unknown

Tipologi pemikiran pendidikan Islam : Studi pemikiran Imam Suprayogo dan Azyumardi Azra

Abstract

INDONESIA: Arus globalisasi saat ini telah menimbulkan banyak sekali perubahan dari segala aspek kehidupan. Perubahan ini tidak dapat dihindari akibat dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sedemikian cepat. Perkembangan dunia global yang begitu cepat dapat berdampak positif dan negatif pada generasi suatu bangsa. Sebagai agen perubahan sosial, pendidikan Islam yang berada dalam atmosfir modernisasi dan globalisasi dewasa ini dituntut untuk mampu memainkan perannya secara dinamis dan proaktif. Menanggapi hal ini Imam Suprayogo dan Azyumardi Azra mengeluarkan ide-ide cemerlangnya, dan kehadirannya diharapkan mampu membawa perubahan dan kontribusi yang berarti bagi perbaikan pendidikan Islam, baik pada tataran intelektual teoritis maupun praktis. Adapun tujuan penelitian ini, Pertama, mendeskripsikan pemikiran pendidikan Islam Imam Suprayogo dan Azyumardi Azra. Kedua menganalisis persamaan dan perbedaan pemikiran pendidikan Islam Imam Suprayogo dan Azyumardi Azra. Ketiga menganalisis tipologi pemikiran pendidikan Islam Imam Suprayogo dan Azyumardi Azra. Jenis penelitian ini adalah kajian pustaka (library research), dan pengumpulan datanya dilakukan dengan metode dokumentasi dan wawancara. Adapun teknik analisis datanya menggunakan content analysis, historis dan tipologis yang semuanya untuk menjawab permasalahan penelitian tentang tipologi pemikiran pendidikan Islam Imam Suprayogo dan Azyumardi Azra. Dalam penelitian ini peneliti menemukan bahwa (1) Pembaharuan dan pengembangan pendidikan Islam adalah sebuah keniscayaan dalam menghadapi tantangan global agar lembaga pendidikan Islam terpinggirkan (2) Adanya persamaan dan perbedaan pemikiran keduanya secara teoritis dan aplikasi dalam mereformulasi pengertian pendidikan Islam, dasar pendidikan Islam, tujuan pendidikan Islam, kurikulum pendidikan Islam, peran madrasah dalam pengembangan pendidikan Islam dan Peran PTAIN dalam pengembangan pendidikan Islam. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwasanya berdasarkan tipolgi yang dikonsep Muhaimin, Imam Suprayogo termasuk dalam kategori tipologi perenial-esensialis kontekstual falsifikatif dan Azyumardi Azra dalam kategori rekontruksi sosial berdasarkan tauhid. Apabila ditijau dari konsep aliran pendidikan Jawad Ridla keduanya termasuk dalam kategori aliran pragmatis. Sedangkan menurut penulis sendiri pemikiran Imam suprayogo bersifat fenomenologi kontekstual dan Azyumardi Azra bersifat historis kontekstual. ENGLISH: Globalization wave has caused a lot of changes towards various aspects of life. This shift can not be avoided due to the development of knowledge and technology rapidly. The rapid development of global world causes positive and negative effects towards the young generation of a nation. As the agent of social change, Islamic education which is within the atmosphere of modernity and globalization is demanded to be able to play its significant role dynamically and proactively. As the reaction to this kind of phenomenon, Imam Suprayogo and Azyumardi Azra express any wonderful ideas which will bring significant changes and contribution to the reparation of Islamic education towards those intellects theoretically and practically. The purposes of the study are first, to describe Islamic Education based on the perspectives of Imam Suprayogo and Azyumardi Azra. To analyze the similarities and the differences of Islamic Education based on the perspectives of Imam Suprayogo and Azyumardi Azra for the second. The last one is to analyze the typology of Islamic Education based on the perspectives of Imam Suprayogo and Azyumardi Azra. This research is a library research type. The data collection method performed by doing documentations and interviews. The data analysis technique uses content analysis, historic, typology to answer the problems of the study about typology of Islamic educational thought of Imam Suprayogo and Azyumardi Azra. The results of the study showed as follows: 1) the renewal and the development of Islamic education is the necessity acts to face the global challenges to marginalize Islamic educational institutions, 2) The existence of both similarities and differences of thoughts theoretically and practically in reformulating the definition of Islamic Education, the basic of Islamic education, the goals of Islamic education, the curriculum of Islamic education, the role of Islamic institution in the development of Islamic education and the role of PTAIN in the development of Islamic education. From the results of the study, the researcher concluded that typology based on Muhaimin, Imam Suprayogo perspectives involved in the category of perennial-essential-contextual falsificative. While the perspective of Azyumardi Azra was involve in the category of social reconstruction based on Tauhid. If it is viewed from the concept of Jawad Ridla doctrines, the two perspectives were involved in the category of Pragmatic. Meanwhile, according to the researcher, Imam Suprayogo’s thought was categorized in contextual phenomenology and the Azra’s was categorized in contextual history

Similar works

Full text

thumbnail-image

Etheses of Maulana Malik Ibrahim State Islamic University

Provided a free PDF
oai:etheses.uin-malang.ac.id:8676Last time updated on 2/9/2018View original full text link

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.