Article thumbnail

Pengaruh Pemanasan Awal dan Medan Elektromagnet pada Biodiesel terhadap Daya dan Kepekatan Gas Buang pada Motor Diesel 4 Tak 4 Silinder

By J. (Jacinto) soares, M. A. (Muhammad) Sahbana and N. (Naif) Fuhaid

Abstract

Salah satu permasalahan di bidang otomotif adalah ketersediaan bahan bakar fosil minyak bumi. Bahan bakar Bio menjadi salah satu sumber alternatif untuk mesin diesel. Bahan bakar tersebut memerlukan perlakuan tertentu sebelum memasuki ruang bakar di mesin. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengaruh pemanasan awal dan medan elektromagnet pada biodiesel terhadap daya dan kepekatan gas buang motor diesel 4 tak 4 silinder. Eksperimen dilakukan mengunakan mobil chevrolet/isuzu. Bahan bakar solar yang dicampur dengan minyak jarak dengan perbandingan 50:50. Putaran mesin divariasikan sebesar 2000, 2500 dan 3000 rpm. Pemanasan awal divariasi sebesar 50, 60 dan 70oC menggunakan heater. Medan elektromagnet diberikan dengan magnet yang dihasilkan listrik pada kabel lilitan. Pengambilan data dilakukan untuk mendapatkan daya, konsumsi bahan bakar dan kepekatan gas buang. Daya diukur dengan pemberian beban sebesar 2 kg pada poros prony break. Data hasil penelitian ditabelkan, diolah, ditampilkan dalam bentuk grafik dan dianalisa sesuai dengan teori yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemanasan pada bahan bakar berpengaruh terhadap daya motor diesel 4 tak 4 silinder. Pemberian medan magnet yang berbasis elektromagnetik berpengaruh terhadap daya dan kepekatan gas buang. Pengaruh pemanasan dan medan magnet tersebut adalah bahan bakar menjadi lebih mudah terbakar atau menjadi lebih mudah bereaksi, sehingga pembakaran menjadi lebih efektif. Kepekatan gas buang bahan bakar campuran minyak jarak lebih kecil. Kepekatan gas buang terkecil terjadi pada variasi campuran biosolar dan minyak jarak dengan perbandingan 50:50 sebesar 12%. Pemanasan bahan bakar juga menyebabkan kepekatan menjadi lebih kecil. Pemanasan bahan bakar 70oC menghasilkan daya mesin paling tinggi yaitu sebesar 0,444 kW atau 444 watt. Variasi bahan bakar standar biosolar memiliki konsumsi bahan bakar paling besar yaitu sebesar 101,67 ml untuk waktu selama 10 detik

Topics: Indonesia, Motor diesel, minyak jarak. Biosolar, heater, Medan Elektromagnet
Publisher: Widyagama University
Year: 2013
OAI identifier: oai:neliti.com:220821
Provided by: Neliti
Download PDF:
Sorry, we are unable to provide the full text but you may find it at the following location(s):
  • https://www.neliti.com/publica... (external link)

  • To submit an update or takedown request for this paper, please submit an Update/Correction/Removal Request.

    Suggested articles