Sejarah kesenian Islam Jedor desa Sendangagung kecamatan Paciran kabupaten Lamongan (1970-2019)

Abstract

Kesenian Jedor merupakan kesenian yang tersebar di Indonesia terutama di Pulau Jawa, meskipun dengan penyebutan yanng berbeda-beda. Kesenian ini menggunaan jidur, terbang/rebana serta kendang sebagai instrumennya. Salah satu desa yang memiliki kesenian ini adalah Desa Sendangagung, seni Jedor digunakan oleh masyarakat khususnya masyarakat Desa Sendangagung Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan untuk mewujudkan rasa cinta terhadap Nabi Muhammad, selain itu masyarakat juga menggunakan kesenian ini sebagai media hiburan. Penelitian kesenian Jedor ini memiliki tujuan untuk memahami kesenian Jedor di Desa Sendangagung dengan mengetahui perubahan serta perkembangan yang dialami oleh kelompok Jedor Sendagagung pada tahun 1970-2019. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode penelitian sejarah untuk mencari tahu perkembangan dari masa ke masa, serta menggunakan teori antropologi kognitif dan evolusi budaya. Teknik analisis yang digunakan adalah dengan menuliskan secara deskrptif hasil penelitian. Kesenian Jedor Desa Sendangagung mengalami dinamika perkembangan dan perubahan dari tahun 1970-2019, di antara penambahan instrumen musik, tambahan lagu, perubahan mnajamen dan fungsi. Dinamika tersebut disebabkan karena adanya pengaruh dari faktor internal dan eksternal, Faktor internal berasal dari diri pemain Jedor da faktor eksternal berasal dar pengaruh luar seperti kontak denga kesenian lain, perubahan tradisi dan teknologi

Similar works

This paper was published in Digital Library of UIN Sunan Ampel.

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.