Article thumbnail

HYGIENE SANITASI PENGELOLAAN MAKANAN DAN MINUMAN DI RUMAH TAHANAN NEGARA KELAS IIB KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2018

By ADE PRASTOMO

Abstract

Politeknik Kesehatan Kemenkes SemarangJurusan Kesehatan Lingkungan PurwokertoProgram Studi Diploma III Kesehatan LingkunganKarya Tulis Ilmiah, Mei 2018AbstrakAde Prastomo (adeemon1590@gmail.com)HYGIENE SANITASI PENGELOLAAN MAKANAN DAN MINUMAN DI RUMAH TAHANANNEGARA KELAS IIB KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2018Xv + 85 halaman : gambar, tabel, lampiranRumah Tahanan Negara (RUTAN) adalah tempat tersangka atau terdakwa ditahan selama proses penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan di sidang pengadilan. Dari hasil survey pendahuluan yang telah dilakukan di Rutan Purbalingga, keadaan sanitasi makanan terdapat permasalahan yaitu tempat penyimpanan bahan makanan lantainya kotor, petugas dapur tidak menggunakan pakaian kerja saat mengolah makanan dan dapur tidak dilengkapi dengan perangkap asap/cerobong asap. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran upaya hygiene sanitasi pengelolaan makanan dan minuman, serta mengetahui kualitas makanan dan minuman secara fisik dan mikrobiologis di Rutan Purbalingga. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan melakukan pengamatan dan wawancaradengan penjamaah makanan, hasilnya diolah dan disajikan dalam bentuk narasi dan tabel kemudian dianalisis dan dibandingkan dengan persyaratan yang ada.Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan menggunakan checklist dan kuisioner, hygiene sanitasi pengelolaan makanan dan minuman di Rutan Purbalingga diperoleh hasil 75,55% dikategorikan cukup. Kualitas makanan dan minuman dinilai secara organoleptik dan mikrobiologis. Secara organoleptik, makanan dan minuman di Rutan Purbalingga memenuhi syarat secara fisik dan laik konsumsi. Dari hasil pemeriksaan mikrobiologis, jumlah kandungan mikroba pada sampel nasi sebesar 0 koloni/gr, sampel ikan goreng sebesar 0,3 koloni/gr, dan sampel pecel sayur sebesar TBUD (tidak bisa untuk dihitung). Pada sampel air minum jumlah kandungan E.Coli sebesar 0 mpn/100ml. Dari hasil pemeriksaan usap alat makan, jumlah total kuman pada alat makan sendok sebesar 13 cfu/cm2, pada gelas sebesar 10 cfu/cm2, dan pada ompreng plastik (tempat makan) sebesar 50 cfu/cm2. Simpulan yang didapat yaitu hygiene sanitasi pengelolaan makanan dan minuman di Rutan Purbalingga dikategorikan cukup. Kualitas mikrobiologis makanan dan minuman di Rutan Purbalingga tidak memenuhi syarat, yaitu pada sampel pecel sayur dengan jumlah kandungan mikroba melebihi batas maksimum menurut Standar Nasional Indonesia No 7388:2009 tentang batas maksimum cemaran mikroba dalam pangan. Jumlah total kuman pada alat makan sendok, gelas, dan tempat makan belum memenuhi persyaratan sesuai dengan Permenkes RI No.1906/MENKES/PER/VI/2011 tentang Higiene Sanitasi Jasaboga. Saran yang dapat diberikan yaitu penjamah makanan meningkatkan personal higiene dalam melakukan pengolahan makanan agar tidak terjadi kontaminasi pada makanan, selain itu pihak Rutan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Purbalingga untuk melakukan pelatihan tentang hygiene sanitasi pengelolaan makanan dan minuman.Daftar Bacaan : 13 (1983-2018)Kata Kunci : Sanitasi makanan dan minuman, Rumah TahananKlasifikasi : -Xv + 85 halaman : gambar, tabel, lampira

Topics: Sanitasi Makanan
Publisher: Jurusan Kesehatan Lingkungan
Year: 2018
OAI identifier: oai:repository.poltekkes-smg.ac.id:slims-17266
Download PDF:
Sorry, we are unable to provide the full text but you may find it at the following location(s):
  • http://repository.poltekkes-sm... (external link)
  • http://repository.poltekkes-sm... (external link)
  • Suggested articles


    To submit an update or takedown request for this paper, please submit an Update/Correction/Removal Request.