REPRESENTASI KULTURAL TOKOH SITI DALAM FILM OPERA JAWA: SEBUAH ANALISIS SEMIOTIKA

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk melihat representasi kultural yang muncul dari tokoh Siti dalam film Opera Jawa. Berbasis pada interpretasi epos Ramayana, film Opera Jawa menyajikan cerita ini dalam konteks modern masyarakat Jawa. Dalam interpretasi tersebut, konflik-konflik yang ada pada karakter di dalam film ini dapat diterjemahkan sebagai refleksi dari permasalahan sosial para tokoh dalam konteks masa kini terutama dengan melihat keterwakilan tokoh-tokoh di dalam film ini dengan konteks yang berlaku di masyarakat. Siti sebagai salah satu tokoh utama dalam film ini menjadi fokus bahasan dalam penelitian, di mana karakter ini diambil dari tokoh Sinta dalam epos Ramayana. Karakterisasi yang muncul dari tokoh Siti mengindikasikan adanya perbedaan antara tokoh ini dan tokoh Sinta. Dengan melihat bahwa sutradara film Opera Jawa, Garin Nugroho meletakkan konteks budaya serta dinamika masyarakat sebagai kekuatan dari tema film-filmnya, maka penelitian ini berusaha untuk melihat representasi kultural yang diwujudkan dari tokoh Siti serta relasinya dengan posisi perempuan dalam masyarakat Jawa dalam konteks kekinian. Dengan menggunakan metode semiotika, peneliti membedah simbol-simbol yang muncul dari karakter Siti di dalam film Opera Jawa melalui konsep triadik Pierce yaitu index, symbol, dan interpretant yang kemudian diaplikasikan menjadi konsep matter of expression di dalam film yaitu adegan-adegan film, suara, serta musik. Dari proses signifikasi tersebut, tokoh Siti direpresentasikan berbeda dari konsepsi ideal perempuan Jawa, di mana tokoh ini memiliki kedinamisan serta secara simbolis berusaha untuk tidak berada di bawah legitimasi laki-laki

Similar works

This paper was published in UAJY repository.

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.