10.30648/dun.v4i1.193

Metafora “Meja Makan” sebagai Upaya Membangun Toleransi di Tengah Kehidupan Masyarakat Indonesia Yang Majemuk

Abstract

Abstract. The plurality of Indonesian society became a potential conflict that endangers the life of the nation and state if it was not managed properly. For this reason tolerance became an important attitude in living together. This article aimed to review efforts in buliding tolerance in the life of a pluralistic society. Through literature review it was descripted that tolerance could be built through a philosophy rooted in the local culture of Indonesian society. The "dining table" metaphor was an effective strategy in realizing tolerance in a pluralistic society.Abstrak. Kemajemukan masyarakat Indonesia menjadi suatu potensi konflik yang membahayakan keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara apabila tidak dikelola dengan baik. Untuk itu maka toleransi menjadi suatu sikap yang penting dalam kehidupan bersama. Artikel ini bertujuan untuk mengulas upaya membangun toleransi dalam kehidupan masyarakat yang majemuk. Melalui kajian pustaka tergambarkan bahwa toleransi dapat dibangun melalui falsafah yang berakar dari budaya masyarakat Indonesia. Metafora “meja makan” menjadi strategi yang efektif dalam mewujudkan tolerasi di tengah masyarakat yang majemuk

Similar works

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.