Article thumbnail

Analisis pergantian Nazhir perseorangan ke Nazhir Organisasi pada tanah wakaf Masjid Al-Huda di Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya

By Nuri Nurhidayah Mubarok

Abstract

Proses pergantian nazhir baik yang perseorangan maupun organisasi, nazhir berkewajiban untuk melaporkan ke Kantor Urusan Agama setempat dan tembus ke Badan Wakaf Indonesia. Seperti halnya dalam penelitian ini pada Masjid Al-Huda yang berada di Kelurahan Lengkongsari Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya, adalah tanah wakaf yang diwakafkan oleh Bapak H. Y kepada nazhir yaitu Bapak X. Luas tanah wakaf tersebut adalah 235 M2 dengan bangunan yang berdiri berupa Masjid. Pada tahun 1978 Bapak Y mewakafkan tanah untuk perorangan dengan nazhir perorangan, tapi pada tahun 1980 datang Bapak H. U selaku Ketua PDM Kota Tasikmalaya pada saat itu. Setelah adanya Bapak H. U wakaf menjadi aset organasiasi dengan nazhir masih perseorangan bukan nazhir organisasi. Maka pada tanggal 18 Maret 2017 dilakukan musyawarah organisasi untuk mengganti nazhir perseorangan ke nazhir organisasi. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui apa alasan-alasan dialihkannya pergantian nazhir perseorangan ke nazhir organisasi pada tanah wakaf Masjid Al-Huda, untuk mengetahui proses pergantian nazhir perseorangan ke nazhir organisasi pada tanah wakaf Masjid Al-Huda, dan untuk mengetahui tinjauan yuridis pergantian nazhir perseorangan ke nazhir organisasi menurut Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf dan Hukum Islam. Kerangka berpikir dari penelitian ini ialah merujuk pada firman Allah SWT surat Al-Baqarah ayat 267, dan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf. Dalam hal wakaf harus mendahulukan kemaslahatan umum daripada kemaslahatan pribadi. Karena manfaatnya lebih besar untuk kepentingan umum dan kdaripada kepentingan pribadi. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Secara deskriptif, memaparkan peristiwa yang terjadi pada lokasi penelitian yang terkait dengan kasus pengalihan nazhir. Dengan cara wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Teknik analisis penelitian ini ialah dengan cara pengumpulan informasi primer, sekunder, dan tersier, klasifikasi sumber informasi, pemaparan hasil penelitian dan penafsiran dnegan metode kontur analisis, dan penarikan hasil kesimpulan dari hasil penelitian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa alasan-alasan pergantian nazhir perseorangan ke nazhir organisasi tidak sesuai menurut Undnag-Undang Nomor 41 Tahun 2004, dan proses pergantian nazhir perseorangan ke nazhir organisasi telah terjadi. Analisis yuridis pergantian nazhir perseorangan ke nazhir organisasi menurut Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf yang terjadi pada tanah wakaf Masjid Al-Huda tidak sesuai dengan perundang-undangan karena nazhir yang mengelola wakaf tersebut bukan nazhir organisasi melainkan nazhir perseorangan terdahulu

Topics: Hukum Keluarga dan Hukum Perkawinan, Pernikahan menurut Islam, Private Law
Year: 2019
OAI identifier: oai:digilib.uinsgd.ac.id:28837
Download PDF:
Sorry, we are unable to provide the full text but you may find it at the following location(s):
  • http://digilib.uinsgd.ac.id/28... (external link)
  • http://digilib.uinsgd.ac.id/28... (external link)
  • http://digilib.uinsgd.ac.id/28... (external link)
  • http://digilib.uinsgd.ac.id/28... (external link)
  • http://digilib.uinsgd.ac.id/28... (external link)
  • http://digilib.uinsgd.ac.id/28... (external link)
  • http://digilib.uinsgd.ac.id/28... (external link)
  • http://digilib.uinsgd.ac.id/28... (external link)
  • http://digilib.uinsgd.ac.id/28... (external link)

  • To submit an update or takedown request for this paper, please submit an Update/Correction/Removal Request.

    Suggested articles