Article thumbnail

PERANCANGAN ALAT BANTU UKUR BAHAN BAKU KASO DI PT. ALBASIA BHUMIPHALA PERSADA

By Deodatus Butarbutar

Abstract

Perancangan suatu alat merupakan kegiatan yang dilakukan untuk membantu manusia dengan keterbatasannya dalam menyelesaikan pekerjaannya agar didapat hasil yang optimal dengan menerapkan prinsip teknologi. PT. Albasia Bhumiphala Persada (ABP) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri perkayuan global. Dalam menjalankan proses bisnisnya, perusahaan manufaktur membutuhkan bahan baku sebagai bahan utama yang akan diproses dalam proses produksi menjadi sebuah produk jadi maupun setengah jadi. Pengadaan bahan baku merupakan prioritas yang utama bagi suatu industri manufaktur supaya proses produksinya dapat berjalan dengan baik. Hal ini yang membuat perusahaan melakukan berbagai metode untuk mendapatkan bahan baku yang sesuai dengan kriteria yang ditetapkan perusahaan. Pekerja Checker bertugas melakukan pemilahan bahan baku berdasarkan grade, dan ukuran tebal dan lebar supaya didapat bahan baku yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Pengecekan bahan baku oleh bagian Checker masih menggunakan perasaan atau intuisi, sehingga banyak terjadi penyimpangan terutama penyimpangan hasil ukuran lebar dan tebal bahan baku yang mencapai ±40%. Perusahaan pernah membuat alat bantu ukur dengan menerapkan salah satu ukuran lebar bahan baku seperti jig untuk mengatasi masalah tersebut. Namun alat tersebut belum dapat memenuhi kebutuhan bahan baku perusahaan, sehingga dibutuhkan suatu alat pengecekan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Hasil wawancara menunjukkan bahwa alat yang sesuai dengan keinginan konsumen adalah alat yang aman, nyaman, mudah untuk dirakit dan dipindah-pindah, dan efektif. Perancangan alat bantu ukur dilakukan dengan metode rasional yang menghasilkan 8 alternatif rancangan. Berdasarkan hasil perhitungan nilai utilitas untuk setiap alternatif rancangan. alternatif yang memiliki nilai utilitas paling besar adalah penggunaan material as kotak untuk alat ukur, besi siku untuk alas samping, strip plat untuk alas tengah dan pengunci atas, bawah, dan kaki, besi hollow untuk rangka kaki, dan baut tangan untuk komponen perakit. Berdasarkan hasil implementasi yang disusun berdasarkan proses pertama kali pekerja Checker menggunakan alat bantu ukur dalam proses pengecekan bahan baku kaso, rata-rata penyimpangan dimensi turun mencapai 14,5% tetapi waktu pengecekan per susunan palet lebih lama 30 menit dibandingkan dengan pengecekan tanpa menggunakan alat bantu ukur

Topics: Sistem Manufacturing
Year: 2018
OAI identifier: oai:e-journal.uajy.ac.id:17526
Provided by: UAJY repository

Suggested articles


To submit an update or takedown request for this paper, please submit an Update/Correction/Removal Request.