Pengaruh Metode Penyajian Informasi, Balikan Informatif Dan Tingkat Inteligensl Terhadap Prestasi Belajar Ketrampilan Motorik : Suatu Eksperimen Dl Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Jakarta 1983

Abstract

Penelitian ini adalah suatu eksperimen tentang belajar ketrampilan motorik. Masalah utama yang diselidiki ada lah: 1. Apakah prestasi belajar ketrampilan motorik memanah kelompok mahasiswa yang mendapat penyajian informasi secara bertahap (Metode Tahapan) lebih tinggi dari kelom pok mahasiswa yang mendapat penyajian informasi secara langsung (Metode Langsung) 2. Apakah prestasi belajar ketrampilan motorik memanah kelompok mahasiswa yang menerima balikan informatif penge tahuan tentang gerakan lebih tinggi dari kelompok maha siswa yang menerima pengetahuan tentang gerakan dan hasil 3. Apakah prestasi belajar ketrampilan motorik memanah ke lompok mahasiswa yang mendapat metode tahapan lebih tinggi dari kelompok mahasiswa yang mendapat metode langsung bagi mahasiswa yang sama tingkat inteligensinya? Berdasarkan masalah-masalah pokok tersebut, maka hi-potesis-hipotesis utama dalam penelitian ini adalah: 1. Prestasi belajar ketrampilan motorik memanah kelompok mahasiswa yang mendapat penyajian informasi secara bertahap (Metode Tahapan) lebih tinggi dari kelompok mahasiswa yang mendapat penyajian informasi secara langsung (Metode Langsung). 2. Prestasi belajar ketrampilan motorik memanah kelompok· mahasiswa yang menerima balikan informatif pengetahuan tentang gerakan lebih tinggi dari kelompok mahasiswa yang menerima balikan informatif pengetahuan tentang gerakan dan hasil. 3. Prestasi belajar ketrampilan motorik memanah kelompok mahasiswa dari tiap taraf tingkat inteligensi dalam me tode tahapan lebih tinggi dari kelompok mahasiswa dengan tingkat inteligensi yang sama dalam metode langsung. Variabel-variabel yang diteliti terdiri dari satu variabel tergantung (dependent variable) dan tiga variabel bebas (independent variable). Variabel tergantung adalah prestasi belajar ketrampilan motorik memanah dan variabel bebas adalah (1) metode penyajian informasi (metode tahapan dan metode langsung), (2) balikan informatif (pengetahuan tentang gerakan dan pengetahuan tentang gerakan dan hasil) dan (3) tingkat inteligensi (tinggi dan rendah). Metode penyajian informasi dan balikan informatif merupakan variabel-variabel' yang dimanipulasikan, sedang tingkat intelegasi merupakan variable atribut atau variabel kontrol. Eksperimen diadakan di Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Jakarta, hari tanggal 8 Agustus sampai 3 Desember 1983. Jumlah sampel sebanyak 40 orang mahasiswa, yang ditentukan secara acak. Disain yang digunakan dalam penelitian ini adalah 2 x 2 x .2 dengan test perilaku awal (entry behavior test) dan test.akhir. Sampel dibagi atas dua kelompok, yang masing-masing terdiri dari dua puluh orang. Kelompok A mendapat metode tahapan dan kelompok B mendapat metode langsung. Pengumpulan data untuk.memperoleh skor dari variabel- variabel penelitian dilakukan dengan memakai dua peranK kat instrumen, yaitu Test Inteligensi Umum dari BP3K dan Test Ketrampilan Memanah dengan memanah sasaran yang bergaris tengah 80 cm. pada jarak 20 meter. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan analisis variansi dan uji Scheffe, dengan menggunakan tara£ signifikansi 0,05. Sedang sebagian lagi menggunakan tara£ signifikansi sebe-· sar fungsi distribusi atas (FDA) ·yang diperoleh, sepanjang tidak melebihi 0,20. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa: 1. Prestasi belajar ketrampilan motorik memanah kelompok mahasiswa yang mendapat metode tahapan lebih tinggi dari kelompok mahasiswa yang mendapat metode langsung. 2. Prestasi belajar ketrampilan motorik memanah kelompok mahasiswa yang menerima balikan informatif pengetahuan tentang gerakan lebih tinggi dari kelompok mahasiswa yang menerima pengetahuan tentang gerakan dan hasil. 3. Prestasi belajar ketrampilan motorik memanah kelompok mahasiswa dengan tingkat inteligensi yang sama dalam metode tahapan lebih tinggi dari kelompok yang mendapat metode langsung, kecuali kelompok mahasiswa yang rendah inteligensinya dan menerima balikan informatif pengetahuan tentang gerakan. Generalisasi hasil penelitian ini berlaku untuk populasi mahasiswa tahun pertama FPOK-IKIP Jakarta, dan para siswa atau atlit pemula yang mempunyai ciri-ciri yang sama. Disamping itu, penggunaan metode penyajian informasi dan balikan informatif dapat juga digeneralisasikan kepada para olahragawan cabang olahraga panahan yang memiliki karakteristik yang sama

Similar works

Full text

Universitas Terbuka RepositoryProvided a free PDF (195.62 KB)

6307oai:repository.ut.ac.id:6307
Last time updated on May 7, 2019View original full text link

This paper was published in Universitas Terbuka Repository.

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.