Article thumbnail

ANALISIS DAYA DUKUNG TIANG DAN KORELASI ANTARA SPT DAN CPT DI JL. YOGYAKARTA-SOLO, KECAMATAN DEPOK DAN KALASAN, SLEMAN, YOGYAKARTA

By DANIEL RICKY SEPTIA ISWANTA

Abstract

Suatu bangunan dibangun di atas tanah yang mampu menumpu seluruh beban-beban yang disalurkan dari struktur atas (upper structure). Untuk itu, hal pertama yang perlu dilakukan adalah penyelidikan tanah. Adapun metode pengujian yang digunakan dalam penyelidikan tanah di lapangan, yaitu standard penetration test (SPT) dan cone penetration test (CPT). Pengujian penetrometer tersebut sangat berguna karena hasilnya memberikan gambar visual yang jelas dan lengkap tentang kekuatan tanah atau kepadatan tanah. Kota Yogyakarta adalah kota budaya, wisata dan pendidikan. Mempunyai daya tarik yang sangat banyak, Yogyakarta kini menjadi sasaran investor dalam pembangunan infrastruktur. Daerah yang menjadi perhatiannya adalah Kabupaten Sleman. Melihat permasalahan tersebut, maka dibutuhkan sebuah data awal, yaitu data yang nantinya berupa konversi nilai qc dengan N-SPT, sehingga dapat memberikan informasi awal mengenai kondisi dan daya dukung tanah khususnya di Jalan Yogyakarta-Solo, Kecamatan Depok dan Kalasan, Sleman, Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan untuk mencari nilai daya dukung tiang dengan menggunakan metode Schmertmann-Nottingham untuk data CPT dan metode Meyerhoff untuk data SPT maupun data laboratorium, dan korelasi SPT-CPT. Tipe tiang yang digunakan dalam perhitungan adalah tiang pancang berbentuk persegi dengan dimensi 25 cm, 30 cm, 35 cm, dan 40 cm, dan tiang bor berbentuk lingkaran berdiameter 60 cm, 80 cm, dan 100 cm. Hasil analisis pengujian menunjukkan bahwa perhitungan daya dukung tiang dengan menggunakan tiga metode pengujian, yaitu pengujian SPT, CPT, dan parameter hasil laboratorium, didapatkan nilai daya dukung tiang yang baik adalah dari pengujian SPT dan CPT, sebab dalam perhitungan nilai yang didapat dari pengujian SPT dan CPT adalah rata-rata atau hampir sama sedangkan dari pengujian laboratorium nilainya yang terlalu kecil sehingga tidak ekonomis dalam perencanaan pondasi. Sedangkan hasil korelasi SPT-CPT diperoleh dari data Proyek Pembangunan Hotel Bintang 3 sebesar qc = 4,2946 N, untuk Proyek Pembangunan Hotel Platinum Adi Sucipto sebesar qc = 4,5909 N dan Proyek Pembangunan Showroom & Bengkel KIA Motor sebesar qc = 4,4452 N. Korelasi rata-rata yang didapat dari tiga proyek yang dianalisis sebesar qc = 4,39 N

Topics: Struktur
Year: 2015
OAI identifier: oai:e-journal.uajy.ac.id:7691
Provided by: UAJY repository

Suggested articles


To submit an update or takedown request for this paper, please submit an Update/Correction/Removal Request.