POLA “POROTIC HYPEROSTOSIS DAN CRIBRA ORBITALIA” PADA SISA RANGKA MANUSIA PRASEJARAH DARI SITUS MELOLO, SUMBA, NUSA TENGGARA TIMUR

Abstract

Masa Neolitik merupakan masa yang penting dalam tahap perkembangan sejarah kehidupan manusia. Masa Neolitik merupakan masa transisi dari food gathering menuju arah food producing. Pada tahapan ini manusia mulai memanfaatkan alam sekitar dan menggantungkan hidupnya kepada alam. Manusia mulai melakukan domestikasi pada hewan dan tumbuhan, mereka juga sudah hidup secara menetap dalam satu lingkungan yang kecil. Kosekuensi yang didapat akibat perubahan budaya dan pola diet adalah mulai berkembangnya gangguan kesehatan akibat cara pengolahan makanan yang kurang baik dan benar. Salah satu gangguan kesehatan yang ada adalah Porotic Hyperostosis dan Cribra Orbitalia. Penyakit ini disebabkan oleh parasit, virus, jamur, dan bakteri yang ada dalam makanan yang dikonsumsi. Penelitian mengenai Porotic Hyperostosis dan Cribra Orbitalia dilakukan dengan mengamati karakteristik atau ciri-ciri yang ada pada fragmen kranium yang berasal dari Situs Melolo, Sumba, Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini dilakukan pada 7 fragmen kranium yang terindikasi Porotic Hyperostosis dan Cribra Orbitalia. Metode yang digunakan adalah makroskopi dan fotografi sinar ultraviolet, untuk mencari pola Porotic Hyperostosis dan Cribra Orbitalia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya kelainan tulang berupa lubang yang terdapat di sekitar orbita dan permukaan cranium yang memiliki tingkat keparahan yang berbeda-beda berdasarkan distribusi sex dan juga jenis kelamin yang ada pada kranium. Pola yang didapatkan yaitu adanya bentuk yang simetri pada daerah orbita karena adanya kelaian berupa Cribra Orbitalia pada specimen Urnenveld Melolo Urne 2 1950, Melolo 1950 J dan juga Melolo Urnenveld 1950 H. Pola tersebut dilihat melalui distribusi sex, identifikasi umur, serta skoring yang menunjukkan tingkat keparahan Porotic Hyperostosis dan Cribra Orbitalia

Similar works

Full text

thumbnail-image

Universitas Airlangga Repository

Full text is not available
oai:repository.unair.ac.id:79397Last time updated on 9/3/2019

This paper was published in Universitas Airlangga Repository.

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.