Article thumbnail

DEFISIT TUTURAN ANAK TUNA RUNGU DALAM WACANA AKADEMIK DI SLB NEGERI GIANYAR: KAJIAN PRAGMATIK KLINIS

By I Putu Gede Sutrisna

Abstract

Defisit pragmatik merupakan ketidaksempurnaan dalam mengucapkan simbol-simbol bahasa karena gangguan medis. Ketidaksempurnaan tersebut mengakibatkan gangguan berbahasa seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan defisit tuturan anak tuna rungu dalam wacana akademik, meliputi (1) tindak tutur anak tuna rungu, dan (2) kendala tutur anak tuna rungu. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan wawancara dengan teknik perekaman. Data penelitian ini berupa data deskriptif dan refektif. Hasil penelitian ini adalah (1) terdapat defisit tindak tutur asertif, tindak tutur direktif, tindak tutur komisif, dan tindak tutur ekspresif. (2) Kendala tutur yang dialami oleh anak tuna rungu terjadi pada bentuk tuturan yang diujarkan dan sering terdengar tidak jelas.   Pragmatic deficits are imperfections in pronouncing language symbols because of medical disorders. These imperfections cause a person's language disorder. This study aims to describe the deficits of speech of deaf children in academic discourse, including (1) speech acts of deaf children, and (2) constraints of speech by deaf children. This study uses a qualitative descriptive design. Data collection methods used are the method of observation and interviews with recording techniques. The research data is descriptive and refective data. The results of this study are (1) there is a deficit of assertive speech acts, directive speech acts, commissive speech acts, and expressive speech acts. (2) Speech constraints experienced by deaf children occur in the form of speech spoken and often sounds obscure

Topics: defisit, tindak tutur, kendala tutur, anak tunarungu
Publisher: Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni IKIP PGRI Bali
Year: 2019
OAI identifier: oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/292

Suggested articles


To submit an update or takedown request for this paper, please submit an Update/Correction/Removal Request.