slides

PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG GUNUNG HEJO SEBAGAI TEMPAT PESUGIHAN (Studi Deskriptif Kualitatif Persepsi Masyarakat Tentang Gunung Hejo Sebagai Tempat Pesugihan di Kecamatan Darangdan, Purwakarta)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Persepsi Masyarakat Tentang Gunung Hejo Sebagai Tempat Pesugihan”. Persepsi ataupun pendapat dikalangan masyarakat berbeda-beda menurut sudut pandang, pengalaman, dan pesaan yang diterima oleh masing-masing individu. Persepsi muncul akibat adanya sebuah proses yaitu Sensasi, Atensi, dan Interpretasi. Oleh karena itu, peneliti terarik untuk meneliti tentang persepsi yang ada pada masyarakat mengenai Gunung Hejo yang dipercaya sebagai tempat pesugihan yang berada di Kecamatan Darangdan, Purwakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang Gunung Hejo yang terletak di Kecamatan Darangdan, Purwakarta. Peneliti ingin mengetahui bagaimana respon dan sikap masyarakat dengan adanya Gunung Hejo yang dipercaya oleh masyarakat dijadikan tempat keramat untuk melakukan doa serta ritual pesugihan. Dengan ini, peneliti mencari tahu dengan melalui tahap-tahap Sensasi, Atensi, dan Interpretasi. Metode yang digunakan oleh peneliti adalah deskriptif kualitatif dengan cara melakukan wawancara secara mendalam kepada informan atau narasumber yang berada dilokasi penelitian. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti mencoba menarik kesimpulana bahwa dari hamper semua informan mempersepsikan Gunung Hejo sebagai tempat pesugihan baik dalam kelancaran usaha,jabatan, maupun mencari wangsit. Sebagai salah satu tempat yang dikenal angker karena tempatnya yang dikelilingi hutan karet ini sudah terkenal sejak puluhan tahun lalu. Bahkan dari waktu ke waktu peziarah yang datang ke tempat ini selalu ada setiap harinya. Masyarakat meyakini bahwa Gunung Hejo merupakan salah satu tempat petilasan Prabu Siliwangi. Karena itu pula tidak sedikit masyarakat yang datang ke tempat tersebut melakukan ritual tertentu guna mencari pesugihan baik dalam kelancaran usaha,jabatan, maupun mencari wangsit. Saran dari peneliti ada baiknya jika masyarakat untuk tidak terlalu percaya dengan hal gaib seperti itu, karena semua rizki sudah diatur oleh Allah. SWT. dan tidak ada salahnya jika memang masyarakat ingin menjaga melestarikan Gunung Hejo sebagai tempat yang dikenal dengan timbunnya pohon karet sebagai tempat wisata

Similar works

Full text

thumbnail-image

Universitas Pasundan

Provided a free PDF
oai:repository.unpas.ac.id:27628Last time updated on 2/9/2018View original full text link

This paper was published in Universitas Pasundan.

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.