research

PENERAPAN MODEL INQUIRI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPS TENTANG KEANEKARAGAMAN KENAMPAKAN ALAM (Penelitian Tindakan Kelas dalam Pembelajaran IPS pada pokok Bahasan Mengenai Keanakeragaman Kenampakan Alam di kelas IV SDN Tanjung Laya I Kabupaten Bandung)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh temuan di lapangan bahwa proses pembelajaran IPS di sekolah dasar menunjukan adanya gejala - gejala tentang kuran gnya motivasi siswa dalam mempelajari pelajaran IPS. Selain dari kurangnya minat siswa terhadap pembelajaran IPS, siswapun kurang memahami dari pelajaran IPS yang akan dipelajarinya. Hal itu menunjukkan bahwa guru tidak memberi informasi akhir yang harus d ilakukan seorang guru sebagai pengetahuan awal dari materi selanjutnya. K etidak pahaman tentang pembelajaran IPS materi keanekaragaman kenampakan alam diketahui bahwa faktor penyebabnya adalah faktor dari siswa send iri dan faktor dari guru kelas, diantaran ya adalah (1) siswa cenderung kurang aktif, ( 2 ) hasil evaluasi menunjukan siswa mengalami kesulitan dala m memahami materi masalah keanekaragaman kenampakan alam , sehingga nilai evaluasinya rendah, nilai siswa yang tuntas 13,8 % , dan yang tidak tuntas 86,2 % , dengan rata - rata nilai yaitu 41. Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas yang dikembangkan oleh Sanford dan Kemmis. Dalam pelaksanaan penelitian dilakukan dua siklus dimana subjeknya yaitu siswa kelas IV dengan jumlah 29 si swa. Instrument yang digunakan yaitu lembar observasi aktivitas guru/peneliti dan siswa, wawancara, Lembar Kerja Siswa (LKS), dan tes berupa evaluasi serta angket hasil respon siswa. Penelitian ini bertujuan untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Si swa Melalui Pen ggunaan Model Inquiri dalam Pembelajaran IPS pada Topik Keanekaragaman Kenampakan Alam di Kelas IV SDN Tanjunglaya I Kecamatan Cikancung Kabupaten Bandung . Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Model Inquiri dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Pada siklus I tingkat rata - rata pemahaman konsep siswa dalam proses pembelajaran adalah 60 . Pada siklus II tingkat pemahaman konsep siswa rata - rata dalam proses pembelajaran adalah 80 yang berarti tel ah melebihi nilai KKM yang ditetapkan yaitu 65. Sehingga sikluspun dihentikan. Hal ini berpengaruh pada jumlah ketuntasan siswa setelah proses pembelajaran. S iklus I s iswa yang telah tu ntas mencapai KKM sebanyak 41,37 %. Sedangkan Siklus II mengalami peni ngkatan sebanyak 86 % . Siswa menjadi lebih aktif, berani bertanya dan mengeluarkan pendapat dan pembelajaranpun menjadi lebih menyenangkan. Kata kunci : Inquiri, motivasi dan hasil belajar siswa

Similar works

Full text

thumbnail-image

Universitas Pasundan

Provided a free PDF
oai:repository.unpas.ac.id:13159Last time updated on 2/9/2018View original full text link

This paper was published in Universitas Pasundan.

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.