unknown

Etnobotani tumbuhan obat oleh masyarakat Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng Provinsi Bali

Abstract

INDONESIA: Pengetahuan tentang pemanfaatan tumbuhan obat merupakan hal yang sangat penting. Salah satu masyarakat yang masih memanfaatkan tumbuhan obat dari lingkungannya untuk keperluan pengobatan adalah Masyarakat Kecamatan Gerokgak yang berdomisili di Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan, bagian organ tumbuhan yang digunakan, cara mengelola bagian organ dan mengetahui sumber perolehan tumbuhan obat oleh Masyarakat Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng Provinsi Bali. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif-eksploratif dengan metode survei, wawancara terstruktur (structured interview) dan wawancara semi- terstruktur. Populasi dalam penelitian ini adalah Masyarakat Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng Provinsi Bali. Penentuan responden ditentukan dengan dengan menggunakan metode purposive sampling. Adapun responden penelitian yang mewakili ke empat desa yaitu: Desa Celukan Bawang 6 responden, desa Paatas 8 responden, desa Pemutaran 6 responden dan desa Pajarakan 4 respoden. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui terdapat 60 spesies tumbuhan yang digunakan sebagai obat. Spesies tumbuhan yang sering digunakan sebagai obat yaitu tumbuhan bawang putih dan bawang merah dari suku Liliaceae 33,3%, binahong dari suku Basellaceae 33,3% dan temu kunci dari suku Zingiberaceae 33,3%. Bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan untuk obat adalah daun sebesar 39,5%, rimpang sebesar 15,63%, akar sebesar 14,58%, bunga sebesar 13,54%, batang sebesar 7,29%, buah sebesar 5,20%, dan getah 4,16%. Cara penggunaan tumbuhan obat yaitu direbus 50%, direbus dan ditumbuk 21%, ditumbuk 15% dan lainnya 13%. Sumber perolehan tumbuhan obat yang sering digunakan adalah dari hasil budidaya sendiri sebesar 54,28%, membeli dipasar 27,61%, sedangkan tumbuh liar hanya 18,09%. ENGLISH: Knowledge of the medicinal use is very important. Some people who still exploit and use medicinal plants from the environment for the purpose of treatment isGerokgak people who live in the District of Buleleng, Bali Province. This study aims to determine the type of plant, plant organs parts used, how to manage the internal organs and find out the source of the acquisition of medicinal plants by Gerokgak district society of Buleleng regency, Bali Province. This research is descriptive exploratory study by survey method, structured interview and semi-structured interview. The population in this study was society of Gerokgak District of Buleleng regency, Bali Province. The respondence was determined by using purposive sampling method. The survey respondents representing the four villages are: Village CelukanBawang had 6 respondents, 8 respondents for Patasvillages, village Pemutaran had 6 respondents and 4 respondents for village Pajarakan. Based on this research, there are 60 known species of plants are exploited and used medicine. Plant species which are often used as medicine are plant garlic and onion from the tribe Liliaceae about 33,3%, binahong from the Basellaceae about 33,3% and temukunci about 33,3% of Zingiberaceae. Most parts of plants that are used for medicines involve leaves 39,5%, amounting to 15,63 of rhizomes, roots about 14,58%, flower about 13,54%, amounted to7,29% of stems, fruit by 5,20%, and sap for 4,16%. The way to use medicinal plants are boiled 50%, 21% boiled and pounded, pounded 15% and other way is 13%. The source of medicinal plants that are often used are of the result of their own agriculture for 54,28%, 27,16% purchased in the market, while only 18,09% grows in wild

Similar works

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.