Article thumbnail

Tingkat akseptabilitas masyarakat lokal terhadap kultur masyarakat pendatang (studi terhadap fenomena Kos-kosan di Desa Balunijuk)

By (NIM. 5011211037) Nesti Ferlia

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan tingkat akseptabilitas masyarakat Desa Balunijuk terhadap kultur masyarakat pendatang dan pengaruhnya bagi kos-kosan di Desa Balunijuk. Adanya kos-kosan ini mengakibatkan bertambahnya jumlah masyarakat yang berdomisili di Desa Balunijuk. Setiap daerah tentu memilki kebudayaan yang berbeda-beda sehingga ketika masyarakat dengan dua kebudayaan yang berbeda ini melakukan interaksiakan mengakibatkan terjadinya percampuran kebudayaan. Jenis pendekatan penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, kuesioner dan wawancara. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang berdomisili tetap di Desa Baluniuk dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 98 orang. Pengujian instrumen dalam penelitian ini menggunkan uji validitas dan uji reliabilitas. Teknik analisis data menggunakan uji t, uji f dan analisis determinasi. Landasan teori yang digunakan untuk menguji terbukti atau tidak permasalahan ini adalah teori Koentjaraningrat tentang akulturasi kebudayaan, yang menjelaskan proses yang timbul bila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing yang berbeda, sehingga unsur kebudayaan asing itu lama-kelamaan diterima dan diolah kedalam kebudayaan sendiri, tanpa menyebabkan kehilangan keperibadian kebudayaan sendiri. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan, tingkat akseptablitas masyarakat lokal terhadap kultur masyarakat yang menyewa kos-kosan adalah tinggi. Hal ini diketahui rata-rata nilai untuk variabel akseptabilitas sebesar 4,1. Interaksi antara kedua belah pihak juga terjalin dengan baik serta akseptabilitas masyarakat lokal dan kultur masyarakat pendatang berpengaruh terhadap kos-kosan di Desa Balaunijuk. Komunikasi dan kerjasama antara dua kebudayaan yang berbeda juga terjalin dengan baik tanpa menyebabkan terjadinya konflik . Hasil pengujian juga mendapatkan nilai Adjusted R Square sebesar 0,203 yang artinya variabel independen dapat menjelaskan variabel dependen sebesar 20,3% sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel yang ada diluar penelitian

Topics: HM Sociology
Year: 2016
OAI identifier: oai:repository.ubb.ac.id:733
Download PDF:
Sorry, we are unable to provide the full text but you may find it at the following location(s):
  • http://repository.ubb.ac.id/73... (external link)
  • http://repository.ubb.ac.id/73... (external link)
  • http://repository.ubb.ac.id/73... (external link)
  • http://repository.ubb.ac.id/73... (external link)
  • http://repository.ubb.ac.id/73... (external link)
  • http://repository.ubb.ac.id/73... (external link)
  • http://repository.ubb.ac.id/73... (external link)
  • http://repository.ubb.ac.id/73... (external link)
  • http://repository.ubb.ac.id/73... (external link)
  • Suggested articles


    To submit an update or takedown request for this paper, please submit an Update/Correction/Removal Request.