Article thumbnail

Eksistensi Gula Gending di dalam Dinamika Budaya Lombok

By I Nyoman Triyanuartha

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap eksistensi gula gending di dalam dinamika budaya yang terjadi di Lombok. Gula gending merupakan sebuah pertunjukan musik yang dimainkan ketika pedagang harum manis mepromosikan barang dagangannya untuk menarik perhatian calon pembeli. Seiring dengan perjalanan waktu, pertunjukan musik ini menjadi langka dan jarang ditemukan di dalam masyarakat. Kini gula gending muncul kembali dengan beberapa perkembangan yang menyertainya. Analisis dilakukan terhadap fakta musikal yang meliputi dimensi sonorik, dimensi visual dan dimensi kinestetik. Untuk membahas mengenai penyebab dan hasil dari perkembangan akan digunakan konsep music and cutural dynamic. This research aims to gasp the exsistence of gula gending in cultural dynamic which occurs in Lombok. Gula gending was a music performance played when the arbanat seller was promoting their goods to attract the customers’ attention. As the time goes by, this music performance becomes rare, so we seldom find its existence in society. In spite of the fact, nowdays gula gending reappears along with few following developments. An analysis has been done to the musical facts which may include among athers are sonoric dimention, visual dimention, and kinesthetic dimention. To gain the explanation about the causes and results of the development, music and cultural dynamic concepts are conducted

Topics: Gula Gending, eksistensi, dinamika budaya, Lombok
Publisher: 'Institut Seni Indonesia Yogyakarta'
Year: 2015
DOI identifier: 10.24821/jousa.v2i2.1445
OAI identifier: oai:ojs.journal.isi.ac.id:article/1445

To submit an update or takedown request for this paper, please submit an Update/Correction/Removal Request.

Suggested articles