Article thumbnail

Kajian persepsi dan partisipasi masyarakat dalam penanggulangan kebakaran (studi kasus di kelurahan galur kecamatan johar baru kotamadya jakarta pusat)

By Rahmat Kristantio

Abstract

Penelitian ini berawal dari keprihatinan penulis dengan tingginya kasus kebakaran yang menimpa lingkungan permukiman, terutama lingkungan permukiman padat tidak tertata. Kondisi mereka yang seolah termarjinalkan dari kehidupan kota Jakarta menjadi semakin terpuruk karena daerah tempat mereka tinggal adalah kawasan yang biasanya jauh dari kaidah-kaidah keselamatan kebakaran, yaitu: akses jalan yang sempit, sulit dan jauh dari sumber air, konstruksi bangunan lemah terhadap kebakaran, tidak ada jarak antara satu bangunan dengan bangunan lain. Salah satu jalan keluar yang dapat membuat lingkungan mereka lebih aman dari ancaman bancana kebakaran adalah kemampuan mereka untuk secara mandiri melakukan pencegahan kebakaran dan pemadaman kebakaran dini. Hal ini dapat dicapai dengan memberdayakan mereka dalam menanggulangi kebakaran terutama upaya pencegahan kebakaran dan pemadaman kebakaran dini. Sebagai upaya memberdayakan masyarakat pada lingkungan padat tidak tertata ini Dinas Pemadam Kebakaran Provinsi DKI Jakarta telah melakukan berbagai upaya pemasaran sosial, namun yang menjadi pertanyaan adalah bagaimanakah hasil dari program-program pemasaran sosial tersebut, yaitu (a) Bagaimanakah persepsi masyarakat tentang penanggulangan kebakaran; (b) Bagaimanakah tingkat partisipasi masyarakat dalam penanggulangan kebakaran, khususnya upaya pencegahan kebakaran dan pemadaman dini di lingkungannya; (c) Faktor-faktor apakah yang berhubungan dengan persepsi dan tingkat partisipasi masyarakat permukiman dalam penanggulangan kebakaran; serta (d) Apa dan bagaimanakah program pengembangan masyarakat untuk penanggulangan kebakaran yang diharapkan masyarakat permukiman? Dari permasalahan yang ada maka disusun penelitian untuk mencari apakah yang sesungguhnya berada dibalik permasalahan-permasalahan tersebut, apabila dijabarkan maka tujuan penelitian ini adalah: (a) Untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang penanggulangan kebakaran dilingkungan permukiman; (b) Menganalisa tingkat partisipasi masyarakat dalam penanggulangan kebakaran, khususnya upaya pencegahan kebakaran di lingkungannya; (c) Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan persepsi dan tingkat partisipasi masyarakat permukiman dalam penanggulangan kebakaran; dan (d) Mengusulkan satu rekomendasi tentang program pengembangan masyarakat yang sesuai dengan harapan masyarakat permukiman untuk penanggulangan kebakaran. Ruang lingkup dari penelitian ini adalah dalam konteks penanggulangan kebakaran yaitu pencegahan kebakaran dan pemadaman kebakaran dini di lingkungan permukiman khususnya permukiman padat yang oleh Dinas Pemadam Kebakaran Provinsi DKI Jakarta (DPK) dikategorikan Daerah Rawan Kebakaran. Pada penelitian ini penulis mengambil studi kasus di Kelurahan Galur Kecamatan Johar baru Kotamadaya Jakarta Pusat dengan pertimbangan bahwa ada satu fenomena yang menarik dari kelurahan ini, yaitu kelurahan ini oleh DPK dikategorikan sebagai daerah rawan kebakaran dan memang dalam sejarahnya kelurahan ini pernah mengalami kebakaran dalam skala besar dan dalam frekuensi yang tinggi. Akan tetapi dari data kebakaran yang tersedia di DPK kelurahan ini sekurangnya dalam tiga tahun terakhir (2002 – 2004), pada saat penelitian dilakukan, dan bahkan dari informasi penduduknya kelurahan ini sekurangnya sudah empat tahun bebas dari kebakaran. Pelaksanaan penelitian ini penulis lakukan mulai pertengahan Juli sampai dengan pertengahan Agustus 2005. Pendekatan penelitian yang menjadi panduan penelitian ini adalah pendekatan explanatory research dengan metode survey dan wawancara mendalam. Selanjutnya dari data yang terkumpul baik dari hasil survei ataupun wawancara mendalam diolah dan dianalisa baik secara kuantitatif ataupun kualitatif untuk memperoleh gambaran persepsi dan tingkat partisipasi masyarakat. Setelah gambaran persepsi dan tingkat partisipasi secara kuantitatif diperoleh dilakukan uji tabulasi silang untuk melihat apakah terdapat hubungan antara karakteristik responden dengan persepsi ataupun tngkat partisipasi. Sebagai hasil dari penelitian ini didapat secara umum persepsi masyarakat Galur, baik yang direpresentasikan oleh para responden yang selanjutnya dianalisa secara kuantitatif maupun berdasarkan wawancara mendalam dengan para narasumber, memiliki persepsi yang “baik” terhadap permasalahan kebakaran dan juga terhadap instansi DPK. Dan dari hasil analisa dengan tabulasi silang tidak terlihat adanya hubungan antara karakteristik responden dengan persepsi masyarakat. Hasil di atas agak berbeda pada analisa dengan tabulasi silang terhadap tingkat partisipasi v.s. karakteristik responden, dimana secara umum tingkat partisipasi responden adalah “sedang”, terdapat beberapa karakteristik responden yang berhubungan (ber-asosiasi) dengan tingkat partisipasi. Karakteristik responden yang berhubungan dengan tingkat partisipasi adalah: faktor usia di mana semakin bertambah usia seseorang semakin tinggi tingkat partisipasinya; faktor gender, pria lebih partisipatif dibanding wanita; status perkawinan, seseorang yang telah menikah lebih tinggi tingkat partisipasinya dibanding yang belum menikah; tingkat penghasilan, semakin tinggi penghasilan seseorang akan cenderung lebih partisipatif; dan lama tinggal, sesorang yang lebih lama tinggal di Kelurahan Galur akan lebih tinggi tingkat partisipasinya dibanding yang baru atau belum lama. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa organisasi kebakaran lingkungan Balakar (Barisan Sukarela Kebakaran) dan SKLK (Sistim Ketahanan Lingkungan terhadap Kebakaran) sebagai penyempurnaannya dianggap telah memenuhi persyaratan sebagai bentuk organisasi kebakaran lingkungan, hanya perlu peningkatan stimulasi dari DPK dalam bentuk pembinaan terhadap organisasi yang telah terbentuk tersebut. Sebagai sari dari penelitian ini adalah beberapa saran solusi untuk permasalahan dan seputar topik dari penelitian ini yang merupakan usulan rekomendasi bagi pihak-pihak terkait yang antara lain: (a) persepsi masyarakat Kelurahan Galur yang telah baik harus terus dijaga oleh instansi terkait dalam hal ini Dinas Pemadam Kebakaran, untuk menjaga persepsi yang baik ini perlu disusun program sosialisasi / pemasaran sosial yang berkesinambungan dan menyentuh kesemua strata masyarakat; (b) untuk menjaga dan meningkatkan kinerja organisasi kebakaran lingkungan yang telah berjalan baik atau berjalan tersendat perlu dipikirkan suatu program induk (master plan) pengembangan masyarakat untuk penanggulangan kebakaran termasuk mekanisme perekrutan anggotanya; (c) dalam penyusunan program bagi masyarakat adalah akan sangat tepat untuk mengikut sertakan anggota masyarakat yang telah memiliki pengalaman dalam pengembangan masyarakat lingkungannya untuk membantu menyusun program yang lebih baik; (d) dari sisi kebijakan baik pemerintah daerah ataupun pemerintah pusat harus memiliki kesadaran untuk menerbitkan dan menerapkan suatu kebijakan baik berbentuk undang-undang, peraturan pemerintah, ataupun peratuan daerah yang berkaitan dengan penataan lingkungan permukiman yang lebih memperhatikan kaidah-kaidah keselamatan kebakaran untuk menjamin keselamatan masyarakat luas; (e) diharapkan ada penelitian lebih lanjut untuk topik yang sama dengan mengambil tempat atau lokasi yang berbeda, atau penelitian yang lebih terfokus di lokasi yang sama

Topics: Manajemen Sumber Daya Manusia
Year: 2006
OAI identifier: oai:repository.sb.ipb.ac.id:2568

Suggested articles


To submit an update or takedown request for this paper, please submit an Update/Correction/Removal Request.