PENGENDALIAN BIAYA BAHAN BAKU PRODUKSI MELALUI SISTEM PENGENDALIAN AKTIFITAS DALAM ANALISA RANTAI NILAI PRODUKSI PERUSAHAAN BAKERY (Studi Kasus Pada CV.X di Surabaya)

Abstract

Industri makanan dan minuman antara lain perusahaan roti (bakery) merupakan bidang usaha yang memberikan kontribusi sebesar 3,77% pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada tahun 2008-2012. Khususnya di kota Surabaya, perkembangan industri roti meningkat sebesar 36,67% dari tahun 2008-2013. Tepung terigu sebagai bahan baku utama dalam pembuatan roti merupakan bahan pokok pangan tertinggi ketiga di Indonesia. dan 22% dikonsumsi oleh perusahaan-perusahaan roti. CV. X merupakan perusahaan roti Wholesaler yang memegang lisensi CJ Culinary Concept Holding dan memiliki 3 gerai (outlet) di Surabaya. Masalah yang dihadapi oleh CV. X adalah terdapatnya selisih saldo persediaan antara pencatatan dan fisik sebesar 25%. Selain itu, masalah-masalah lain yang ada dalam perusahaan adalah hilangnya bahan baku, penyusutan bahan baku segar, rusaknya adonan, sistem handling, dan keterlambatan pengiriman produk jadi ke outlet Sistem pengendalian aktifitas dengan menggunakan pendekatan rantai nilai produksi merupakan sebuah metode yang dapat diaplikasikan untuk merancang sistem pengendalian pada setiap tahapan dalam proses produksi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif eksploratori untuk menganalisis sistem pengendalian yang telah diterapkan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masalah seperti kehilangan bahan baku dan penyusutan bahan baku segar dapat dikendalikan dengan menggunakan sistem pengendalian aktifitas yang menerapkan 3 bentuk dari pengendalian atas tindakan (Behavioral constraints, Preaction reviews, dan Action accountability) dan 3 metode dalam pengendalian personalia (Selection and placement, Training, dan Job Design and provision of necessary resources). Kedua, adonan yang rusak dalam proses pengolahan dapat diatasi dengan mengubah sistem produksi yang manual menjadi komputerisasi. Ketiga, permasalahan dalam proses distribusi yatu sistem handling dan keterlambatan pengiriman produk jadi ke outlet dapat dikurangi dengan menciptakan sebuah proses produksi yang terintegrasi yang dapat tercermin dari Laporan Produksi per batch. Terakhir, ketidaktersediaan bahan baku di Gudang dan keterlambatan pengiriman bahan baku impor dapat diselesaikan dengan sistem persediaan yang pembeliannya dipicu oleh Order Produksi. Oleh karena itu, CV. X perlu menggunakan sistem pengendalian aktifitas dalam rantai nilai produksi dalam mengendalikan biaya bahan baku dan penelitian selanjutnya mengenai sistem Point of Sales (POS) dan Production Order (PO) perlu dilakukan

Similar works

Full text

thumbnail-image

Universitas Airlangga Repository

Provided a free PDF
oai:repository.unair.ac.id:38728Last time updated on 2/17/2020View original full text link

This paper was published in Universitas Airlangga Repository.

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.