Article thumbnail

STRATEGI PENINGKATAN MUTU SUSU KUDA DI KABUPATEN SUMBAWA

By Kiki Yulianto and Dinar Suksmayu Saputri

Abstract

Susu kuda sumbawa merupakan produk pangan bergizi hasil perahan kuda yang diternak secaraekstensif dengan pemanfaatan lar oleh para peternak. Susu yang terkumpul kemudian dijual langsungtanpa proses pengolahan oleh peternak. Biasanya peternak menjual dan mengemas susu kuda dalambotol bekas air mineral. Proses pengolahan dan kemasan yang tidak sesuai standard dapat berakibatpada penurunan daya saing dan mutu produk. Menurut SNI 01-6054-1999, syarat mutu susu kudameliputi keadaan bau asam menyengat, rasa asam, warna putih, penampakan cair; tidak terdapat bendaasing; bobot jenis minimal 1,020; lemak minimal 1,3%; protein minimal 2%; pH minimal 3; tidak adapati; bahan padatan tanpa lemak minimal 5,5%; cemaran logam meliputi timbal (Pb) maksimalmaksimal 0,3 mg/kg, tembaga (Cu) maksimal 20 mg/kg, seng (Zn) maksimal 40 mg/kg, timah (Sn)maksimal 40 mg/kg, raksa (Hg) maksimal 0,03 mg/kg; arsen maksimal 0,1 mg/kg; cemaran mikrobabacteri coliform < 3 APM/ml; tidak ada bahan tambahan makanan. Tujuan penelitian ini adalah (1).Mengidentifikasi atribut-atribut mutu susu kuda di Kabupaten Sumbawa yang menjadi kebutuhan danharapan konsumen. (2). Mengevaluasi kesesuaian mutu susu kuda di Kabupaten Sumbawa denganStandard Nasional Indonesia (SNI). (3). Merumuskan strategi peningkatan mutu susu kuda yang tepatuntuk mencapai keunggulan daya saing susu kuda dari Kabupaten Sumbawa. Berdasarkan penelitianini dihasilkan atribut-atribut mutu susu kuda di Kabupaten Sumbawa terdapat 10 atribut mutu yangmenjadi kebutuhan dan harapan konsumen diantaranya, yaitu: (1). Benda Asing, (2). Bau, (3). Rasa,(4). Warna, (5). Penampakan, (6). Harga, (7). Desain kemasan, (8). Daya tahan, (9). Mudah Didapatkan,(10). Keaslian Susu. Kemudian Hasil Evaluasi kesesuaian karakteristik mutu dengan membandingkansetiap nilai karakteristik mutu produk susu kuda sumbawa dengan SNI, diperoleh bahwa karakteristikmutu produk susu kuda sumbawa masih tinggi karena dari 12 karakteristik persyaratan mutu hanya 1yang belum memenuhi standar yang ditetapkan yaitu cemaran mikroba bakteri coliform. Prioritasalternative strategi dalam peningkatan mutu susu kuda di Kabupaten Sumbawa, yaitu: (1). Penyesuaianmutu produk dengan harapan konsumen dengan bobot penilaian 0,352, (2). Melakukan TransferTeknologi dengan bobot penilaian 0,252, (3). Meningkatkan proses pengolahan yang hygienis denganbobot penilaian 0,249 dan, (4). Pengujian dan pemeliharaan mesin serta alat produksi dengan bobot0,147

Topics: Syarat mutu, Susu kuda sumbawa, Strategi peningkatan mutu
Publisher: 'LPPM Universitas Teknologi Sumbawa'
Year: 2017
DOI identifier: 10.36761/jt.v2i3.169
OAI identifier: oai:jurnal.uts.ac.id:article/169

Suggested articles


To submit an update or takedown request for this paper, please submit an Update/Correction/Removal Request.