Article thumbnail

Pengaruh Kehalusan Serbuk Kasar Sabut Kelapa “Coarse Coir Dust “ dan Jumlah Serat Sabut Kelapa sebagai Plafon

By Petrus Patandung

Abstract

Effect of coarse powder fineness coco "coarse coir dust" and coco fiber as a ceiling for the building materials. The purpose of this study is to determine the effect of coarse powder fineness "coarse coir dust" coco fiber and coco fiber amount to the ceiling with additives constant: gypsum, cement 1000 g and 1000 g, at a pressure of 500 kg/cm2. This study was conducted experiment of making the ceiling is arranged in the form Tabelari and graphs to analyze the descriptive datum as well as through two factors, Factor A = degree of fineness of the coconut husk powder consisting of: A1=10; A2=20; A3=30; and A4=40 mesh, Factor B = number of coco fiber retained celebrated 10 mesh; B1=70; B2=75; B3=80 and B4=85 g. The results showed that the weight of the contents of that 1,51-1,87g/cm³, water absorption and flexural strength 22.98-26.48% 20.18-105.18 kg/cm², the ability sawed and nailed properly, field pieces are mixed evenly, not perforated not split apart, cutting edge straight, flat, not contract, as thick, the sheet surface does not crack, not perforated, except treatment A1B1, A1B2, A1B3 and A4B4 is not cracked, somewhat hollow, 4.9-6.00 mm thick, long irregularities, 0.00 to 0.48%, width 0.00 to 0.45% and the thickness of 0.00-20%. Results of the study was that the best treatment was obtained in treatment that is A2B3, A2B4, A3B3, A3B4, A4B3 which generate strong flexural 100.00-105.18 kg/cm 2can be nailed, saws, water droplets do not occur.ABSTRAKPengaruh kehalusan serbuk kasar sabut kelapa “coarse coir dust“ dan serat sabut kelapa sebagai plafon untuk bahan bangunan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh kehalusan serbuk kasar ”coarse coir dust” serat sabut kelapa dan jumlah serat sabut kelapa  untuk plafon dengan menggunakan bahan tambahan yang konstan: gypsum 1000 g dan semen 1000 g, pada tekanan 500 kg/cm2. Penelitian ini dilakukan percobaan pembuatan plafon yang disusun dalam bentuk tabelari dan grafik dengan menganalisis data secara deskriptif serta melalui 2 faktor. Faktor A = tingkat kehalusan serbuk sabut kelapa yang terdiri dari: A1=10; A2=20; A3=30; dan A4=40 mesh,  Faktor B = jumlah serat sabut kelapa yang tertahan diayakan 10 mesh; B1=70; B2=75; B3=80 dan B4=85 g. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot isi yaitu 1,51-1,87g/cm³, penyerapan air 22.98-26.48% dan kuat lentur 20.18-105.18 kg/cm², kemampuan digergaji dan dipaku dengan baik, bidang potong yaitu campuran yang merata, tidak berlubang tidak terbelah-belah, tepi potong lurus, rata, tidak mengerut, sama tebalnya, permukaan lembaran tidak retak-retak,tidak berlubang, kecuali perlakuan A1B1, A1B2, A1B3 dan A4B4 yaitu tidak retak-retak, agak berlubang, tebal 4.9-6.00 mm, penyimpangan panjang 0.00-0.48% lebar 0.00-0.45% serta tebal 0.00-20%. Hasil penelitian ternyata bahwa perlakuan yang terbaik diperoleh pada perlakuan yaitu A2B3, A2B4, A3B3, A3B4, A4B3 yang menghasilkan kuat lentur 100.00-105.18 kg/cm2 dapat dipaku, gergaji, tidak terjadi  tetesan air. Kata kunci : plafon, serbuk sabut kelapa, semen, gypsum, kuat teka

Topics: , ceiling, coconut coir dust, cement, gypsum, compressive strength
Publisher: 'Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda'
Year: 2016
DOI identifier: 10.26578/jrti.v10i1.1740
OAI identifier: oai:ejournal.kemenperin.go.id:article/1740

Suggested articles


To submit an update or takedown request for this paper, please submit an Update/Correction/Removal Request.