Article thumbnail

Materi dakwah Nabi Muhammad SAW kepada kafir Makkah

By Alif Maulana Zaenal Ma’arif

Abstract

Awal perjuangan Nabi Muhammad SAW menyiarkan Islam di Makkah, situasi yang dialami Nabi Muhammad SAW dan umat Islam begitu berat, sehingga pada saat itu Nabi Muhammad SAW dan kaum muslimin mendapatkan tekanan, penyiksaan, pemboikotan dan ancaman pembunuhan dari kafir Makkah. Walaupun Nabi Muhammad SAW mendapatkan tekanan, pemboikotan dan ancaman, Nabi Muhammad SAW masih terus berdakwah. Sementara masyarakat Makkah pada saat itu terkenal dengan masyarakat jahiliyah, dimana mereka masih banyak yang menyembah berhala, sehingga materi apa yang di ajarkan Nabi Muhammad SAW ketika berdakwah kepada kafir Makkah. Skripsi ini memfokuskan pada: 1. Apa materi dakwah Nabi Muhammad SAW kepada kafir Makkah 2. Bagaimana relevansi materi dakwah Nabi Muhammad SAW kepada kafir Makkah di masa modern. Jenis penelitian ini adalah kepustakaan (library reseach) yang dilakukan dengan menghimpun dan menganalisis data yang bersumber dari perpustakaan dengan menggunakan kualitatif literer, dengan spesifikasi penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Metode pengumpulan data menggunakan dekumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah Rasulallah SAW senantiasa memperoleh bimbingan dari Allah SWT, berupa wahyu yang diturunkan kepadanya secara berangsur-angsur. Selain sebagai pedoman Nabi Muhammad SAW dalam melaksanakan tugasnya, Al- Qur’an juga berfungsi sebagai fungsi materi dakwah yang harus disampaikan Nabi Muhammad SAW kepada umatnya. Di dalam dakwahnya di Makkah. Rasulallah SAW memfokuskan pada tiga bidang yang dijadikan sasaran, antara lain. 1. Pendidikan tauhid. 2. Iman kepada hari akhir. 3. Kesucian jiwa. Relevansi materi dakwah Nabi Muhammad SAW kepada kafir Makkah yaitu 1. Pendidikan tauhid kalau didakwahkan pada zaman sekarang masih relevan, karena dalam budaya tertentu terkadang kita masih melihat masih banyak orang yang melakukan sholat tapi melakukan sesaji untuk memuja sesuatu yang menurut mereka juga mempunyai kekuatan gaib. 2. Kepercayaan hari akhir merupakan perhitungan amal yang telah dilakukan selama hidup di dunia. Agar dapat merasakan nikmat di hari akhir sesorang harus menjalankan perintah Allah SWT dan menjahu larangan-Nya. 3. Kesucian jiwa merupakan proses penyucian dari perbuatan syirik dan dosa. Pembersihan jiwa, yang mana hal itu, bertujuan agar terciptanya insan yang kamil yang senantiasa menjahui kemungkaran dan kekejian

Topics: 297.74 Dakwah
Year: 2019
OAI identifier: oai:eprints.walisongo.ac.id:11050

Suggested articles


To submit an update or takedown request for this paper, please submit an Update/Correction/Removal Request.