Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Hipertensi Di Wilayah Perkotaan Dan Pedesaan Indonesia Tahun 2013

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi hipertensi di perkotaan Indonesia lebih besar dibandingkan di pedesaan, yaitu 26,1% versus 25,5%. Perubahan gaya hidup akibat urbanisasi dan globalisasi berperan dalam perbedaan prevalensi hipertensi tersebut. Gaya hidup masyarakat perkotaan, seperti diet tidak sehat dan kurang aktivitas fisik membuat masyarakat perkotaan lebih berisiko mengalami hipertensi. Sedangkan, diet tradisional dan gaya hidup aktif melindungi masyarakat desa dari hipertensi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan hipertensi di wilayah perkotaan dan pedesaan Indonesia tahun 2013. Metode: Penelitian ini adalah analisis lanjut dari Riskesdas tahun 2013 sehingga desain studi yang digunakan pun mengikuti Riskesdas, yaitu cross sectonal. Jumlah sampel penelitian ini adalah 616.986 masyarakat berusia &#8805; 15 tahun. Hubungan antara faktor risiko dengan hipertensi ditentukan melalui nilai Prevalence Odds Ratio (POR) dan 95% confidence interval (CI). Hasil: Aktivitas fisik < 600 MET/minggu [PORkota 1,051 (1,025-1,078)] [PORdesa 1,184 (1,152-1,217)], pernah merokok [PORkota 2,133 (2,06-2,31)] [PORdesa 2,024 (1,95-2,10)], konsumsi makanan asin &#8805; 1 kali/hari [PORkota 0,970 (0,950-0,991)] [PORdesa 1,028 (1,008-1,048)] dan konsumsi buah < 2 porsi/hari [PORkota 0,821 (0,771-0,847)] [PORdesa 0,883 (0,808-0,965)] adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan hipertensi di wilayah perkotaan maupun pedesaan Indonesia. Sedangkan, konsumsi sayur < 3 porsi/hari [POR 0,952 (0,933-0,970)] hanya berhubungan dengan hipertensi di perkotaan dan konsumsi makanan berlemak &#8805; 1 kali/hari [POR 1,046 (1,027-1,064)] hanya berhubungan dengan hipertensi di pedesaan. Simpulan: Hampir tidak ada perbedaan antara faktor-faktor yang berhubungan dengan hipertensi di perkotaan dengan di pedesaan. Oleh karena itu, pencegahan dan pengendalian hipertensi sangat penting dilakukan untuk menurunkan prevalensi dan risiko hipertensi di wilayah perkotaan dan pedesaan Indonesia

Similar works

This paper was published in Pusat Perpustakaan UIN Jakarta.

To submit an update or takedown request for this paper, please submit an Update/Correction/Removal Request.