Article thumbnail

Pesan dakwah tentang kaifiyah do’a dalam film do’a yang mengancam

By Badrut Tamam

Abstract

Penelitian ini berjudul PESAN DAKWAH TENTANG KAIFIYAH DO’A DALAM FILM DO’A YANG MENGANCAM yang dilatarbelakangi adanya temuan permasalahan yang berupa sebagai orang yang beriman sudah seharusnya kita ketika ditimpa suatu musibah memohon pertolongan kepada Allah melalui do’a, namun terkadang rasa bosan hadir ketika kita sudah sering berdo’a kepada Allah, namun kita merasa belum juga memetik hasilnya, seperti halnya yang tergambar dalam film Do’a Yang Mengancam karya Jujur Prananto yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo, memperlihatkan seseorang yang lelah berdo’a karena dia merasa do’anya tidak mungkin dikabulkan oleh Allah, sampai akhirnya dia berani mengultimatum Allah melalui do’anya. Penelitian ini mengajukan satu rumusan masalah yaitu apa saja pesan-pesan dakwah tentang kaifiyah do’a yang terkandung dalam film do’a yang mengancam?. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggambarkan scene-scene yang ada dan kata-kata yang ada dari data, kemudian data yang disusun dan dikelompokkan dengan kata-kata sedemikian rupa untuk menggambarkan objek penelitian. Data akan disajikan dalam table dan frame dari scene-scene yang terdapat dalam film Do’a Yang Mengancam. Data-data kualitatif tersebut berusaha diinterpretasikan dengan rujukan, acuan, atau referensi secara ilmiah. Pada penelitian kualitatif deskriptif ini peneliti menggunakan teknik analisis data model Miles dan Huberman yaitu bahwa aktivitas dalam menganalisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Aktivitas dalam analisis data yaitu pertama, data reduction (reduksi data), kedua data display (penyajian data) dan ketiga, conclusiun drawing or verification adalah penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pesan dakwah tentang kaifiyah do’a adalah pertama, tentang akidah yaitu meyakini bahwa do’a akan dikabulkan oleh Allah, tidak bersikap terburu-buru untuk dikabulkan dan tidak tergesa-gesa menganggap do’anya tidak diterima atau lambat diterima serta tidak gampang putus asa, tidak berdo’a kepada selain Allah. Kedua, tentang akhlak yaitu merendahkan diri dihadapan Allah dan tidak mengeraskan suara, tidak sewenang-wenang terhadap diri sendiri dengan melanggar hal-hal yang diharamkan Allah dan bergelimang dalam kemaksiatan, seperti durhaka terhadap kedua orang tua dan memutus hubungan dengan sanak kerabat

Topics: 297.267 Islam and arts, 297.74 Dakwah, 791 Public performances
Year: 2019
OAI identifier: oai:eprints.walisongo.ac.id:10025

Suggested articles


To submit an update or takedown request for this paper, please submit an Update/Correction/Removal Request.