HUBUNGAN ANTARA IKLIM KERJA DAN BEBAN KERJA DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA DI GUDANG 5 AREA FABRIKASI PT. BANGUN SARANA BAJA

Abstract

Kelelahan kerja dapat diartikan dengan adanya perasaan lelah dan penurunan kesiagaan akibat aktivitas yang berkepanjanngan. Kelelahan kerja dapat terjadi akibat adanya ketidak seimbangan antara work capacity dan task demand. Usia dan status gizi merupakan personal capacity yang termasuk dalam work capacity. Iklim kerja dan beban kerja termasuk dalam task demand. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara iklim kerja dan beban kerja dengan kelelahan kerja pada di Gudang 5 Area Fabrikasi PT. Bangun Sarana Baja. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel dalam penelitian ini adalah 30 responden yang dipilih dengan metode simple random sampling. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik pekerja (usia dan status nutrisi), iklm kerja, beban kerja, dan kelelahan kerja. Status nutrisi diukur dengan menggunakan indeks masa tubuh (IMT). Iklim kerja diukur dengan menggunakan heat stress apparatus. Beban kerja diukur dengan cara obeservasi dengan mengacu pada Standar Nasional Indenesia (SNI) No. 7269 Tahun 2009. Kelelahan kerja diukur secra objektif dengan menggunakan reaction timer. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukan bahwa responden mayoritas berusia 36 – 45 tahun dan mayoritas memiliki status nutrisi normal. Suhu rata-rata menunjukan bahwa iklim kerja di Gudang 5 > NAB. Sebagian besar pekerja mendapatkan beban kerja sedang. Hasil uji statistik menunjukan besarnya nilai p-value antara status gizi dan kelelahan kerja sebesar 0,039 dan koefisien korelasinya sebesar 0,378. Sedangkan besarnya pvalue yang dihasilkan antara beban kerja dan kelelahan kerja adalah 0,028 dan nilai koefisien korelasinya adalah 0.400. Kesimpulan yang dapat diambil dalam penelitian ini adalah ada hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kelelahan kerja dengan nilai koefisien korelasi positif lemah. Selain itu, ada hubungan antara beban kerja dengan kelelahan kerja dengan nilai koefisien korelasi positif sedang. Saran yang dapat diberikan untuk status gizi adalah melakukan survei keadaan konsumsi pekerja dan membuat program gizi kerja. Sedangkan untuk beban kerja dapat dilakukan pemberlakukan ritme kerja dan pemenuhan kebutuhan kalori

Similar works

Full text

thumbnail-image

Universitas Airlangga Repository

Provided a free PDF
oai:repository.unair.ac.id:80074Last time updated on 9/3/2019View original full text link

This paper was published in Universitas Airlangga Repository.

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.