Article thumbnail

RELOKASI PASAR NGASEM DALAM SURAT KABAR (Analisis Framing Pemberitaan Relokasi Pasar Ngasem Dalam Surat Kabar Harian Kedaulatan Rakyat dan Surat Kabar Harian Jogja)

By Nadia Talita

Abstract

Penelitian ini mengkaji menegenai pemberitaan relokasi Pasar Ngasem di SKH Kedaulatan Rakyat dan SK Harian Jogja. Penelitian ini ingin melihat bagaimana suatu peristiwa diberitakan oleh media massa. Sehingga rumusan masalah yang ingin dibahas dalam penelitian adalah bagaimana SKH Kedaulatan Rakyat dan Harian Jogja membingkai pemberitaan relokasi Pasar Ngasem. Berlandaskan pada paradigma konstruktivis, penelitian ini berpandangan bahwa teks berita merupakan sebuah hal yang dikonstruksi dan dibentuk. Sehingga teks berita dipahami sebagai sesuatu yang subyektif. Framing merupakan salah satu strategi dari pengemasan teks berita, strategi framing dari SKH Kedaulatan Rakyat dan SK Harian Jogja inilah yang akan menjadi inti pembahasan dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan model framing milik Pan dan Kosicki untuk menganalisis pada tahap level teks, sedangkan untuk level konteks menggunakan metode deep interview yang kemudian akan dianalisis menggunakan teori framing process milik Dietram A.Scheufele. Data yang diperoleh dari analisis kedua level tersebut kemudian akan digabungkan dan akan ditarik sebuah kesimpulan dari hasil masing-masing media tersebut. Dalam pembahasan ditemukan bahwa Kedaulatan Rakyat dan Harian Jogja mempunyai pandangan yang berbeda terhadap permasalahan relokasi Pasar Ngasem ini. Kedaulatan Rakyat dalam pandangannya mengenai relokasi Pasar Ngasem lebih kepada relokasi adalah sebuah kebijakan dari pemerintah yang melihat perkembangan pasar yang memang sudah tidak layak digunakan lagi, sedangkan Harian Jogja lebih melihat pada sisi Pasar Ngasem sebagai pembentuk identitas Jogja yang mendasari hal tersebut adalah sejarah Pasar Ngasem. Kesimpulan dari hasil yang dilakukan adalah SKH Kedaulatan Rakyat memandang relokasi merupakan kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk penataan kota kearah yang lebih baik dan membingkai apa yang dijanjikan pemerintah sudah benar-benar terealisasikan sehingga tidak ada masyarakat yang merasa dikorbankan, sedangkan SK Harian Jogja memnadang Pasar Ngasem adalah pembentuk identitas Jogja yang mendasari hal tersebut adalah sejarah Pasar Ngasem dan membingkai relokasi Pasar Ngasem ke Pasthy belum terealisasikan dengan baik dan masih banyak yang perlu dibenahi

Topics: Jurnalisme
Year: 2011
OAI identifier: oai:e-journal.uajy.ac.id:2364
Provided by: UAJY repository

Suggested articles


To submit an update or takedown request for this paper, please submit an Update/Correction/Removal Request.