Article thumbnail

PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING DALAM MENUMBUHKANKAN SIKAP RASA INGIN TAHU DAN PEDULI LINGKUNGAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI KELAS IV

By 105060327 FUJI KARDIANA

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menumbuhkan sikap rasa ingin tahu dan peduli lingkungan dalam meningkatkan hasil belajar siswa melalui model project based Learning tentang keberagaman makhluk hidup dilingkunganku. Penelitian tindakan kelas dilaksanakan di kelas IV SDN Rancaekek 3. Penelitian ini dilatar belakangi dengan keadaan siswa di kelas IV SDN Rancaekek 3 yang kurang hasil belajarnya dikarenakan guru sering menggunakan ceramah konvensional, sedangkan dengan model-model pembelajaran yang lain khususnya model Project based Learning belum pernah dilaksanakan. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan sistem siklus yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, analisis dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Dalam tiap siklusnya dilaksanakan kegiatan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Project based Learning yang terdiri dari 6 tahap yaitu 1.Penentuan pertanyaan mendasar, 2. Mendesain perencanaan proyek, 3.Menyusun jadwal , 4. Memonitor peserta didik dan kemajuan proyek, 5.Menilai hasil,6.Mengevaluasi Pengalaman Teknik evaluasi yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik tes dan non tes. Teknik tes untuk mengetahui hasil belajar siswa, dan teknik non tes untuk mengetahui hasil belajar siswa dengan model project based Learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran Project based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai rata-rata peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I sampai siklus II, yaitu pada siklus I muncul hasil belajar 1,75 dengan kategori cukup, siklus II 2,62 dengan kategori baik Kesimpulan yang diperolah dari penelitian ini adalah, bahwa penggunaan model pembelajaran Project based Learning sangat menunjang terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada tema 3 subtema 2 Keberagaman makhluk hidup di lingkunganku di kelas IV Sekolah Dasar. Dengan demikian, penggunaan model Project based Learning dapat dijadikan salah satu model pembelajaran untuk diterapkan pada pembelajaran keberagaman makhluk hidup di lingkunganku. Kata kunci: Project based Learning, Hasil Belajar Siswa. BAB I PENDAHULUAN a) Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi peranannya dimasa yang akan datang. Pengertian pendidikan (UU SISDIKNAS No. 20 tahun 2003) adalah: Usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan nasional mempunyai visi terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Makna manusia yang berkualitas adalah manusia terdidik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Oleh karena itu, pendidikan nasional harus berfungsi secara optimal sebagai wahana dalam pembangunan bangsa dan karakter. Karena kurikulum dipandang sebagai salah satu unsur yang bisa memberikan kontribusi yang signifikan untuk mewujudkan proses berkembangnya kualitas potensi peserta didik maka kurikulum 2013 perlu dikembangkan dengan berbasis pada kompetensi sangat diperlukan sebagai instrumen untuk mengarahkan peserta didik menjadi: (1) Manusia berkualitas yang mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah; (2) Manusia terdidik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri; (3) Warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Kegiatan dasar pembelajaran pada kurikulum 2013 adalah pendekatan ilmiah (saintific approach), walaupun sebenarnya bukan hal yang baru, karena pendekatan ilmiah pada KBK sudah ada, namun istilahnya saja yang berbeda. Adapun ciri-ciri umumnya adalah kegiatan pembelajaran yang mengedepankan kegiatan-kegiatan proses yaitu: mengamati, menanya, mencoba, menyimpulkan. Sekolah merupakan salah satu tempat sarana siswa untuk belajar. Guru bukanlah satu-satunya orang dewasa yang bisa dijadikan sebagai sarang ilmu, namun hubungan antara satu siswa dengan siswa yang lain itu bisa dikatakan sebagai tempat bertukarnya ilmu. Tidak hanya itu orangtua, tetangga pun bisa dijadikan tempat mencari ilmu. Ilmu yang didapat bisa berbagai macam, tidak hanya ilmu yang bersifat akademis, namun ilmu yang berkaitan dengan sehari- hari pun dapat disebut dengan ilmu. Saat ini adalah saat transisi dalam bidang pendidikan. Masa beralihnya dari kurikulum KTSP 2006 ke kurikulum 2013. Dalam kurikulum KTSP dan kurikulum sebelumnya secara garis besar lebih mengedepankan pada aspek kognitif lalu psikomotorik kemudian afektif. Hal tersebut disinyalir merupakan penyebab buruknya kualitas pendidikan di Indonesia. Maka dari itu para ahli pendidikan bekerja sama dengan pemerintah mengubah kurikulum tersebut dengan kurikulum 2013. Memang pada dasarnya perubahan yang terjadi dalam bidang pendidikan ini dilatarbelakangi oleh keinginan untuk memperbaiki mutu pendidikan. Alasan penulis mengambil kurikulum 2013 ini karena peniliti adalah calon guru dimasa yang akan datang, jadi peneliti berniat untuk mencoba mempelajari atau membuat skripsi menggunakan kurikulum 2013. Kurikulum 2013 ini lebih menonjolkan pada aspek afektif lalu psikomotorik kemudian kognitif. Diharapkan agar generasi penerus bangsa memiliki watak pancasila yang mampu memajukan kualitas bangsa dari segala sisi. Kenyataannya, situasi pembelajaran kurang memenuhi dari yang diharapkan. Khususnya di lokasi yang akan penulis teliti. Hasil pembelajaran bisa ditentukan dari aktivitas yang siswa lakukan selama proses belajar. Tentunya jika siswa berperan aktif belajar, maka hasil yang didapat adalah memuaskan. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan disekolah oleh Penulis pada saat pembelajaran keberagaman makhluk hidup dilingkunganku berlangsung di kelas IV SDN Rancaekek 3. Menunjukan bahwa sikap rasa ingin tahu, peduli lingkungan,bertanggung jawab,kreatif, dan percaya diri itu belum terlihat secara spesifik, dan hasil belajar siswa pun masih belum mencapai target dari KKM yang telah ditetapkan yaitu sebesar 2,67. Itu karena Adanya penyebab faktor-faktor yang menyebabkan permasalahan tersebut yaitu berasal dari siswa dan guru. Faktor penyebab permasalahan dari siswa, diantaranya: (1) Situasi dikelas yang terlihat ramai, itu dikarenakan sebagian siswa ada yang masih bercanda didalam kelas; (2) sikap rasa ingin tahu, dan peduli lingkungan,.belum terlihat sama sekali disaat proses belajar mengajar berlangsung; (3) Hasil belajar siswa memperoleh nilai dibawah KKM yang telah ditetapkan sebesar 2,67 diantaranya: 14 memperoleh nilai 2,6. 2,4 sebanyak 4 orang, 2,2 sebanyak 2 orang, 1,6 sebanyak 5 orang, dan 1,8 sebanyak 2 orang peserta didik. Sedangkan faktor penyebab permasalahan yang berasal dari guru, diantaraya: (1) Guru kurang melibatkan siswa untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran, akibatnya siswa kurang termotivasi untuk mengikuti kegiatan pembelajaran; (2) Guru hanya memberikan teori kepada siswa dan tidak pernah mengajak siswa praktek langsung dalam belajar berbasis proyek, akibatnya kemampuan siswa dalam memecahkan masalah kurang maksimal; (3) Guru kurang membimbing siswa dalam menerapkan pembelajaran kerja kelompok yang efektif dan bermakna; dan (4) Guru tidak menggunakan media pembelajaran dalam proses penyampaian materi dan pembetukan kelompok pada materi Keberagaman makhluk hidup di lingkunganku, akibatnya keterampilan siswa dalam mengelola sumber belajar tidak meningkat. Fakta-fakta di atas diperkuat oleh hasil wawancara dengan salah satu guru, tepatnya wali kelas IV SDN Rancaekek 3, yang dilaksanakan pada tanggal 02 Desember 2014. Hasil wawancara tersebut menjelaskan alasan ketidakpahaman siswa memahami tentang materi Keberagaman makhluk hidup di lingkunganku, diantaranya: (1) Guru beranggapan bahwa kegiatan pembelajaran Keberagaman makhluk hidup di lingkunganku, biasanya menggunakan metode hafalan; (2) Guru beranggapan kurangnya pengetahuan mengenai model-model atau metode-metode pembelajaran yang dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran mengenai materi keberagaman makhluk hidup di lingkunganku; dan (3) Guru beranggapan bahwa media yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran cukup dengan buku teks. Harapanya dengan menggunakan model pembelajaran Project Based Learning, siswa lebih mengerti dalam mengikuti pembelajaran dan dapat meningkatkan Hasil belajarnya dalam pembelajaran tematik, dan dapat memperoleh hasil belajar yang maksimal dalam proses belajar, khususnya tentang tema Peduli terhadap makhluk hidup subtema Keberagaman makhluk hidup di lingkunganku di kelas IV SDN Rancaekek 3. Berkaitan dengan pengajaran tematik keberadaan media pembelajaran jelas mempunyai pengaruh terhadap keberhasilan belajar mengajar. Pengajaran pada dasarnya (Nana Sudjana 2002: 43) adalah suatu proses terjadinya interaksi guru dan siswa melalui kegiatan terpadu dari dua bentuk kegiatan, yaitu kegiatan belajar siswa dan kegiatan mengajar guru. Model pembelajaran Project Based Learning diharapkan dapat meningkatkan Hasil belajar siswa dalam materi Kebergaman makhluk hidup di lingkunganku sehingga prestasi belajar siswa dapat meningkat lebih baik. Demikian, penulis berpandangan perlu diadakan penelitian dengan mengajukan salah satu solusi yaitu penerapan model pembelajaran Project Based Learning dalam pembelajaran tematik. Model pembelajaran Project Based Learning diasumsikan dapat membuat pembelajaran tematik khususnya pada tema 3 Peduli terhadap makhluk hidup lebih bermakna dan siswa lebih dapat termotivasi dalam pembelajaran subtema 2 Keberagaman makhluk hidup di lingkunganku. Kegiatan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Project Based Learning mempunyai keunggulan menurut McDonell (2007: 170) dalam Yunus Abidin (2014: 170) yakni bahwa model ini diyakini mampu meningkatkan kemampuan sebagai berikut: 1. Mengajukan pertanyaan, mencari informasi dan menginterpretasikan informasi (visual dan tekstual) yang mereka lihat, dengar, atau baca. 2. Membuat rencana penelitian, mencatat temuan, berdebat, berdiskusi, dan membuat keputusan. 3. Bekerja untuk menampilkan dan mengontruksi informasi secara mandiri. 4. Berbagi pengetahuan dengan orang lain, bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama, dan mengakui bahwa setiap orang memiliki keterampilan tertentu yang berguna untuk proyek yang sedang dikerjakan. 5. Menampilkan semua disposisi intelektual dan sosial yang penting yang dibutuhkan untuk memecahkan masalah dunia nyata. Selain dipandang memiliki keunggulan, model ini masih dinilai memiliki kelemahan-kelemahan (Yunus Abidin 2014: 171) sebagai berikut: (1) Memerlukan banyak waktu dan biaya; (2) Memerlukan banyak media dan sumber belaajar; (3) Memerlukan guru dan siswa yang sama-sama siap belajar dan berkembang; (4) Ada kekhawatiran siswa hanya akan menguasai satu topik tertentu yang dikerjakannya. Hasil belajar merupakan hasil dari proses pengajaran, dimana kita mengetahui keberhasilan peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran dan keberhasilan guru dalam mengolah kegiatan pembelajaran menjadi efektif. Seperti pendapat Djamarah dan Zain (2006:121) yang menyatakan bahwa ”Setiap proses mengajar menghasilkan hasil belajar, dapat dikatakan akhir atau puncak dari proses belajar. Akhir dari kegiatan inilah yang menjadi tolak ukur tingkat keberhasilan peserta didik dalam proses belajar mengajar.”Untuk mendapatkan hasil belajar yang optimal bagi peserta didik, guru harus cerdas mengkondisikan kegiatan pembelajaran menjadi efektif dengan penggunaan metode pembelajaran, model pembelajaran, pendekatan pembelajaran, media yang digunakan, hal ini harus disesuaikan dengan materi yang akan disampaikan sehingga hasil belajar akan tercapai dengan optimal. Menurut Sukardi (2008: 2) “Hasil belajar merupakan pencapaian pertumbuhan peserta didik dalam proses belajar mengajar. Pencapaian belajar ini dapat dievaluasi dengan menggunakan pengukuran.” Dengan adanya pendapat tersebut bahwa hasil belajar peserta didik dapat diukur dengan cara evaluasi, bisa berupa tes dan non tes, pengukuran ini terlihat dari pengetahuan peserta didik, sikap, dan keterampilan yang peserta didik dapatkan setelah mengikuti kegiatan pembelajaran, seperti yang dikemukakan oleh Bloom dan Kratwohl (dalam Usman, 1994: 29) “ bahwa hasil belajar merupakan perubahan tingkah laku yang secara umum dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori yaitu ranah kognitif, afektif, dan psikomotor.” Dunnette (1976 : 33) yang menyatakan bahwa “keterampilan adalah kapasitas yang dibutuhkan untuk melaksanakan beberapa tugas yang merupakan pengembangan dari hasil training dan pengalaman yang didapat.”. Berdasarkan fakta di lapangan terdapat masalah dimana Peserta didik kurang memperoleh Hasil belajar yang optimal dan belum memiliki Nilai sikap rasa ingin tahu dan peduli lingkungan dalam proses belajar di kelas pada pembelajaran, sehingga hasil belajarnya kurang maksimal. Hal tersebut ditandai oleh rendahnya keterampilan bertanya peserta didik terhadap materi ajar pada saat guru menjelaskan, sehingga guru tidak tahu apakah peserta didik telah mengerti atau tidak dan guru selalu menganggap pembelajarannya berhasil karena tidak ada pertanyaan dari peserta didik yang membuat guru berpikir peserta didiknya sudah paham. Di dalam proses pembelajaran peserta didik hanya diam dan jarang ada bertanya ketika guru memberikan kesempatan untuk bertanya. Padahal ketika peserta didik banyak bertanya dalam proses belajar terhadap materi yang diajarkan itu menggali informasi yang luas dari peserta didik tentang pengetahuan yang belum diketahui peserts didik, semakin banyak peserta didik bertanya berarti peserta didik mempunyai sikap rasa ingin tahu yang tinggi dan sikap percaya diri dengan bertanya sebenarnya mereka selalu ingin mencari pengalaman-pengalaman baru dan dari pertanyaan-pertanyaan yang banyak diajukan peserta didik itu dapat menghasilkan suatu jawaban kombinasi baru berdasarkan informasi dan data yang peserta didik ketahui bersama melalui pemecahan masalah, sehingga pada akhirnya semua rasa ingin tahu dan pertanyaan yang diajukan oleh peserta didik kemudian dijawab bersama-sama akan tercipta suatu sikap percaya diri dari peserta didik dalam belajar dan akan selalu senang mengajukan pertanyaan. Pada kenyataan dilapangan, guru melaksanakan penyampaian materi secara monoton dengan menggunakan metode ceramah murni dalam menyampaikan materi pelajaran. Hal ini disebabkan kurangnya minat guru dalam mempelajari - dan mengaplikasikan metode maupun pendekatan pembelajaran yang sebenarnya dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Sehingga peserta didik kurang berperan aktif dalam belajar dikelas Akibatnya, hasil belajar peserta didik rendah, karena peserta didik cenderung pasif mendengarkan penjelasan guru. Pada hakikatnya semua mata pelajaran sangatlah penting bagi semua peserta didik dan saling berhubungan. Oleh karena itu dengan adanya kurikulum 2013 pembelajaran disampaikan dengan menggabungkan beberapa mata pelajaran menjadi satu dalam sebuah tema, kemudian dikembangkan lagi menjadi beberapa subtema, guna memudahkan peserta didik dalam mempelajari semua mata pelajaran yang ada. Pembelajaran dengan model tema dan subtema juga akan kurang berhasil bila guru dalam menyampaikan tema-tema tersebut disampaikan dengan cara yang biasa-biasa saja dan tidak melibatkan peserta didik dalam proses pembelaan. Untuk mengatasi hal tersebut ada beberapa cara yang dapat digunakan diantaranya. dengan menggunakan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakter dan kondisi peserta didik. Sistem pendidikan di Indonesia terus mengalami perubahan dari tahun 1947 sampai sekarang untuk memenuhi perkembangan zaman tersebut. Kurikulum 2013 adalah kurikulum berbasis kompetensi yang dirancang untuk mengantisipasi kebutuhan zaman Abad 21. Pada abad ini, kemampuan kreativitas dan komunikasi akan menjadi sangat penting. Sejalan dengan itu, rumusan kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dipergunakan dalam Kurikulum 2013 mengedepankan pentingnya kreativitas dan komunikasi (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2013). Sejalan dengan pernyataan diatas, kompetensi yang diharapkan dari seorang lulusan SD/MI dirumuskan untuk memiliki kemampuan pikir dan tindak yang produktif serta kreatif dalam ranah abstrak dan konkret. Kemampuan tersebut diperjelas dalam kompetensi inti yang salah satunya adalah menyajikan pengetahuan dalam bahasa yang jelas, logis dan sistematis, dalam karya yang estetis, atau dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak sehat, beriman, berakhlak mulia. Permasalahan seperti ini akan terus terjadi jika tidak segera diatasi. Menurut peneliti, keadaan ini dapat diatasi dengan menerapkan pendekatan pembelajaran yang dapat menciptakan suasana menyenangkan dalam proses belajar mengajar sehingga dapat menghilangkan rasa jenuh dan bosan ketika pembelajaran berlangsung. Selain itu juga penggunaan pendekatan pembelajaran yang sesuai akan membantu mengaktifkan siswa sehingga siswa berani mengungkapkan pendapatnya. Maka peneliti ingin menerapkan model Project Based Learning dengan tujuan untuk melibatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran. Berangkat dari penjelasan diatas, maka peneliti mengadakan penelitian yang berjudul; “ Penerapan Model Project Based Learning Dalam Menumbuhkan sikap Rasa ingin tahu dan Peduli lingkungan untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Di Kelas IV ” ( Penelitian Tindakan Kelas terhadap peserta didik kelas IV SDN Rancaekek 3 Tema 3 Peduli terhadap makhluk Hidup dan Subtema 2 Keberagaman Makhluk Hidup di Lingkunganku di Kelas IV SDN Rancaekek 3 Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung) b). Identifikasi Masalah Dari latar belakang masalah yang diatas, maka teridentifiksasi masalah di SDN Rancaekek 3 sebagai berikut : 1. Sikap rasa ingin tahu dan peduli lingkungan pada peserta didik belum sepenuhnya tumbuh dalam kegiatan pembelajaran. 2. Dalam kegiatan pembelajaran pendidik belum menerapkan model pembelajaran yang variatif. 3. Kurangnya aktivitas peserta didik dalam pembelajaran di kelas. 4. Pembelajaran yang disajikan kurang menggembirakan dan kurang bermakna. 5. Hasil belajar peserta didik yang rendah dan belum Mencapai KKM. c ). Pembatasan dan Rumusan Masalah Berdasarkan identifikasi masalah di atas, dalam penelitian ini peneliti membatasi masalah yang diangkat agar lebih spesifik dan tidak meluas. Dengan adanya keterbatasan waktu, tenaga, teori dan biaya maka peneliti hanya akan meneliti mengenai Penerapan Model project Based Learning Dalam Menumbuhkan Sikap Rasa ingin tahu dan Peduli lingkungan untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Di Kelas IV. Pada Tema 3 Peduli terhadap makhluk hidup Subtema 2 Keberagaman makhluk hidup di lingkunganku.yang meliputi sikap dan aktifitas peserta didik dalam proses pembelajaran,hasil belajar, dan aktifitas pendidik dalam proses pembelajaran. Berdasarkan Latar belakang, dan Identifikasi masalah. Maka Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Bagaimana bentuk Rencana pelaksanaan pembelajaran dengan menerapkan model Pembelajaran project based learning agar sikap rasa ingin tahu dan peduli lingkungan itu tumbuh pada tema 3 peduli terhadap makhluk hidup subtema keberagaman makhluk hidup dilingkunganku dikelas IV SDN Rancaekek 3 Kab.Bandung? 2. Bagaimana pelaksanaan pembelajaran dengan penerapan model Pembelajaran project based learning sehingga menumbuhkan sikap rasa ingin tahu dan peduli lingkungan itu tumbuh pada tema 3 peduli terhadap makhluk hidup subtema keberagaman makhluk hidup dilingkunganku dikelas IV SDN Rancaekek 3 Kab.Bandung? 3. Bagaimana sikap rasa ingin tahu dan peduli lingkungan itu tumbuh pada siswa setelah menerapkan model Pembelajaran project based learning pada -tema peduli terhadap makhluk hidup subtema keberagaman makhluk hidup dilingkunganku? 4. Bagaimana Hasil Belajar siswa setelah penggunaan Model Pembelajaran project based learning pada tema peduli terhadap makhluk hidup subtema keberagaman makhluk hidup dilingkunganku dapat meningkat? 5. Bagaimana aktifitas belajar peserta didik setelah penggunaan Model Pembelajaran project based learning dalam pembelajaran tema peduli terhadap makhluk hidup subtema keberagaman makhluk hidup dilingkunganku dapat meningkat? 6. Bagaimana Respon peserta didik terhadap Model project based learning dalam pembelajaran tema peduli terhadap makhluk hidup subtema keberagaman makhluk hidup dilingkunganku? d). Tujuan Penelitian Tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk menumbuhkan sikap rasa ingin tahu dan Peduli lingkungan Dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik melalui penerapan model Pembelajaran project based learning di kelas IV SDN Rancaekek 3 Kabupaten Bandung pada tema peduli terhadap makhluk hidup subtema keberagaman makhluk hidup dilingkunganku. Adapun tujuan khusus dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui bentuk Rencana pelaksanaan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran project based learning agar sikap rasa ingin tahu dan peduli lingkungan itu tumbuh pada tema 3 peduli terhadap makhluk hidup subtema keberagaman makhluk hidup dilingkunganku dikelas IV SDN Rancaekek 3 Kab.Bandung. 2. Untuk mengetahui pelaksana

Topics: S1-Skripsi
Year: 2016
OAI identifier: oai:repository.unpas.ac.id:5342
Provided by: Universitas Pasundan
Download PDF:
Sorry, we are unable to provide the full text but you may find it at the following location(s):
  • http://repository.unpas.ac.id/... (external link)
  • http://repository.unpas.ac.id/... (external link)
  • Suggested articles


    To submit an update or takedown request for this paper, please submit an Update/Correction/Removal Request.