Article thumbnail

EVALUASI KEBIJAKAN SENTRA INDUSTRI DI DINAS PERDAGANGAN DAN PERINDUSTRIAN KOTA BANDUNG

By 132010119 Dian Widianita Gumilang

Abstract

Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung memiliki 30 sentra industri unggulan. Namun tidak semua ke-30 sentra industri unggulan di atas mencapai pasar nasional/ regional. Sejak tahun 2009, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung berdasarkan Surat Keputusan Walikota Bandung Nomor 530/ Kep.295-DISKUMK.PERINDAG/2009 telah menetapkan tujuh sentra industri dan perdagangan yang dianggap mampu mencapai pasar nasional/ regional. Pada dasarnya sentra industri dan perdagangan tersebut, secara tradisional sudah dikenal sebagai tempat usaha industri masyarakat dalam skala usaha kecil dan menengah. Pemerintah Kota Bandung menilai bahwa produk yang dihasilkan oleh sentra-sentra tersebut berpotensi untuk diangkat sebagai produk unggulan Indusri Kecil Menengah (IKM) Kota Bandung. Winarno menggambarkan kriteria-kriteria evaluasi kebijakan yang meliputi 6 (enam) tipe Efektifitas (Effectiveness), Efisiensi (Efficiency), Kecukupan (Adequacy), Pemerataan/Kesamaan (Equity), Responsivitas (Responsiveness), Ketepatan (Appropriateness). Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini metode kualitatif studi kasus evaluasi kebijakan sentra industri di Kota Bandung dengan menggunakan model analisis interaktif dari Miles dan Huberman yaitu melalui pengumpulan data, reduksi data, display data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kebijakan yang telah dibuat oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung untuk sentra-sentra industri masih memiliki kekurangan-kekurangan di dalamnya baik dalam hasil (output) maupun dampak yang dihasilkan dari kebijakan tersebut (outcome). Dana/ modal, kompetensi kemampuan, pemasaran/ marketing, dan terlalu birokratisnya dalam mengurus kebijakan yang akan diberlakukan untuk sentra-sentra industri di Kota Bandung menjadikan kebijakan yang telah dibuat terkendala, sehingga apa yang diharapkan tidak mampu tercapai sesuai jangka waktu yang telah ditetapkan. Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung harus mampu membuat kebijakan yang telah ditetapkan berjalan sedemikian rupa dengan berbagai hambatan dan rintangan yang dihadapi agar mencapai hasil dan dampak yang diharapkan, yaitu mampu menembus pasar luar/ mancanegara sehingga dapat memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan daerah serta untuk kesejahteraan para pelaku usaha sentra-sentra industri di Kota Bandung itu sendiri. Kata kunci : Industri, Kebijakan, Evaluas

Topics: S1-Skripsi
Year: 2017
OAI identifier: oai:repository.unpas.ac.id:27778
Provided by: Universitas Pasundan

Suggested articles


To submit an update or takedown request for this paper, please submit an Update/Correction/Removal Request.