Article thumbnail

ANALISIS KOMPARATIF USAHATANI TEBU UNTUK PEMBUATAN GULA PASIR DAN GULA TUMBU DI KECAMATAN DAWE KABUPATEN KUDUS

By Diah Apriliani

Abstract

Diah Apriliani. H0809028. 2013. Analisis Komparatif Usahatani Tebu untuk Pembuatan Gula Pasir dan Gula Tumbu di Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus. Dibimbing oleh Dr. Ir. Suwarto, MSi dan RR. Aulia Qonita, SP.,MP. Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta. Skripsi ini disusun berdasarkan hasil penelitian yang bertujuan untuk mengetahui biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan, efisiensi dan profitabilitas dari usahatani tebu untuk pembuatan gula pasir dan gula tumbu di Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus. Usahatani tebu merupakan kegiatan usahatani yang mengusahakan tanaman tebu dengan tujuan untuk memperoleh pendapatan. Keragaman pengolahan hasil produksi tebu yang ada di Kabupaten Kudus terdiri dari pengolahan tebu menjadi gula pasir dan gula tumbu. Pengolahan gula pasir dilakukan oleh perusahaan sedangkan untuk pengolahan gula tumbu dilakukan oleh industri rumah tangga. Pengolahan gula tumbu menjadi alternatif petani tebu agar tidak tergantung pada pengolahan gula pasir atau Pabrik Gula (PG). Perbedaan harga gula dan rendemen tebu menjadi pertimbangan-pertimbangan petani tebu dalam memasok hasil produksi usahatani tebu. Metode dasar penelitian ini adalah deskriptif analitis dan menggunakan teknik survey. Penelitian dilakukan di Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus dengan mengambil sampel di Desa Margorejo, Desa Kandang Mas dan Desa Lau. Penentuan desa yang dijadikan daerah sampel dilakukan dengan metode stratified random sampling, pada teknik ini pengelompokan dilakukan berdasar luas areal lahan dan produksi tebu yang tertinggi. Penentuan jumlah sampel dilakukan secara proporsional. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang diperoleh dengan melakukan wawancara, pencatatan, dan observasi. Hasil analisis menunjukan bahwa rata-rata biaya alat-alat luar sebesar Rp 29.081.663,95/Ha/MT, rata-rata biaya menghasilkan Rp 30.826.563,79/Ha/MT, rata-rata penerimaan Rp 40.419.117,61/Ha/MT, rata-rata pendapatan Rp 11.337.453,65/Ha/MT, rata-rata keuntungan Rp 9.592.553,82/ Ha/MT, efisiensi 1,39 dan profitabilitas 0,31 untuk usahatani tebu pembuatan gula pasir. Rata-rata biaya alat-alat luar sebesar 29.692.842,66/Ha/MT, rata-rata biaya menghasilkan Rp 31.474.413,22/ Ha/MT, rata-rata penerimaan Rp 41.755.250,89/ Ha/MT, ratarata pendapatan Rp 12.062.408,23/Ha/MT dan rata-rata keuntungan Rp 10.280.837,67/Ha/MT, efisiensi 1,41 dan profitabilitas 0,33 untuk usahatani tebu pembuatan gula tumbu. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa pendapatan, keuntungan, efisiensi dan profitabilitas usahatani tebu untuk pembuatan gula tumbu lebih tinggi dibandingkan dengan pendapatan, keuntungan, efisiensi dan profitabilitas usahatani tebu untuk pembuatan gula pasir. Setelah diuji secara statistik dengan menggunakan uji t (t-test), hasil dari pendapatan, keuntungan, efisiensi dan profitabilitas tidak ada beda nyata

Topics: S Agriculture (General)
Year: 2014
OAI identifier: oai:generic.eprints.org:11606/core478

To submit an update or takedown request for this paper, please submit an Update/Correction/Removal Request.

Suggested articles