yang berbeda bagi tiap departemennya ; Mandatory dari manajemen HRD untuk mengadakan penilaian enam bulan atau tiga bulan sekali dengan memperhatikan integrasinya kepada Manajemen Kinerja (Performance Management) ; Manajemen perlu lebih memperhatikan penghargaan yang berkaitan dengan financial award yang berbeda nyata kepada karyawan teladan atau berprestasi.\ud Model yang telah disusun secara teoritis pada penelitian ini telah sesuai dengan data empiris di lapangan, namun untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengkaji studi lanjutan tentang dimensi manajemen kompensasi dan penghargaan yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan PT Coats Rejo Indonesia

Topics: Manajemen Sumber Daya Manusia
Year: 2006
OAI identifier: oai:repository.sb.ipb.ac.id:2474

Suggested articles


To submit an update or takedown request for this paper, please submit an Update/Correction/Removal Request.