Zelie’s Heroine’s Journey As A Way To Resist Tyranny Portrayed In Tomi Adeyemi’s Children Of Blood And Bone: An Archetypal Study

Abstract

Dalam banyak karya sastra, seorang pahlawan wanita memainkan peran penting dalam melawan segala jenis ketidakadilan di negaranya. Tokoh wanita sering digambarkan sangat maskulin dalam melakukan tugasnya selama perjalanannya. Ini menciptakan konsep bahwa untuk menjadi pahlawan, seorang wanita harus memiliki kualitas maskulin dan meninggalkan sisi femininnya. Studi ini mengungkap perjalanan Zelie sebagai cara untuk melawan tirani yang digambarkan dalam novel berjudul Children of Blood and Bone oleh Tomi Adeyemi. Studi ini berfokus pada karakter utama sebagai pahlawan untuk mematahkan konsep penggambaran pahlawan yang hanya mengikuti sisi maskulin dan tidak membutuhkan sisi feminin. Data primer yang digunakan untuk penelitian ini adalah novel Children of Blood and Bone karya Tomi Adeyemi dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Analisis dimulai dengan menjelaskan perjalanan pahlawan yang dihadapi Zelie, kemudian perlawanannya selama perjalanannya akan diperiksa menggunakan perjalanan pahlawan oleh Maureen Murdock. Perlawanan Zelie terhadap tirani muncul melalui beberapa tahap perjalanan pahlawan dan dia dianggap sebagai pahlawan karena dia tahu sifatnya sebagai pahlawan. Studi ini mengungkapkan bahwa seorang pahlawan wanita dapat melakukan perlawanan dengan mengikuti tahapan Murdock dan mempertahankan sisi feminin dan maskulinnya sebagai bagian dari sifatnya

Similar works

Full text

thumbnail-image

Universitas Airlangga Repository

Full text is not available
oai:repository.unair.ac.id:91116Last time updated on 2/17/2020

This paper was published in Universitas Airlangga Repository.

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.