TINDAK TUTUR EKSPRESIF DALAM FILM “KARTINI” KARYA HANUNG BRAMANTYO: KAJIAN SOSIOPRAGMATIK

Abstract

ABSTRAK Penelitian berjudul “Tindak Tutur Ekspresif dalam Film “Kartini” karya Hanung Bramantyo: Kajian Sosiopragmatik” dilatarbelakangi oleh (1) penelitian mengenai tindak tutur ekspresif yang dikaitkan dengan leksikon emosi dasar dalam film masih jarang dilakukan oleh peneliti lain dan (2) pentingnya pengembangan dan penggunaan tuturan ekspresif dalam pembelajaran drama di sekolah. Oleh karena itu, dilakukanlah sebuah penelitian mengenai leksikon emosi dasar dalam tuturan ekspresif dalam film “Kartini” karya Hanung Bramantyo. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk tindak tutur ekspresif dalam film “Kartini” karya Hanung Bramantyo, (2) mendeskripsikan fungsi tindak tutur ekspresif dalam film “Kartini” karya Hanung Bramantyo, dan (3) mendeskripsikan jenis tuturan ekspresif dalam film “Kartini” karya Hanung Bramantyo. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kutipan-kutipan dialog yang termasuk tindak tutur ekspresif dalam film “Kartini” karya Hanung Bramantyo. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik simak bebas libat cakap sebagai teknik utama dan teknik catat sebagai teknik lanjutan. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode padan ekstralingual. Data tersebut dianalisis berdasarkan rumusan masalah dan kemudian dideskripsikan dalam bentuk penjelasan atas hasil analisis. Hasil analisis tersebut kemudian dibuat sebuah simpulan. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pertama, ditemukan empat bentuk tindak tutur ekspresif dalam film “Kartini” karya Hanung Bramantyo. Keempat bentuk tindak tutur ekspresif tersebut yaitu (1) tindak tutur langsung literal, (2) tindak tutur langsung nonliteral, (3) tindak tutur tidak langsung literal, (4) tindak tutur tidak langsung nonliteral. Kedua, Keempat bentuk tindak tutur ekspresif tersebut memiliki fungsi yang beragam meliputi mengucapkan terima kasih, mengucapkan selamat, mengucapkan permintaan maaf, mengungkapkan simpati, mengungkapkan kemarahan, dan mengucapkan salam. Ketiga, ditemukan berbagai tuturan ekspresif berupa leksikon yang digunakan oleh penutur dalam mengekspresikan emosi dasar penutur meliputi emosi dasar amarah, kesedihan, rasa takut, kenikmatan, cinta, dan jengkel. Berdasarkan analisis dalam hasil penelitian tersebut ditemukan bahwa (1) bentuk tindak tutur ekspresif langsung literal dominan dan adanya stratifikasi penggunaan leksikon emosi dalam film “Kartini” karya Hanung Bramantyo, (2) terdapat 22 jenis varian fungsi tuturan ekspresif yang terdapat dalam film “Kartini” karya Hanung Bramantyo, (3) tuturan ekspresif berupa leksikon emosi dasar amarah mendominasi dalam film “Kartini” karya Hanung Bramantyo, dan (4) adanya relevansi antara leksikon emosi yang dianalisis oleh peneliti dengan pembelajaran drama di SMP dan SMA

Similar works

Full text

thumbnail-image

Jurnal Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya

Provided a free PDF
oai:ojs.journal.unesa.ac.id:article/30946Last time updated on 12/19/2019View original full text link

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.