Article thumbnail

PERJANJIAN KEMITRAAN USAHA PADA PETERNAK AYAM PEDAGING (BROILER) DALAM HUBUNGAN INTI PLASMA DIKABUPATEN KUDUS

By JOHAN PRASTYO WIBOWO

Abstract

Skripsi yang berjudul “PERJANJIAN KEMITRAAN USAHA PADA PETERNAK AYAM PEDAGING (BROILER) DI KABUPATEN KUDUS” ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan perjanjian kemitraan usaha pada peternakan ayam pedaging (broiler) dalam hubungan hukum antara inti dengan plasma di Kabupaten Kudus, mengetahui bentuk perlindungan hukum terhadap pihak peternak ayam dan pengusaha peternakan apabila terjadi suatu sengketa, serta untuk mengetahui kelemahan-kelemahan maupun keunggulan dalam hubungan kemitraan usaha pada peternak ayam pedaging (broiler) dalam hubungan hukum antara inti dengan plasma di Kabupaten Kudus. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis sosiologis. Data yang dikumpulkan untuk mencapai tujuan tersebut adalah berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara bebas terpimpin dan kuesioner tertutup, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi pustaka. Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa pelaksanaan perjanjian kemitraan usaha pada peternakan ayam pedaging (broiler) dalam hubungan hukum antara inti dengan plasma di Kabupaten Kudus jauh dari ketentuan peraturan perundang-undangan yang ada. Hubungan yang terjadi antara pihak inti dengan pihak plasma tidak mencerminkan adanya hubungan kemitraan tetapi lebih condong pada jual beli dengan bentuk khusus. Pada dasarnya kedudukan pihak plasma atau peternak sangat rentan dan belum cukup perlindungan hukumnya. Hal ini dikarenakan belum ada petunjuk atau pengaturan lebih lanjut mengenai pelaksanaan program kemitraan, khususnya yang mengatur tentang teknis pengawasan dan pemberian sanksi jika terdapat pelanggaran ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang kemitraan. Pada hubungan kemitraan usaha pada peternak ayam pedaging (broiler) dalam hubungan hukum antara inti dengan plasma di Kabupaten Kudus, bagi pihak inti tidak terdapat kelemahan sama sekali, sedangkan bagi pihak plasma kelemahan yang dirasakan adalah belum sepenuhnya hak-hak plasma terakomodasi dalam perjanjian dan adanya kekurang konsistenan dari pihak inti. Kurang konsistennya pihak inti dalam hal ini adalah bahwa pihak inti tidak konsisten dengan peraturan mengenai pelaksanaan kemitraan dan tujuan dari perjanjian kemitraan tersebut. Selanjutnya mengenai kelebihan yang dirasakan oleh pihak inti adalah adanya efisiensi, stabilitas produksi dan perluasan pangsa pasar, sedangkan bagi pihak plasma kelebihan yang dirasakan adalah diperolehnya beberapa manfaat antara lain dari aspek ekonomi, sosial, dan aspek manajemen dalam pengelolaan usaha ternak ayam pedaging

Topics: Hukum
Year: 2013
OAI identifier: oai:generic.eprints.org:1548/core8583
Download PDF:
Sorry, we are unable to provide the full text but you may find it at the following location(s):
  • http://eprints.umk.ac.id/1548/... (external link)
  • http://eprints.umk.ac.id/1548/... (external link)
  • http://eprints.umk.ac.id/1548/ (external link)
  • http://eprints.umk.ac.id/1548/... (external link)
  • http://eprints.umk.ac.id/1548/... (external link)
  • http://eprints.umk.ac.id/1548/... (external link)
  • http://eprints.umk.ac.id/1548/... (external link)
  • http://eprints.umk.ac.id/1548/... (external link)
  • Suggested articles


    To submit an update or takedown request for this paper, please submit an Update/Correction/Removal Request.