research

Oligarki Media dan Politik : Analisis Strategi Pertahanan Kekayaan (Wealth Defense) Mnc Group Pasca Reformasi

Abstract

This research was conducted according to the context of the oligarchy as a system that has its own role in a political process, besides that oligarchic groups also have extraordinary economic access. Oligarchy Media focus is taken based on oligopoly market formed on the media industry in Indonesia. Media is one of the central components of the distribution of information obtained by the public, so that later it can be said that the media oligarchy system holds a whole process of distribution of information to the public, which becomes a negative condition when the Oligarchy never be separated from the wealth defense. Major theories used by researchers in this text, are on the line formulated by Jeffrey Winters of the Oligarchy and Defence Wealth. The method used is the analysis of the content, which researchers attempted to analyze the use of language that is used in an attempt to form an opinion on a media about policy or something that related on them interest. In this case the authors hypothesize that the Group of Oligarchy can maneuver on policy areas through extreme material resources under their control, and one of them through the media industry itself. Keyword: Oligarchy, Media Oligarchs, Wealth Defense, Opinions, Policy. Daftar Pustaka Data Primer:Wawancara Bersama Dimas Oky Nugroho Konsultan Politik Hary Tanoesodibjo.Diskusi terbatas bersama Hary Tanoesodibjo dan 10 Ekonom Muda Indonesia.Pelatihan Sosial Media dengan mentor Pandhu Wiranata dari Mark First (Add Plus) Lembaran Negara:Peraturan Menteri Keuangan no.90. Jakarta, 30 April 2015.Buku:Muhtadi,A.S. (1999). Jurnalistik pendekatan teori dan praktik. Jakarta: Logos Wacana Ilmu.Hill, D.T dkk. (2011). Pers Di Masa Orde Baru. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia dan LSPP.Leach, Darcy K. (2005). The Iron Law Of What Again? Conceptualizing Oligarchy Across Organizational Forms. Sociological Theory. New Jersey: Prentice-Hall. Inc. Winters,A.J. (2011). Oligarchy. UK: Cambridge University Press.Staggenborg, Suzzane. (1988). The Consequences of Professionalization and Formalization In The Pro CHoice Movement. New Jersey: Prentice-Hall. Inc.Mosquita, D.B. (2004). The logic Of Political Survivor. Cambridge: MIT Press.Whibley, Leonard. (1896). Greek Oligarcies: Their Character Organization. London: Methuen&Co. Korpi, Walter. (1985). Developments in The Theory Of Power and Exchange. Sociological Theory 3. New Jersey: Prentice Hall.Dahl, Robert.A. (1985). A Preface To Economic Democracy. Berkeley: University Of California Press. Monoson, Sara. (2000). Plato\u27s Democratic ENtanglements: Athenian Politic and The Practice Of Philosphy. Princeton: Princeton University Press.Berle, Adolf A. Jr. (1959). Power Without Property. A New Development in American Political Economy. New York: Harcourt, Brace & World. Foucault, Michel. (1980). Power/Knowledge:Selected Interviews&other writings 1972-1977. Colin Gordon, ed. New York: Pantheon Books.Ishiyama, J.T dkk.(2013). Ilmu Politik Dalam Paradigma abad ke-21:Media dan Politik. Jakarta: KENCANA PREDANA MEDIA GROUP.Bagdikian, B. (1997). The Media Monopoly (5thed). Boston: Beacon Press.Ericson, R.S., & Tedin, K.L. (2007). American Public Opinion:Its Origins, Content, and Impact. New York: Pearsonlongman.Lippman, W. (1922).Public Opinion. New York: Macmillan.Lazarsfeld, P.B & Gaudet, H. (1948).The People Choice. New York: Columbia University Press.Cohen, B. (1963). The Press and Foreign Policy. Princeton: Princeton university Press.Sunstein, C.R. (2001). Republic.com. Princeton: Princeton University Press.Rogers, E.M., & Dearing, J.W. (1988).Agenda Setting research:Where has it been, Where is it going. Newburry Park,CA: Sage.Moleong, L. J. (1997). Metodologi Penelitian Kualitiatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.Breuning, Marijke. (2013). Content Analysis. Texas: University Of North Texas.Krippendorf, K. (1980). Content Analysis: An Introduction to its Methodology. Beverly Hills, Ca.: Sage.Weber, R.P. (1990). Basic Content Analysis (2nded). Newburry Park, CA.: Sage.Schumpeter. J. (2006). dalam Richard S Katz dan William Crotty, “Handbook of Party Politics,”. California: Sage Publications Ltd.Miriam Budiarjo, (1972). Dasar Dasar ilmu Politik. Gramedia Pustaka:Jakarta.Johnston H.W (1978). dalam James Jasinki, "Sourcebook on Rhetoric, Key Concepts In Contemporary Rhetorical Studies,". California: Sage Publications Ltd. Jurnal : Sudibyo, Agus dkk. (2013). Ditempa Pertarungan Modal:Industri Pertelevisian di Indonesia Pasca-Otoritarianisme. Prisma Vol.32, No.1, hal.3.Putra, A.M. (2007). Menyoal Rating Gaya Mimpi: Mempertanyakan rating Ala AGB Nielsen. Media Watch the Habibie Center: Jakarta, edisi no.54/15 Februari-15 maret 2007.Hertzberg, Hendrik. (2009). Biggus Buckus.New Yorker.November 9th edition, page.27-28.Graber, D.A. (2003). The Media and Democracy:Beyond Myths and Stereotype. Annual Review Of Political Science. Publikasi Elektronik:Ade Masayanti, “Walikota Bandung bikin 30 Kampung Kreatiif” http://www.tribunnews.com/regional/2013/12/09/wali-kota-Bandung-bikin-30-kampung-kreatif. diakses pada 28 April 2015. Rani, Sofjan.(2012). Industri Media dan Belanja iklan. http://www.kompas.com/kompas cetak/0303/25/finansial/207801.html, diakses pada 26/03/2015 pukul 19.34 WIB. Arifin, Nurul ,”One East Luncurkan The Royal Suite DI Surabaya”. http://economy.okezone.com/read/2015/03/07/470/1115117/one-east-luncurkan-the-royal-suite-di-surabaya. Diakses pada 4/05/2015. Samons, Loren J.(1998). Mass, Elite, and Hoplite-Farmer in Greek History.The Other Greeks.ArionThird Series .www.jstor.org/stable/20163692, hal.99-123 diakses pada 2/4/2015 pada pukul 15.37 WIB. Roosevelt, Theodore. 1910.”The New Nationalism”. Pidato Presiden. www.presidentialrhetoric.com/historicspeeches/roosevelttheodore/newnationalism.html. diakses pada 30/03/2015. Kenworthy, Lane. (2009). Tax Myth. context.org/articles/summer-2009/tax-myth/. diakses pada 10 April 2015 pada pukul 11:37 WIB. MNC, ”Corporate History,” http://mnc.co.id/corporate-history-milestones/id#content, diakses pada 20 Juni 2014. MNC, “About Us,” http://mnc.co.id/about-us/en, diakses pada 21 Juni 2015.MNC, ”MNC Land Sejarah Singkat,” http://www.mncland.com/?dat=1&idg=15, diakses pada 21 Juni 2015.MNC, ”MNC LAND Proyek Yang Sedang Berjalan” http://www.mncland.com/?dat=3&idc=157, diakses pada 21 Juni 2015.Tempo, “Mulai 30 Mei, Pemilik Apartemen Dikenai Pajak Barang Mewah,” http://bisnis.tempo.co/read/news/2015/05/29/087670554/mulai-30-mei-pemilik-apartemen-dikenai-pajak-barang-mewah, diakses pada 22 Juni 2015. MNC LAND, “Ground Breaking Apartemen One East Residences Surabaya - 24 Oktober 2013,” http://www.mncland.com/?dat=31&idg=18, diakses pada 22 Juni 2015.Nurul Arifin, “One East Luncurkan The Royal Suite di Surabaya,” http://economy.okezone.com/read/2015/03/07/470/1115117/one-east-luncurkan-the-royal-suite-di-surabaya, diakses pada 24 Juni 2015.Kurniasih Miftakhul jannah, “Properti Sangat Mewah Terancam Dibebani Pajak 45%,” http://economy.okezone.com/read/2015/01/27/470/1098017/properti-sangat-mewah-terancam-dibebani-pajak-45, diakses pada 26 Juli.Meutia Febrina Anugrah, “Apartemen di atas Rp 2 Milyar Kena Pajak Itu Salah,” http://economy.okezone.com/read/2015/01/27/470/1097893/apartemen-di-atas-rp2-m-kena-pajak-itu-salah-sasaran, diakses pada 27 Juli 2015.Meutia Febrina Anugrah, “Apartemen Rp 2 Milyar Tak Pantas Kena Pajak Barang Mewah,” http://economy.okezone.com/read/2015/04/15/470/1134515/apartemen-rp2-miliar-tak-pantas-kena-pajak-barang-mewah, diakses pada 28 Juni 2015.Meutia Febrina Anugrah, “Apartemen Mewah Dipajaki, Potensinya Tidak Besar,” http://economy.okezone.com/read/2015/01/27/470/1097896/apartemen-mewah-dipajaki-potensinya-tidak-besar, diakses pada 30 Juni 2015.Koran-sindo.com, “Target Pajak 2015 Sulit Terealisasi,” http://www.koran-sindo.com/read/999670/150/target-pajak-2015-sulit-terealisasi-1431310408, diakses pada 2 Juli 2015.Meutia Febrina Anugrah, “Pajak Apartemen Mewah Timbulkan Efek Negatif,” http://economy.okezone.com/read/2015/01/29/470/1098931/pajak-apartemen-mewah-timbulkan-efek-negatif, diakses pada 2 Juli 2015.Meutia Febrina Anugrah, “Aturan pajak apaertemen mewah bisa jadi bumerang bagi pemerintah“ http://economy.okezone.com/read/2015/04/21/470/1137609/aturan-pajak-apartemen-mewah-bisa-jadi-bumerang-bagi-pemerintah, diakses pada 3 Juli 2015.Prabawati Sriningrum, “Penuhi Target Pajak, Pemerintah Dinilai Membabi Buta “ http://economy.okezone.com/read/2015/03/29/20/1125949/penuhi-target-pajak-pemerintah-dinilai-membabi-buta, diakses pada 3 Juli 2015.Ihsannuddin, “Survei: Angka Keinginan Partisipasi dalam Pemilu Tinggi,” http://nasional.kompas.com/read/2014/02/11/1457144/Survei.Angka.Keinginan.Partisipasi.dalam.Pemilu.Tinggi, diakses pada 4 Juli 2015.Alwan Ridhan Ramdhani, “Lobi Pemilih Lewat Bombardir Iklan Televisi,” http://www.merdeka.com/pemilu-2014/lobi-pemilih-lewat-bombardir-iklan-televisi-iklan-kampanye-terselubung-4.html, diakses pada 5 Juli 2015. Detik.com, “Hary Tanoesodibjo Gabung Partai Nasdem,” http://news.detik.com/berita/1742348/hary-tanoesoedibjo-gabung-partai-nasdem, diakses pada 6 Juli 2015.Misbahol Munir, “Ini Alasan Hary Tanoesoedibjo Gabung Partai NasDem,“ http://news.okezone.com/read/2011/11/09/339/527061/ini-alasan-hary-tanoesoedibjo-gabung-partai-nasdem, diakses pada 8 Juli 2015.Fiddy Anggriawan, "Hary Tanoesoedibjo Gabung ke NasDem Bukan Politik Transaksional," http://news.okezone.com/read/2012/06/23/339/652419/hary-tanoesoedibjo-gabung-ke-nasdem-bukan-politik-transaksional, diakses pada 9 Juli 2015.Sabrina Asril, "Hary Tanoe: Saya Mundur dari Partai Nasdem," http://nasional.kompas.com/read/2013/01/21/15011526/Hary.Tanoe.Saya.Mundur.dari.Partai.Nasdem, diakses pada 9 Juli 2015.Ahmad Dani, “Garda Pemuda Nasdem DKI Jakarta Mundur Massal,” http://news.okezone.com/read/2013/01/27/339/752401/garda-pemuda-nasdem-DKI-Jakarta-mundur-massal, diakses pada 9 Juli 2015.Arif Setyadi, “Restorasi Rusak, 3 Ribu Kader Nasdem Mundur,” http://news.okezone.com/read/2013/02/15/339/762406/restorasi-rusak-3-ribu-kader-nasdem-mundur, diakses pada 14 Juli 2015.Mariska Arya Virdhani, “Pengamat: HT Mundur Akibat Jadi ATM Surya Paloh ,“ http://news.okezone.com/read/2013/01/22/339/750371/pengamat-ht-mundur-akibat-jadi-atm-surya-paloh, diakses pada 15 Juli 2015.Catur nugroho Saputra, “Hary Tanoesoedibjo: Gerakan Perubahan Tak Hanya Melalui NasDem,”. http://news.okezone.com/read/2013/01/21/339/749589/large, diakses pada 20 Juli 2015.Jacky Rachmansyah, “Alasan Hary Tanoe Keluar NasDem dan Pilih Hanura,“ http://nasional.tempo.co/read/news/2013/02/25/078463493/alasan-hary-tanoe-keluar-nasdem-dan-pilih-hanura, diakses pada 20 Juli 2015.Array, “HT Usulkan Slogan Hanura \\u27Gerakan Perubahan dengan Hati Nurani,” http://news.detik.com/berita/2172315/ht-usulkan-slogan-hanura-gerakan-Perubahan-dengan-hati-nurani, diakses pada 21 Juli 2015.Dani Prabowo, “Hary Tanoe Jadi Ketua Badan Pemenangan Pemilu Hanura” http://nasional.kompas.com/read/2013/06/30/2105334/Hary.Tanoe.Jadi.Ketua.Badan.Pemenangan.Pemilu.Hanura, diakses pada 22 Juli 2015.BBC.com, “Wiranto deklarasikan diri sebagai capres,” http://www.bbc.com/Indonesia/berita_indonesia/2013/07/130701_wiranto_capres, diakses pada 23 Juli 2015.Tegar Arief Fadly, “Wiranto: HT Sudah Kaya, Tak Mungkin Korupsi” http://news.okezone.com/read/2013/07/31/339/845486/wiranto-ht-sudah-kaya-tak-mungkin-korupsi, diakses pada 23 Juli 2015.Nurul Arifin, “Wiranto: HT Sudah Kaya, Tak Mungkin Korupsi” http://news.okezone.com/read/2013/08/31/339/858611/wiranto-ht-kolaborasi-generasi-muda-dan-senior, diakses pada 23 Juli 2015.Fahmi Firdaus, “Konvensi Demokrat Kalah Populer Dibanding Deklarasi Win-HT,” http://news.okezone.com/read/2013/09/02/339/859431/konvensi-demokrat-kalah-populer-dibanding-deklarasi-win-ht, diakses pada 24 Juli 2015.Indra Akuntono, “Menurut LKP, Deklarasi Wiranto-HT Dongkrak Elektabilitas Hanura,”http://nasional.kompas.com/read/2013/09/02/1802190/about.html, diakses pada 24 Juli 2015.Caroline Damanik, “Wiranto: Kuis Kebangsaan Win-HT Memang Di-"setting", tetapi...” http://nasional.kompas.com/read/2013/12/11/1827521/Wiranto.Kuis.Kebangsaan.Win-HT.Memang.Di-.setting.tetapi, diakses pada 26 Juli 2015.Sandro Gatra, “Win-HT yang Menggebrak” http://Indonesiasatu.kompas.com/read/2014/01/27/1635285/win-ht.yang.menggebrak, diakses pada 26 Juli 2015.KPI.go.id, “Teguran Tertulis Program Kuis "Kuis Kebangsaan" RCTI” http://www.kpi.go.id/index.php/lihat-sanksi/31779-program-kuis-kuis-kebangsaan-rcti, diakses pada 26 Juli 2015.Ira Guslina SUfa, “KPI Larang Penayangan Kuis Win-HT “ http://nasional.tempo.co/read/news/2014/02/21/078556320/kpi-larang-penayangan-kuis-win-ht, diakses pada 26 Juli 2015.Dani Prabowo,” Disahkan KPU, Ini Perolehan Suara Pemilu Legislatif 2014” http://nasional.kompas.com/read/2014/05/09/2357075/Disahkan.KPU.Ini.Perolehan.Suara.Pemilu.Legislatif.2014, diakses pada 27 Juli 2015.Singgih Soares, “Alasan Hary Tanoe Mundur Dari Hanura” http://pemilu.tempo.co/read/news/2014/05/23/269579756/Alasan-Hary-Tanoe-Mundur-dari-Hanura, diakses pada 27 Juli 2015.Aries Setiawan, “Alasan Mundurnya Hary Tanoe dari Hanura” http://politik.news.viva.co.id/news/read/505943-alasan-mundurnya-hary-tanoe-dari-hanura, diakses pada 27 Juli 2015.Tika Primandari, “Untung-Rugi Hary Tanoe Dukung Prabowo” http://www.tempo.co/read/news/2014/05/23/269579823/untung-rugi-hary-tanoe-dukung-prabowo, diakses pada 27 Juli 2015. Hariyanto Kurniawan, “Koalisi Prabowo Lebih Kuat Dibanding Jokowi” http://pemilu.sindonews.com/read/865133/113/koalisi-prabowo-lebih-kuat-dibanding-jokowi-1400505791, diakses pada 27 Juli 2015

Similar works

Full text

thumbnail-image
oai:neliti.com:254295Last time updated on 7/12/2018

This paper was published in Neliti.

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.