Article thumbnail

Aset dan Bentuk Pelaporannya dalam Akuntansi Pondok Pesantren

By Sri Luayyi

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna dan bentuk pelaporan tentang aset atau kekayaan menurut cara pandang entitas pondok pesantren. Karena bertujuan untuk mengungkap makna maka dalam penelitian ini penulis menggunakan metode fenomenologi dalam penggalian data dan sekaligus dalam menganalisanya. Di mana dalam melakukan analisa data tersebut penulis mengacu pada tehnik analisa data model interaktif Miles dan Huberman. Dengan langkah-langkah sebagai berikut: Pertama tahap persiapan sebelum turun ke lapangan, ke dua tahap terjun ke lapangan, Ke tiga tahap setelah terjun ke lapangan. Hasil penelitian yang peneliti dapatkan dilapangan ternyata menunjukkan, bahwa entitas pondok pesantren memaknai aset menjadi dua istilah yaitu: aset lahiriyah dan aset batiniyah. Aset lahiriyah merupakan setiap kekayaan milik pesantren yang kasat mata dan dapat diukur secara meterial, sedangkan aset batiniyah merupakan gabungan dari aset mental dan aset spiritual yang tidak kasat mata atau tidak bisa diukur secara material. Aset lahiriyah berupa kekayaan kas dan non kas, sedangkan aset batiniyah berupa amanah dan iklas . Dalam pribadi yang amanah tersebut terdapat sifat-sifat sabar, neriman, loman, ngalah, akas, temen yang merupakan bagian dari aset mental. Sifat-sifat itulah yang membentuk karakter pengelola pesantren menjadi pribadi-pribadi yang jujur, dapat dipercaya, dan bertanggungjawab. Sedangkan kalau asset spiritual menurut mereka adalah ikhlas. Ikhlas merupakan manifestasi dari tingkatan iman seseorang dari yang paling rendah ke yang paling tinggi, yaitu Islam, Iman , dan Ikhsan. Tiga tingkatan iman inilah yang menjadikan manusia bisa berada pada level ikhlas dalam menjalankan setiap aktivitas hidupnya. Karena semua yang mereka lakukan didasari oleh niat ibadah kepada Allah SWT. Aset lahiriyah dan aset batiniyah ibarat dua sisi mata uang logam yang menyatu (satu kesatuan yang tidak terpisahkan), di mana keduanya memiliki karakter tersendiri namun tetap satu kesatuan. Sedangkan bentuk pelaporan aset yang ada di pondok pesantren tidak seperti halnya yang dilakukan dalam organisasi-organisasi pada umumnya. Pencatatan secara detil dan terperinci bagi mereka tidak begitu penting, yang penting adalah pelaksanaannya. Apakah dana tersebut sudah benar-benar tersalurkan dengan benar ataukah tidak. Bagi para Yai yang penting adalah hasil kerjanya, bukan catatan uangnya. Karena kejujuran yang selalu ditanamkan dalam komunitas pondok pesatren itu sendiri bisa dijadikan sebagai pengendali para pengelola untuk tidak berlaku curang

Topics: 657.3 Financial reports (Financial statements)
Year: 2012
OAI identifier: oai:repository.ub.ac.id:159148
Provided by: bkg
Download PDF:
Sorry, we are unable to provide the full text but you may find it at the following location(s):
  • http://repository.ub.ac.id/159... (external link)
  • Suggested articles


    To submit an update or takedown request for this paper, please submit an Update/Correction/Removal Request.