Article thumbnail

Analisis Ketangguhan dan Morfologi Patahan pada Paduan AlMgSi Dengan Variasi Perlakuan Artificial Aging

By Muhammad Pradika Hendry K

Abstract

h: 0px; "> Penggunaan aluminum sebagai logam setiap tahunnya pada urutan kedua setelah besi dan baja, yang tertinggi di antara logam non ferro. Namun Aluminium memiliki sifat mekanik yang buruk untuk penggunaan spare part kendaraan bermotor, untuk menambah kekuatan biasanya dibuat dengan logam paduan. Paduan AlMgSi lah yang banyak digunakan dalam industri mobil, konstruksi rumah, jembatan dan bahkan dapat digunakan untuk industri nuklir. AlMgSi jika digunakan untuk sistem pemindah daya kendaraan bermotor akan kehilangan kekuatan pada temperatur 150°C tapi masih terbilang mampu karena kurangnya standar cadangan yang mampu untuk menggantikan paduan tersebut. Berdasarkan penelitian-penelitian yang sudah dilakukan banyak yang membuktikan perlakuanartificial aging dapat memperbaiki sifat mekanik dari logam. Oleh karena itu perlu adanya penelitian lebih lanjut tentang paduan AlMgSi yang diberi perlakuanartificial aging sekaligus membahas morfologi patahan dan struktur mikro paduan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui morfologi patahan dan ketangguhan pada paduan AlMgSi. Serta menggunakan variasi suhu 120°C, 150°C dan 180°C dengan holding time 6 jam. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pre-experimental dengan menggunakan model one-shot case study, dimana suatu kelompok sampel diberi sebuah perlakuan dan selanjutnya diobservasi/pengukuran hasilnya. Sampel pada penelitian ini sebanyak 20 spesimen dimana 20 spesimen tersebut dibagi empat yaitu: 5 spesimen sebagai raw material, 5 spesimen untuk perlakuan artificial aging 120°C, 5 spesimen untuk perlakuanartificial aging 150°C, dan 5 spesimen untuk perlakuan artificial aging 180°C. Hasil uji ketangguhan paduan AlMgSi menunjukkan bahwa spesimen AlMgSi raw material dan yang diberi perlakuan artificial aging dengan suhu 120°C, 150°C dan 180°C mempunyai nilai rata-rata ketangguhan yaitu 0,0172 kg/mm2, 0,0493 kg/mm2, 0,0399 kg/mm2 dan 0,0649 kg/mm2. Hasil struktur mikro memeperlihatkan bahwa spesimen yang diberi perlakuan memiliki presipitat yang tidak merata. Hasil morfologi patahan memberitahukan patahan spesimen yang diberi perlakuan artificial aging memiliki patahan yang ulet

Publisher: SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Year: 2018
OAI identifier: oai:ojs.karya-ilmiah.um.ac.id:article/67586
Download PDF:
Sorry, we are unable to provide the full text but you may find it at the following location(s):
  • http://karya-ilmiah.um.ac.id/i... (external link)

  • To submit an update or takedown request for this paper, please submit an Update/Correction/Removal Request.

    Suggested articles