Article thumbnail

STUDI TINGKAT PENERAPAN DAN KENDALA GREEN CONSTRUCTION SERTA STRATEGI PENANGANANNYA, PADA PROYEK KONVENSIONAL DI WILAYAH JAWA TENGAH

By DIONYSIUS BAGAS DAMAR PRAKOSA

Abstract

Pembangunan konstruksi di Indonesia terutama disektor infrastruktur memerlukan pembebasan lahan yang luas. Proses konstruksi yang dilakukan mengakibatkan pemanasan global atau global warming. Pada Januari 2017 tercatat tingkat kandungan emisi CO2 mencapai lebih dari 400 ppm. Menurut The United Nation’s Inter-govermental proses konstruksi seperti penggunaan material tidak ramah lingkungan, pembebasan lahan, penggunaan bahan bakar, merupakan salah satu penyebab global warming. Green Construction merupakan salah satu alternatif untuk mengurangi dampak global warming agar terjadi keseimbangan antara kemampuan lingkungan dan kebutuhan hidup manusia untuk generasi sekarang dan mendatang. Di Indonesia, dengan munculnya peraturan menteri PUPR No.02/PRT/M/2015 menunjukkan bahwa pemerintah serius ingin mengurangi dampak dari global warming. Oleh karena itu, menjadi sebuah persoalan bagaimana kontraktor di Indonesia terutama di Jawa Tengah yang berdasarkan data BPS tingkat konstruksinya semakin meningkat, menerapkan green construction sebagai cara untuk mengurangi dampak global warming. Responden dalam penelitian ini adalah kontraktor kelas menengah dan besar di daerah Jawa Tengah yaitu Kota Semarang dan Kota Surakarta yang memiliki jumlah penyedia jasa konstruksi terbanyak di Jawa Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat frekuensi penerapan dan kesulitan kontraktor dalam penerapan green construction pada proyek-proyek konvensional, sehingga dapat dibuat sebuah strategi untuk mengatasinya. Untuk memperoleh data tentang penerapan green construction. Maka digunakan data indikator Green Construction dari disertasi Dr. Ir, Wulfram I. Ervianto. M.T dengan penyesuaian sesuai tujuan penelitian, dan menggunakan analisis SWOT untuk pembuatan strategi. Penelitian ini menunjukkan bahwa kontraktor di Jawa Tengah (Semarang dan Surakarta) belum menerapkan secara maksimal dari setiap aspek green construction yang ada. Kendala-kendala yang dialamai oleh kontraktor dipengaruhi oleh kurangnya peran aktif pemilik proyek, kebiasaan buruk pekerja proyek, kurangnya regulasi/peraturan/guideline yang resmi dari pemerintah, keterbatasan di lokasi proyek, kurangnya ketersediaan teknologi, dan keterbatasan finansial. Sebagai strategi penangananya maka kontraktor dapat memanfaatkan ketersediaan lahandisekitar proyek, meningkatkan pengetahuan dan kemampuan (skill) pekerja, bekerjasama dengan lembaga pelatihan terutama yang memiliki peran besar terhadap green construction, memanfaatkan pinjaman bank sebagai penambahan modal, bekerjasama dengan pemerintah untuk membuat pedoman/guideline green construction, meningkatkan mutu dari aspek pekerjaan green construction untu meningkatkan kepercayaan pemilik proyek, membuat peraturan proyek yang mengatur perilaku pekerja

Topics: Manajemen Konstruksi
Year: 2017
OAI identifier: oai:e-journal.uajy.ac.id:13641
Provided by: UAJY repository

Suggested articles


To submit an update or takedown request for this paper, please submit an Update/Correction/Removal Request.